Coba sebar emot lope di sini sebelum mulai emosi 👉🏻
BANTU VOTE, KOMEN, TERUS SHARE KE TEMEN, TIKTOK, TWITTER, IG, ATAU KE SOSMED LAIN YUK 🙏🏻
MAKASIH ❤️
HAPPY READING
***
"ARSALAN!"
"Apa yang kau lakukan bodoh! Apa yang kau lakukan? Kau gila hah? Kau? Kenapa kau membiarkan dia menembakmu? Kenapa kau? Kenapa?" Aluna meraung histeris. "Kau gila? Kau sudah gila! Kau benar-benar gila!"
Arsalan terkekeh dan meringis ketika rasa panas juga sakit di saat yang sama menyerangnya. "Kau cantik, Aluna."
Aluna melepas cardigan yang di pakainya dan menutup bekas tembakan tadi sembari menahan Arsalan dipangkuannya. "Tidak! Berhenti! Jangan bicara apapun dan tutup saja mulutmu bodoh! Aku tidak mau kau mati jadi diam saja? Jika kau mati aku tidak akan membiarkanmu dimakamkan. Aku akan membuang mayatmu di kandang Gara agar dia bisa menikmatimu sepuasnya. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuh mayatmu selain Gara? Kau dengar aku? Kau harus hidup!" Aluna mendongak. "HEI! APA KALIAN TIDAK LIHAT ADA ORANG SEKARAT DI SINI HUH? CEPAT PANGGIL AMBULAN, BODOH!" teriaknya histeris.
Arsalan terkekeh. "Alunaku sangat cantik dan juga berani." Arsalan merintih. Dia mencium tangan Aluna yang memegangnya. "Aku sangat menyukaimu, Aluna."
Sementara Aluna semakin panik ketika darah segar terus saja mengalir di atas aspal dan membasahi kakinya. "Tidak, kumohon. Diam saja. Jangan bicara. Kumohon. Jangan tutup matamu, sial. Aku akan memarahimu! Aku akan membunuhmu dua kali jika kau mati. Aku tidak akan pernah memaafkanmu jika kau pergi. Aku akan sangat marah." Arsalan tersenyum dengan wajah pucatnya namun sedetik kemudian matanya tertutup membuat Aluna meraung semakin histeris. "ARSALAN! KUMOHON! BUKA MATAMU! ARSALAN! JANGAN TINGGALKAN AKU, KUMOHON! AKU JUGA MENYUKAIMU! AKU JUGA MENCINTAIMU! JADI KUMOHON, KUMOHON BERTAHANLAH! KUMOHON, JANGAN TINGGALKAN AKU!"
Aluna terus saja diam. Gadis itu tidak berekspresi sedikit pun sejak Arsalan masuk ke dalam ruang operasi. Ia bahkan tidak peduli dengan tampilannya yang penuh dengan darah hingga seperti dialah yang terluka. Ricard dan Anton juga menunggu di sampingnya dengan wajah tak kalah tegang.
"Aluna...."
Gadis itu mendongak lantas seketika bangkit memeluk ibunya dan menangis sesenggukan di bahu Helena. "Ibu, Arsalan. Dia, dia menyelamatkanku. Dia terluka karena aku, ibu." Adam ikut mengusap bahu putrinya kemudian beralih mengusap pundak Ricard untuk menguatkannya. Sementara Allen yang juga tiba ikut memeluk kakaknya dari belakang. Dia tidak tahu apapun namun dia tidak suka melihat kakaknya menangis. Aluna jarang menangis karena itu saat dia membuat raut wajah sedih, itu akan menyakiti hatinya. Dia lebih suka Aluna marah-marah ketimbang memasang raut memelas yang membuatnya ikut terluka.
Edgar, Eros, dan Delon yang selama beberapa hari terakhir sibuk bermain bersama dengan memainkan banyak game baik di pc atau ps semenjak Arsalan masuk penjara dan Axylo menghilang tiba di rumah sakit. Anton menggeleng memberi tanda pada ketiganya jika belum ada kabar apapun membuat mereka seketika lemas. Sebenarnya apa yang terjadi di sini?
****
Pandangannya terasa berat namun dia memaksakan diri untuk membuka matanya. Sinar kecil dari celah-celah tembok menyapa indra penglihatannya. Ia merasakan sakit di beberapa titik di tubuhnya. Dahinya berkerut ketika mencium bau amis yang kuat dari sekelilingnya. Pupil matanya melebar menyadari kaki dan tangannya memakai rantai besi yang berat. "A-apa ada orang?" lirihnya dengan suara serak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beware of The Villain
Подростковая литератураFOLLOW AKUN SAYA SEBELUM BACA ❤️ BACA AJA DULU SAMPE 10 CHAPTER! NOTE : DIALOG DAN NARASI PAKAI BAHASA BAKU. ---- Sena lebih suka bercengkerama dengan karakter fiktif penuh akan drama dalam buku novel dibandingkan bersitatap dengan manusia nyata...
