√25=5

705 101 4
                                        

°
°
°
°
°
°
Brak!

"Anjing!—bangsat Lo Ian! Untung jantung gue gak minta loncat dari tempatnya trus pergi ninggalin gue kayak doi." Ucap Jeno sambil mengusap dadanya akibat terkejut. "Lo kalo masuk bisa salam atau ngetok pintu dulu gak sih?! Ngagetin aja Lo anjing."

"Sorry Vin, udah kebiasaan. Ntar kalo gue ngucap salam setan disini pada kabur. Ntar tempatnya jadi gak serem lagi."

"Gak tau deh, gue bingung sama jalan pikiran Lo."

Seungmin melempar asal tas nya kearah Sofa yang terlihat sedikit kumuh. Lalu setelahnya iapun mendudukan dirinya disana sembari menghela nafas sejenak.

"Si Eric mana? Dia gak kesini?" Tanya Seungmin ketika melihat ada satu temannya yang tidak hadir—Eric orangnya.

"Absen dulu, katanya ada urusan sama papahnya, gak tau dah apaan." Sahut Jeno.

"Sok sibuk dia mah." Sahut Jaemin.

Seungmin hanya mengangguk singkat, sebelum akhirnya benar-benar merebahkan dirinya diatas sofa tersebut.

Saat ini Seungmin sedang berada di basecamp nya, basecamp miliknya bersama dengan teman-temannya—Jeno, Jaemin, Hyunjin, Eric, dan Jihoon.

Mereka merupakan satu komplotan preman sekolahan. Hanya saja beberapa dari mereka ada yang satu sekolah ada yang tidak. Contohnya Seungmin, Hyunjin, Jeno dan Jaemin, keempatnya satu sekolah. Beda lagi dengan Eric dan Jihoon, mereka berasal dari sekolah yang berbeda.

Namun meskipun begitu, pertemanan mereka masih tetap berlanjut, dan buktinya bertahan hingga sejauh ini. Itu semua berkat hal-hal yang mereka sukai memiliki kesamaan satu sama lain. Gunanya memiliki teman yang sama-sama punya kesukaan yang sama akan berdampak dengan hubungan pertemanan mereka yang awet.

"Oy Ian!"

Hyunjin memanggil, yang mana hanya di balas dengungan malas dari Seungmin.

"Nanti malem Lo jadi tanding balap kan? si Zefran ngechat gue Mulu, bilangnya dia mau ngajak tanding sama lo."

Mendengar itu, sontak Seungmin segera mengalihkan atensinya pada Hyunjin yang juga sibuk bermain game dengan Jihoon.

"Jadiin aja lah."

"Kayaknya itu anak ngebet banget pengen tanding sama Lo, Ian. Masih kesel kali pas Minggu kemaren Lo kalahin telak—bangsat Dion! Lo cupu anjir maennya pake cara licik!"

"Gak licik, gak asik. Ngahahaha."

Jihoon mengumpat, sedangkan Hyunjin sibuk tertawa, menertawakan Jihoon karna kalah bermain game dengannya.

"Gue sih hayo aja tanding sama dia, tapi bilangin ke Zefran, kalo kali ini dia kalah, jangan minta tanding ulang lagi gitu."

"Kenapa emang?"

"Bosen nanti gue menang Mulu." Ucap Seungmin dengan nada yang terkesan remeh.

"Banyak gaya Lo mentang-mentang udah pro." Celetuk Jaemin.

"Yoi lah."

"By the way Ian, Lo udah balikin Handphone punya adeknya si Aksa?" Tanya Hyunjin.

Omong-omong, Hyunjin Baru tau kalau handphone yang kemarin dibawa Seungmin itu adalah milik adiknya Minho. Ia tau itu karna Seungmin sendiri yang cerita setelah insiden baku hantam terjadi di kantin.

"Udah, kemaren." Jawab Seungmin singkat.

"Sumpah ya, Lo iseng banget anjrit segala bilang handphone punya dia Lo jual. Kan jadinya ribut Lo berdua sama Aksa."

Perfect || Seungsung Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang