BANTU SHARE DONG! KIRIM KE TIKTOK, IG, TWITTER, FB, DLL
HAPPY READING
⚠️⚠️⚠️⚠️
Cantikku♡
Arsa
Mau kencan denganku?
Arsalan terjatuh dari tempat tidurnya dan mengucek matanya. Dia terdiam sesaat kemudian menampar wajahnya. "Oh wow!" Pemuda itu segera berlari ke kamar mandi dan bersiap-siap. Padahal hari minggu ini Arsalan berniat pergi menemui kakeknya namun dia akan menundanya. Lagipula Pak tua itu tidak akan keberatan. Otaknya yang berisi cucu, cucu, dan cucu pasti akan senang jika melihat kabar ini dari mata-matanya. Arsalan tersenyum lebar dan menatap kaca di depannya. "Aluna, mengajakku? Kencan? Tunggu, ini bukan kerjaan Allen kan?" Arsalan menggelengkan kepalanya. "Tidak. Si bodoh itu lebih suka memanggilku dengan bajingan ketimbang Arsa."
Arsalan bergegas keluar setelah merasa dia sudah wangi, segar, dan sempurna. Dompetnya sudah ia isi dengan banyak uang lembaran dan juga kartu. Aluna itu gadis yang aneh. Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan nanti jadi dia harus bersiap-siap untuk segala kemungkinan.
Anton yang melihat kepergian Tuan Mudanya yang tersenyum lebar bergidik ngeri. Dia lebih suka menunduk dibanding melihat Arsalan yang sedang memilih mobil untuk dia bawa. Sebenarnya bisa saja Arsalan membawa motor kesayangannya tapi bagaimana jika Aluna memakai rok pendek? Bukankah itu hanya mempertontonkan asetnya? Tidak bisa seperti itu. Tatapannya jatuh pada mobil Jeep Everest warna hitam.
Arsalan menarik napas panjang sebelum akhirnya mengetuk pintu rumah Aluna. Dia membenahi tampilannya dan tersenyum ketika mendengar suara pintu dibuka. Tetapi senyumannya lenyap ketika melihat wajah songong Allen terpampang di depannya. Allen masih mengenakan celana pendek bermotif kartun legendaris SpongeBob warna kuning dan kaos putih bergambar boneka beruang besar hasil kado ulang tahun dari temannya tahun lalu. Pemuda itu bersandar di pintu dan menatap tajam Arsalan. "Mau apa kau ke sini?"
"Siapa yang datang, Allen?" teriak Helena dari dalam.
"Orang gila, Bu." Allen mengibaskan tangannya. "Sana pergi! Kehadiranmu tidak diterima di sini."
Allen tersungkur ke depan karena Arsalan minggir ketika Aluna menendangnya dari belakang. "Si bodoh! Kau mau mati hah?" teriak Allen galak tetapi dia langsung bungkam saat Aluna memberikan jari tengahnya pada pemuda itu.
"Ayo masuk saja." Aluna menyeret Arsalan kemudian menutup pintu membiarkan Allen yang mencak-cak sambil membersihkan debu di tubuhnya. "Ibu, ini Arsalan."
Helena yang sedang di dapur dengan cepat menghampiri Arsalan. "Astaga, jadi kau yang namanya Arsalan. Wah, tampan juga. Pantas saja Aluna menangisimu semalaman."
"Ibu," tegur Aluna ketika Helena menceritakan kejadian tadi malam.
"Apa? Bukannya kamu sendiri yang bilang?"
Aluna menghela napas panjang. "Aku akan mengambil tasku sebentar."
Arsalan sendiri memasang wajah kaku ketika Aluna meninggalkannya sendirian dengan Helena. "Ah, tante. Ini--" Baru saja Arsalan akan memberikan barang bawaannya pada Helena, tetapi Allen menyerobot dan membawanya ke meja makan. Helena mendelik pada Allen namun pemuda itu malah mengacungkan jempolnya ke udara.
"Aduh, maafkan anak tante ya Ar. Kelakuannya memang kadang agak kurang"
"Iya, tidak apa-apa tante."
KAMU SEDANG MEMBACA
Beware of The Villain
Ficção AdolescenteFOLLOW AKUN SAYA SEBELUM BACA ❤️ BACA AJA DULU SAMPE 10 CHAPTER! NOTE : DIALOG DAN NARASI PAKAI BAHASA BAKU. ---- Sena lebih suka bercengkerama dengan karakter fiktif penuh akan drama dalam buku novel dibandingkan bersitatap dengan manusia nyata...
