48

33.5K 6.1K 497
                                        

Maaf atas gangguan spam-ku hari ini. Nih ku kasih update beneran.

BANTU VOTE, KOMEN, TERUS SHARE KE TEMEN, TIKTOK, TWITTER, IG, ATAU KE SOSMED LAIN YUK 🙏🏻

MAKASIH ❤️

HAPPY READING

***

Damon berjalan cepat menuju rumahnya. Dia tak segan melawan para penjaga yang menahan tubuhnya. Pemuda itu menunduk kemudian memukul telat di ulu hati seorang penjaga yang melawannya hingga dia terjatuh di lantai rumahnya. Damon tidak kelimpungan menghadapi mereka karena ia diam-diam sudah mengambil alih orang-orang di sini hingga sebagian besar memihaknya dibanding ayahnya itu.

Erina keluar dari salah satu kamar karena mendengar keributan dan syok ketika melihat ada banyak orang berjatuhan. Dia hendak melarikan diri namun Damon menjambak rambutnya dan menyeretnya ke ruang kerja ayahnya. Pemuda itu tidak mempedulikan rintihan dan tangisan Erina. Dia terlalu marah untuk bersikap ramah pada tamu sialan ini. "Shh sakit sial! Beraninya kau menjambakku! Lepaskan aku!" maki Erina kesal.

Damon menamparnya. "Tutup mulutmu, jalang!" Damon semakin menjambak Erina. "Kau hanya seseorang yang disewa pria itu untuk bersenang-senang karena itu kau tidak memiliki hak untuk memerintahku!"

Erina menangis dan semakin merintih kesakitan ketika Damon dengan tega menyeretnya kuat. Dia mendobrak pintu ruang kerja ayahnya itu dan melihatnya sedang sibuk menelepon seseorang di kursi kebesarannya.

"Apa yang kau lakukan padanya?" bentak Alejandro marah.

"Aku muak! Aku tidak tahan dengan semua yang kau lakukan ayah!" Damon mendorong Erina hingga perempuan itu jatuh ke dalam pelukan Alejandro. "Kubilang aku tidak akan tinggal diam jika kau menyentuh Nesta! Dan inilah yang kulakukan ayah. Aku akan menghukummu!"

"ZACH!" Dia meneriakkan nama pengawal pribadinya. Seorang pria berbadan besar masuk ke dalam ruang kerja Alejandro. "BUNUH DIA!" titahnya dingin.

Zach---pria itu menatap Damon dan beralih menatap Alejandro. "Saya tidak bisa." Zach berdiri di sisi Damon. "Saya harus melindungi Tuan Muda."

Damon menyeringai lebar membuat Alejandro mendelik. "Beraninya kau mengkhianati ku!"

Zach menggeleng. "Saya tidak pernah mengkhianati, Tuan. Bukankah tuan sendiri yang memerintahkan pada saya jika saya harus melindungi Tuan Muda Damon dan tidak akan pernah mengkhianatinya apapun yang terjadi," tolaknya tegas.

Alejandro mendorong Erina hingga kepala perempuan itu menubruk meja dan pingsan dengan banyak darah namun tidak satupun ada yang peduli. Suasana semakin menegang kala Alejandro mengambil pistol yang di lacinya dan menodongkannya pada Damon.

"Larilah, ayah. Larilah sejauh mungkin karena di manapun kau berada, aku akan mengejarmu. Anak dari seorang perempuan yang kau bunuh. Anak dari seseorang yang selalu kau tindas. Anakmu sendiri yang kau perlakuan seperti hewan peliharaan. Darah dagingmu sendiri yang akan menghukummu!" ujarnya penuh tekad.

Damon membiarkan Alejandro lari dengan pistol dan mengikutinya dengan perlahan. Dia ingin menikmati wajah ketakutan pria itu seperti yang biasa dia lakukan pada korbannya. Dia ingin Alejandro merasakan apa yang dia rasakan selama ini. Ketakutan itu, dia sudah melihatnya di wajah pria itu. Namun, itu masih kurang. Dia ingin membuatnya lebih menderita.

Aluna yang baru saja tiba di rumah Damon membekap mulutnya kaget ketika melihat banyak orang yang tergeletak tak berdaya di lantai. Entah mereka masih hidup atau tidak, ia pun tidak tahu. Gadis itu melangkah masuk dan bertemu dengan Axylo yang juga tampak terkejut dengan keberadaan. Pemuda itu mengulas senyum. "Hai, Aluna."

Beware of The VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang