BANTU VOTE, KOMEN, TERUS SHARE KE TIKTOK, TWITTER, IG, DAN SOSMED LAIN YUK 🙏🏻
MAKASIH ❤️
HAPPY READING
****
"Tunggu, bisa berhenti di sana?" Aluna menatap lamat layar komputer yang menampilkan rekaman cctv di depan klub. "Apa kau bisa per besar bagian ini?" tanyanya pada seorang pria petugas keamanan klub yang sedang menatapnya tajam.
"Nona, mau sebesar apa lagi? Ini sudah yang paling besar!" sahutnya sewot.
Aluna menatap Anton---asisten kakek Arsalan--- yang memang sengaja dia bawa dan dia dengan tanggap memberikan kode pada anak buahnya yang lain, Pram. Pram langsung menodongkan pisaunya di leher pria itu dan dia dengan cepat melakukan perintah Aluna.
"Mobil ini. Kita harus mencarinya karena blackbox mobilnya pasti menangkap nomor kendaraan taxi yang Arsalan gunakan."
"Baik, nona." Anton segera menghubungi orang kenalannya dan melakukan apa yang Aluna perintahkan dengan cepat.
Jujur saja, saat Aluna tiba-tiba muncul di mansion dengan seragam sekolahnya dan wajah bengkak. Seluruh pegawai terkejut. Mereka mengira Aluna akan mencari Arsalan dengan menangis-nangis dan melakukan kehebohan lain. Tetapi yang dilakukannya justru diluar dugaan. Dia menghampiri kakeknya dan meminta membawa Anton untuk menemaninya mencari bukti jika Arsalan tidak bersalah.
Saat itu mereka memang sedang kelimpungan menangani kasus tuan mudanya karena ini bukan hal yang mudah. Jika mereka fokus mengeluarkan Arsalan dengan uang maka akan muncul keributan besar dan tiba-tiba Aluna datang mengatakan ingin mencari tahu kebenaran soal Arsalan yang tentu saja membuat Ricard senang. Dia senang karena Aluna mempercayai Arsalan. Dia juga tidak percaya cucunya melakukan hal seburuk itu di saat dia sudah sedikit berubah demi Aluna. Ia bisa fokus menangani masalah hukum sementara Aluna dan Anton akan lebih fokus mencari bukti.
Aluna menatap layar komputer di depannya dengan seksama ketika melihat bayangan Axylo dan Arsalan ada. Dia tadi tidak terlalu memperhatikan karena fokusnya mencari mobil yang bisa menangkap nomor taxi yang Arsalan pakai, namun sekarang atensinya teralihkan pada ekspresi wajah Axylo yang aneh. Dia tidak pernah melihat Axylo segundah itu sebelumnya. Ada yang aneh.
"Nona, kami mendapatkan nomor teleponnya!" lapor Anton setelah beberapa saat.
Aluna menoleh dan mengangguk. "Kita temui dia." Dia beralih pada penjaga keamanan klub. "Bisa kau salin video ini dan berikan padaku?"
"Nona, aku sudah membiarkanmu melihat kamera keamanan yang mungkin saja bisa membuatku dipecat dan sekarang kau mau aku menyalinnya?" Pria itu langsung mengangkat tangannya ketika lagi-lagi sebuah pisau tertodong ke arahnya. "Baik-baik. Oke. Aku akan memberikan salinannya padamu!"
Aluna segera pergi menemui pemilik mobil yang berhasil mereka temukan dan benar. Mobil ini menangkap plat nomor taksi itu. Mereka bergegas pergi ke perusahaan taksi itu berada dan mendapatkan lokasi kemana Arsalan pergi. Aluna mengernyit aneh ketika mendengar lokasi yang disebutkan.
"Tunggu. Kau yakin dia berhenti di sana?" tanya Aluna pada tukang taksi yang mereka temukan.
"Tentu saja, nona. Dia juga mengajakku berkeliling ditempat-tempat aneh beberapa kali. Teman-temanku yang bertemu dengannya juga mengatakan hal yang sama. Dia selalu berputar di tempat yang sama beberapa hari terakhir. Dia menjadi topik hangat untuk dibicarakan dikalangan sopir karena bayarannya yang besar namun tempat tujuannya mengerikan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Beware of The Villain
Fiksi RemajaFOLLOW AKUN SAYA SEBELUM BACA ❤️ BACA AJA DULU SAMPE 10 CHAPTER! NOTE : DIALOG DAN NARASI PAKAI BAHASA BAKU. ---- Sena lebih suka bercengkerama dengan karakter fiktif penuh akan drama dalam buku novel dibandingkan bersitatap dengan manusia nyata...
