37

40.5K 7.6K 707
                                        

Males banget mau update sebenarnya tapi ya udah ya haha 😔

Absen pake emot coba 👉🏻

Jangan lupa di vote, terus di share ya 🤗

Happy Reading ☺️

****

Sore itu suasana hati Arsalan memburuk. Pemuda itu mengeluarkan aura mengerikan yang membuat sebagian besar teman-temannya memilih menyingkir dibanding mendekatinya. Aluna. Gadis itu menghilang di saat jam istirahat terakhir. Dia diam-diam membawa tasnya dan menyelinap pergi. Arsalan baru sadar saat pelajaran setelah istirahat itu dimulai. Aluna tidak kembali ke kelas. Perasaan cemas, khawatir, bercampur satu dengan bumbu amarah. Jika Aluna sampai menemui Damon, dia mungkin akan sangat murka padanya. Jika ia bisa kembali dengan selamat.

"Allen."

Allen yang sedang tertawa bersama kedua temannya menelan ludah. Sudah lama dia tidak mendengar suara Arsalan yang seperti itu. Dulu saat dia marah, dia berani. Namun saat normal, sepertinya tidak mungkin. Allen bukan maniak bertarung jadi bisa dibilang keberaniannya itu hanya datang saat dibutuhkan saja. "Apa?" sahut Allen berusaha tetap ketus.

"Katakan di mana Aluna?"

Wajah Allen berubah. "Dia menghilang?" sentaknya kaget.

Arsalan mengusap kasar wajahnya. Dilihat dari reaksi Allen, dia tidak mengetahui keberadaan gadis itu. Allen menahan bahunya ketika Arsalan hendak pergi mencari Aluna. "Katakan! Apa yang terjadi?"

"Aku melarangnya bertemu Damon." Arsalan mengacak rambutnya dan berusaha menghubungi Aluna. "Sial. Dia benar-benar bodoh!"

"Hei! Jangan memakinya seperti itu!" bela Allen galak.

Arsalan mengabaikannya dan berlari pergi sembari menghubungi Anton untuk memintanya melacak keberadaan gadis itu. Jika dia benar-benar menemui Damon maka akan terjadi sesuatu yang sangat gawat. Allen sendiri ikut panik. Dia menghubungi Maggie dan teman-teman Aluna lain yang sekiranya tahu dimana keberadaan Aluna. Hari itu, semua yang mengenal gadis itu menjadi cemas. Penculikan Aluna belum bisa Arsalan lupakan dan jika sesuatu terjadi padanya lagi entah apa yang akan Arsalan lakukan pada Damon.

"Allen, kakakmu ke mana lagi?" tanya Helena dengan cemas. Adam yang memeluknya pun tampak tegang.

"Ayah tidak bisa membiarkan ini lagi. Kita harus segera mencari pelakunya!" Adam menatap tajam Allen. "Bukankah kau yang membawanya kembali hari itu. Katakan pada ayah, siapa pelakunya?"

"Kuharap kau tidak mengatakan apapun pada Ayah, Allen. Aku ingin keluarga ini tetep aman."

Suara Aluna kembali terngiang dibenaknya. Pemuda itu mengepalkan tangannya. "Ayah, biar Allen yang urus semuanya."

"Bagaimana bisa kau mengurusnya? Kau tidak mengatakan apapun pada polisi dan membiarkan pelakunya lepas begitu saja!" bentak Adam geram. Tak habis pikir akan pilihan Allen untuk bungkam sama seperti Aluna. "Apa Aluna yang memintamu?"

"Ayah, kami akan mengurusnya. Ayah dan ibu tenang saja."

"Bagaimana kami bisa tenang Allen! Kami di sini tidak tahu apapun sementara anak kami dalam bahaya! Kami tidak bisa diam saja!" sentak Adam tak sabar.

Allen diam. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Jika dia mengatakan siapa pelakunya, Ayahnya akan berusaha melawan Damon tetapi semua tahu akhirnya dan itulah yang ingin kakaknya hindari. Dia ingin menjaga keluarga ini tetap aman. Sekalipun dia yang harus merasakan sakitnya.

Beware of The VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang