30+1=31

468 63 24
                                        

°
°
°
°
°
°

[Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, mohon untuk—]

PIP!

"Argh! Sialan!"

Seungmin meruntuk kesal sembari melempar dengan asal Handphone miliknya itu.

Lelaki itu sedikit menggerang frustasi saat ini. Sudah berkali-kali dirinya mengirim pesan juga menelfon Jisung hanya untuk sekedar menjelaskan semuanya, tapi rupanya kekasihnya itu masih enggan untuk mendengarkan dirinya.

Di tambah kini Minho sudah benar-benar membatasi dirinya supaya tidak bertemu dengan Jisung lagi. Ini membuat semuanya menjadi lebih sulit untuk Seungmin Sendiri.

"Hhhh....gue harus gimana lagi sekarang?" Gumamnya pelan seraya meratapi nasib.

puk!

"Yo, bro! Masih mikirin soal Afra lagi?"

Seungmin sedikit menoleh pada sosok yang baru saja datang dan duduk di sampingnya itu.

"Masih lah. Masalah gue sama dia belum kelar, ric. "

Eric sedikit menyesap puntung rokoknya saat ini, lalu mendesah panjang melihat sefrustasi apa Seungmin saat ini. Sejujurnya baru ini ia melihat Seungmin begitu frustasi karna seseorang.

Padahal dulu saat Seungmin pernah kalah dalam balapan saja, lelaki itu tidak pernah sefrustasi ini.

Seungmin benar-benar berubah setelah mengenal Jisung juga perasaannya pada pemuda manis itu.

"Udah bro, jangan terlalu mikirin banget. Nanti bikin Lo stres."

"Gue udah stres kayaknya.."

"Stres sih stres aja, tapi jangan kayak orang kehilangan semangat hidup lah!" Ucap Jihoon yang tiba-tiba saja menyahut, tak lupa lelaki itu pun melemparkan sebuah minuman kaleng untuk Seungmin.

"Udahlah, Ian. Lo mending lupain dulu sebentar soal hubungan Lo sama Afra. Gue tau, gue gak pinter soal masalah percintaan, tapi kayaknya mending Lo jangan ganggu Afra dulu. Mungkin perasaan dia masih syok sama Lo, jadi biarin dia nenangin dirinya aja dulu." Sambung Jihoon.

"Nah, bener tuh kata si Fauzan. Sekarang masalah Lo sama Afra lagi memanas banget, jadi biar tenangin diri masing-masing aja." Timpal Eric.

Sedangkan Seungmin hanya bisa memijit pelipisnya saja, sebenarnya ucapan kedua temannya tak salah sih, tapi tetap saja Seungmin masih kepikiran soal Jisung. Ia tak bisa melupakan kekasihnya itu baranh sejenak.

"Hhhh...tetep aja gue masih kepikiran."

"Gini deh, gimana kalo nanti malem Lo terjun aja lagi balapan. Kata si Iqbal, Gibran mau nantangin Lo balapan lagi." Ucap Jihoon.

"Balapan? Gue gak yakin itu opsi yang bagus, Zan."

"Yaelah, Ian. Lo udah lama Lo gak terjun balapan. Ayolah, itung-itung sedikit ngelupain masalah Lo sama Afra ini." Bujuk Eric.

"Ada taruhannya?"

"Jelas ada lah."

"Apa?"

Jihoon menyeringai tipis, sebelum setelahnya ia membisikan sesuatu pada Seungmin hingga membuat lelaki itu ikut menyeringai.

"Oke, gue terjun malem ini."

Dan Jihoon tak bisa lagi menahan senyum puasnya saat ini.

••🐿️🐶••

Hari sudah berganti malam. Seungmin benar-benar datang ke arena balapan bersama dengan beberapa teman-temannya—Jihoon, Eric, jaemin juga Hyunjin.

Lelaki itu sudah mempersiapkan segala hal untuk balapan kali ini. Jujur ini memang cukup menyenangkan untuk Seungmin, sudah lama ia tak terjun lagi ke dunia balap liar karena untuk mengejar Jisung.

Perfect || Seungsung Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang