Yuhu aku update lagi, jangan bosen ketemu aku yeayy 😋
BANTU SHARE KE SOSMED KALIAN KALO SEMPET YUK BIAR AKU SENENG HEHE 🥰
JANGAN SIDERS 😠
HAPPY READING
****
"Kau tidak perlu pergi sekolah. Kau di rumah saja. Benar katamu. Kau homeschooling saja sampai ujian universitas tiba."
"Ibu," rengek Aluna ketika sang ibu menariknya kembali ke dalam rumah agar tak pergi ke sekolah saat ia sudah siap dengan seragamnya. "Aku baik-baik saja. Hari itu aku hanya sedang sial karena bertemu dengan penculik aneh. Tapi semua sudah baik-baik saja."
"Tapi--"
"Ibu, percayalah padaku. Aku baik-baik saja. Ini sudah satu minggu lebih. Semua sudah baik-baik saja."
Helena menatap Aluna yang kini melihatnya dengan sangat berharap.
"Ibu, ya? Biarkan Aluna pergi ke sekolah, ya? Oke? Aluna mohon, Ibu."
Helena mendesah lemah. Jika Aluna sudah memanggil dirinya seperti itu, ia tak bisa lagi melawannya. Helena mengangguk pelan membuat Aluna segera memeluknya. Gadis itu mencium pipi Helena. "Terima kasih, Bu."
"Kau harus pulang bersama Allen!" tegas Helena begitu Aluna hendak pergi.
"Siap, bos!" Aluna sampai memberikan hormatnya pada Helena. Gadis itu tersenyum lebar dan melambaikan tangannya. "Dah, Bu!" teriaknya lalu berlari keluar menghampiri Allen yang tumben sekali tampak tenang.
"Apa kepalamu sakit? Kau tampak aneh," ujar Aluna sambil memakai seat belt-nya.
"Yang benar saja. Aku bukan kau, sial!" tukas Allen sengit namun tak lama kemudian berdehem singkat. "Aku baik-baik saja, Kak."
Aluna mendelik kaget. Dia menatap Allen lekat-lekat membuat pemuda itu bergerak tak nyaman namun tetap fokus menyetir.
"Kau butuh obat. Ayo ke apotik!"
"Tidak perlu, Kak. Aku baik-baik saja," sahut Allen tenang.
"Oh benar. Kita harus menemui dukun. Kau sepertinya kesurupan. Ada setan yang menempel padamu karena itu kau jadi aneh."
"YAK!"
Aluna tersenyum lebar. Dia mencubit pipi Allen membuat pemuda itu terkesiap sadar. "Aku lebih suka kau yang begini. Jangan seperti tadi. Itu tidak cocok denganmu."
Allen meringis malu. "Setelah kupikirkan berulang kali sepertinya aku terlalu kurang ajar padamu," akunya pelan. Setelah kejadian malam itu, Allen yang ketakutan setengah mati bersumpah untuk menata ulang dirinya. Bahkan ditengah-tengah kepanikannya dia berjanji akan menjaga kakaknya itu lebih baik lagi. Dia tidak akan memarahinya atau bertindak kasar padanya. Kehadiran Aluna sangat penting disisinya. Kakaknya adalah orang yang sangat berharga. Dia juga sempat menangis di tengah jalan karena bingung sampai akhirnya Arsalan memanggilnya. Perasaan itu tidak pernah bisa dia hilangkan.
"Tapi aku menyukainya."
"Kak!"
"Aku serius Allen. Kau adalah kau. Adikku. Tidak ada yang berubah sama sekali. Dibanding itu, aku suka jika kau menganggapku seperti teman. Kau bisa berbagi masalahmu tanpa ragu. Kau memakiku. Berteriak padaku. Tapi disatu sisi kau juga melindungiku. Aku menyukai adikku yang seperti ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Beware of The Villain
Fiksi RemajaFOLLOW AKUN SAYA SEBELUM BACA ❤️ BACA AJA DULU SAMPE 10 CHAPTER! NOTE : DIALOG DAN NARASI PAKAI BAHASA BAKU. ---- Sena lebih suka bercengkerama dengan karakter fiktif penuh akan drama dalam buku novel dibandingkan bersitatap dengan manusia nyata...
