•
•
•
•
•
•
Sudah beberapa hari telah berlalu, baik Jisung maupun Seungmin—keduanya kini sudah bisa menjalani hubungan asmara dengan tenang.
Tenang dalam artian, dari pihak keluarga Seungmin—papah nya—serta dari pihak keluarga Jisung—kakaknya—sudah bisa menerima hubungan keduanya dengan sangat baik.
Jisung amat sangat bersyukur saat mengetahui bahwa papahnya Seungmin kini sudah menerima kehadirannya. Terlebih saat Seungmin berkata bahwa konflik antara Seungmin dan papahnya pun kini sudah mulai mereda.
Pada akhirnya ayah dan anak itu juga akan berdamai kelak, meruntuhkan setiap ego masing-masing, dan Jisung rasa keduanya sudah mulai belajar untuk saling menghargai saat ini.
Jisung senang, teramat senang malahan. Ia harap kedepannya hubungan Seungmin dengan kedua orang tuanya akan terus membaik, bahkan lebih baik.
Dan semua drama yang telah terjadi selama ini, kini resmi selesai. Keduanya tak perlu lagi merasa khawatir akan gangguan dalam hubungan asmara mereka.
Jisung kira, perjalan cintanya dengan Seungmin akan sangat sulit—walaupun pada kenyataannya memang begitu—Tapi siapa sangka, ketika mereka menghadapi segalanya bersama, tanpa mereka sadari segala macam tantangan dengan mudah mereka lewati.
Bagaimana kalau seandainya saat itu Jisung tak mampu bertahan bersama Seungmin? Atau Seandainya Jisung memutuskan untuk pergi dikala ia mengetahui akan ketidak setujuan orang tua Seungmin mengenai hubungan mereka diawal, akankah hingga detik ini mereka akan tetap bersama?
Atau justru tetap berpisah?
Apakah Jisung kuat menjalani hidup tanpa Seungmin di sampingnya?
Yang kita tau sejak awal, bahwa cinta Seungmin pada Jisung memang sangatlah besar. Tapi pada kenyataannya cinta Jisung jauh lebih besar untuk Seungmin sendiri...
Jisung sangat mencintai Seungmin, bahkan lebih dari yang Seungmin kira...
"Ra...? Hey, Afra?"
Jisung merasa tersentak ketika merasakan ada cubitan halus di pipi gembilnya. Membuatnya sedikit merengut tak suka pada sang pelaku. "Apa sih? Kok tiba-tiba dicubit?"
"Abisnya lo bengong dari tadi, mana sambil ngeliatin gue sampe segitunya. Kenapa sih? Lo terpesona sama kegantengan gue, ya?"
Jisung tak langsung menjawab, ia justru langsung merangkul lengan kekasihnya dengan begitu mesra sembari tersenyum cerah. "Iyaaa~lo ganteng banget, iaan~pokoknya hari ini pacar gue keliatan ganteeeeeeng banget! Hehe~"
Harusnya sih, siapapun yang mendengar pujian manis yang terlontar dari belah bibir kekasihnya, pasti akan langsung loncat kegirangan.
Tapi Seungmin? Pemuda itu justru nampak mengernyit bingung, lalu membawa Jisung untuk berdiri menghadapnya dan ditatap wajah lucu kekasihnya dengan kebingungan.
"Ini agak aneh..... Tiba-tiba banget lo puji gue?"
"Loh? Emang kenapa?" Tanya balik Jisung, senyumnya yang nampak cerah tadi, kini berubah menjadi raut wajah sedih. "Lo gak suka ya gue puji gitu? Eung?"
Demi Tuhan dibandingkan dengan senyum manis Jisung, nyatanya raut wajah melas Jisung itu jauuuuuh lebih mematikan untuk jantung Seungmin.
ASTAGA LUCU SEKALI, PACAR SIAPA INI SEBENARNYA???
Bukan, bukan Seungmin tak suka mendengar pujian Jisung padanya tadi. Dirinya sangat suka! SUKA SEKALI MALAHAN!
Hanya saja, ini terlalu tiba-tiba bung! Seungmin kan belum menyiapkan serangan balik!
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect || Seungsung
Fanfiction||Seungmin & Jisung ft. Minho|| "Diantara kita, cuman Lo yang sempurna. Lo terlalu sempurna buat gue yang punya banyak kecacatan." -Guardian Seungmin Antares. Cover by yougi:) [Warn] Bxb! Seungsung area Seungmin X Jisung dom! Seungmin bott! Jisung c...
