°
°
°
°
°
"Afra, Lo di panggil Bu Syifa tuh, buat ke kantor guru."
Jisung yang sedang sibuk menulis catatannya segera menoleh ketika melihat sahabatnya—Haechan—datang dan memberi taunya kalau sang wali kelas memanggil dirinya.
"Bu Syifa manggil? Lah, kenapa dah?"
"Loh kok nanya? Ya gue mana tau anjrit."
"Yaudah gue kesana—eh, nih bantuin gue lanjutin catetan gue ya?"
"Eh sialan—kok nyuruh sih kambing?"
"Yaelah, Sat. Gitu amat sama temen, bantuin nyalin ya? dikit lagi itu. Ntar gue traktir mie ayam—"
"Mekdi dong"
Jisung kemudian berdecak kesal, temannya sangat ngelunjak.
"Yaudah kapan-kapan."
"Bangsat lo."
Haechan mengacungkan jari tengahnya pada Jisung yang mana hanya di tanggapi tawa lepas oleh pemuda berwajah serupa tupai itu.
"Sayang Satria~ NGAHAHAHAHA!"
Dan setelahnya Jisung melenggang pergi begitu saja, meninggalkan Haechan yang hanya menggerutu kesal akibat tingkah sahabat bangsatnya itu.
Jisung berjalan santai menuju kantor guru, tepatnya ke ruangan sang wali kelas berada. Sesekali ia akan menyapa beberapa temannya yang ia kenal ketika melewati setiap lorong sekolah.
Jisung adalah murid yang cukup di kenal oleh beberapa siswa lain serta guru karna sikap humble dan sopannya—meskipun terkadang ia suka bertingkah menyebalkan di hadapan teman-temannya. Di tambah, dia itu merupakan adik dari seorang pentolan sekolah—Minho namanya.
Siapa yang tak kenal dengan sosok preman begundal seperti Minho? Jelas semua warga sekolah sudah sangat tau sosok preman sekolahan itu, yang menjadi langganan masuk ruang konseling.
Yeah, Jisung merupakan adik dari Minho, namun anehnya sikap keduanya sangat bertolak belakang. Keduanya bagaikan langit dan bumi, sangat berbeda.
Awalnya pun banyak yang tak percaya kalau Jisung adik dari si pentolan sekolah, namun saat sekolah mengadakan pertemuan orang tua di sekolah, barulah terbukti sudah kalau Jisung dan Minho memang bersaudara.
Sejak saat itu, Jisung jadi lebih disegani, bahkan mungkin beberapa preman kelas teri di sekolah pun tidak ada yang berani mengganggunya. Pasalnya, jika berani mencari gara-gara dengan Jisung, ia akan berhadapan langsung dengan Minho.
Jika dilihat, bukankah itu terlihat keren? Orang lain mungkin akan berpikir begitu. Dan mereka akan merasa seperti di perlakukan bagaikan ratu di sekolah.
Tapi tidak begitu yang Jisung rasakan, karna Jisung bukan tipe orang yang gila akan kehormatan ataupun semacamnya. Maka dari itu, Jisung lebih sering mengomeli Minho jika laki-laki itu bertingkah posesif padanya, bahkan Jisung tidak akan segan-segan memukuli Minho jika kakaknya itu bersikap berlebihan jika di sekolah atau bahkan sampai menakuti teman-temannya.
Jisung tidak suka, ia lebih suka menjalani hidup normal seperti yang lainnya. Sebagai siswa biasa tanpa pernah terlibat masalah apapun yang menjelekan namanya.
—tok tok tok.
"Permisi, Bu syifa manggil saya?"
"Oh? Afra, iya ibu manggil kamu karna ibu mau ngasih pengumuman sama kamu."
"Pengumuman soal apa Bu?"
"Hari ini ada pelajaran sosio kan di jam kedua?" Jisung mengangguk, sebagai bentuk respon untuk pertanyaan wali kelasnya. "Nanti tolong kasih tau temen-temen kamu di kelas, ibu gak bisa masuk buat ngajar dulu. Soalnya ibu ada urusan nanti. Sebagai gantinya, nanti ibu kasih tugas buat ngerjain soal di buku paket."
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect || Seungsung
Fanfiction||Seungmin & Jisung ft. Minho|| "Diantara kita, cuman Lo yang sempurna. Lo terlalu sempurna buat gue yang punya banyak kecacatan." -Guardian Seungmin Antares. Cover by yougi:) [Warn] Bxb! Seungsung area Seungmin X Jisung dom! Seungmin bott! Jisung c...
