TOLONG BANTU VOTE DONG SEBELUM BACA! SIDERS GUE DOAIN *******🙏🏻
RAMEIN LAH. BIAR NOTIF WATIEKU 99+ 😍
BANTU SHARE KE TIKTOK, TWITTER, IG, DAN SOSMED LAIN YUK 🙏🏻
MAKASIH ❤️
HAPPY READING
*****
Wajah Aluna benar-benar tidak seperti biasa. Dia sangat muram dan juga beberapa kali tampak cemberut. Impiannya untuk jadi orang galau tercapai. Sayangnya karena ini Aluna, tidak ada hal yang bagus darinya. Ia malah melakukan banyak hal aneh yang membuat jengkel teman-temannya. Gadis itu merampas jajanan orang lain di setiap lorong yang ditemui ditemuinya dan melotot balik ketika hendak di marahi. Mengganggu guru-guru di kantor dengan nyanyian jeleknya yang berakhir di hukum membersihkan toilet namun Aluna tidak peduli. Yang paling parah adalah mengempiskan seluruh ban mobil, sepeda, juga motor di parkiran milik semua orang tak terkecuali punya Allen, tepat satu jam sebelum pulang sekolah kemudian mendokumentasikannya dan menyebarkannya di grup sekolah dengan caption. 'Selamat tinggal'.
Allen menghela napas panjang menatap mobilnya yang seluruh ban-nya sudah kempis. "Dia itu kenapa sih?" sungutnya kesal.
"Allen-Allen, gawat! Aluna menghilang!" teriak Maggie mengejutkan. "Aku tidak menemukannya di manapun!" lapornya lagi.
Allen mendelik. "Lagi?" ujarnya kesal. "Hubungi Arsalan!"
"Tapi Allen...."
"Apa lagi?" bentaknya kesal.
"Mereka berdua sudah putus."
Allen terkejut. "Apa? Putus?"
Maggie menggaruk pipinya dengan telunjuknya. "Sepertinya karena Damon. Entahlah. Aku juga tidak tahu. Aluna mengatakannya saat sedang menangis tapi dia juga sambil makan, jadi aku tidak bisa menangkap ucapannya dengan jelas."
Allen menarik napas panjang. Masalah itu berbuntut panjang, padahal ia kira Arsalan hanya cemburu biasa. Allen tahu mereka berdua sama-sama memendam sesuatu. Kakaknya yang bertindak egois sementara Arsalan yang terus saja curiga seperti orang tolol. Mereka sama-sama bodoh dan membuat banyak orang ikut pusing. Pemuda itu segera berlari keluar sekolah dan meninggalkan mobilnya pada Maggie karena ia memilih pulang dengan taksi. Sepertinya dia tahu di mana Aluna saat ini.
"Hati-hati!" teriak Maggie yang dibalas dengan lambaian tangan dari Allen.
Maggie terkekeh geli. "Wow, Aluna. Kau benar-benar luar biasa." Dia baru mau pergi namun tatapannya jatuh pada seseorang yang sangat familier. Gadis itu mendekat dan membekap mulutnya ketika melihat seorang pemuda sedang naik ke dalam boncengan motor seseorang yang juga dikenalnya. "Delon? Kenapa dia naik ke motor teman Damon? Eiy, tidak mungkin seperti yang kupikirkan 'kan?"
Maggie diam. Namun ekspresinya berubah kecut. "Tidak-tidak." Maggie menggeleng. "Kenapa aku harus melihat ini?" ratapnya jengkel.
****
"Ibu, apa kakak sudah pulang?"
Helena mengangkat wajahnya dari majalah kecantikan di tangannya dan mengangguk. "Ada apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Beware of The Villain
Teen FictionFOLLOW AKUN SAYA SEBELUM BACA ❤️ BACA AJA DULU SAMPE 10 CHAPTER! NOTE : DIALOG DAN NARASI PAKAI BAHASA BAKU. ---- Sena lebih suka bercengkerama dengan karakter fiktif penuh akan drama dalam buku novel dibandingkan bersitatap dengan manusia nyata...
