10. Devils Anger & Virginity (18+)

33.3K 566 4
                                        


"Cheerss" Ting suara kedua gelas kaca yang berhantaman.

Club sedang tidak terlalu ramai, tidakada kerumunan gila yang akan mengacaukan segala lantai dansa serta pria-pria mabuk yang mengganggu, hanya ada orang-orang yang sepertinya membutuhkan sedikit kesenangan akibat lelah atau stress yang melanda, mungkin.

"Apa kau menikmatinya?" Tanya Cassy.

"Kinda"

"Ayolah lupakan sejenak tentang kontrak sialan itu" Cassy yang masih berjoget ria menikmati alunan musik yang tolol.

Elli hanya meneguk vodka dengan kasar.

"Sudah aku menyerah- Ada hal yang bisa aku bantu hah?" Ketus Cassy.

"Shut up"

"Okay girl, you better start talking instead of drinking-" Menarik gelas dari tanganku. "this stupid vodka"

"Diamlah Cas"

"Jelaskan kepadaku apa masalahmu!"

"Apa ini perihal kedua bosmu lagi?" Tanya Cassy.

Elli mengangguk pelan.

Cassy menghela napasnya pelan lalu mengusap punggung tangan Elli. "Aku yakin kau bisa mengatasinya El"

"Kuharap"

"Ya, tapi aku tidak yakin bagimana kau bisa mencari dana untuk membayar denda sebesar itu"

"Aku tahu Cas" Lirih Elli.

"Oh tuhan" Cassy langsung memeluk tubuh Elli dari samping. "Tidak apa-apa El, kau tau? club bukanlah tempat untukmu menangis"

Elli terkekeh. "I'm not crying bitch"

"Bagus kau tau sebaiknya kau bersenang-senang hari ini"

"Seperti apa?"

"Are you still a virgin?"

"What the fuck are you trying to say?"

"Sepertinya kau harus melepaskan keperawanan mu malam ini"

"Kurasa itu tidak akan memecahkan masalah" Ujar Elli terkekeh.

"Hei, kau harus tau bahwa seks dapat menyelesaikan masalah"

Elli memutar bola matanya. "Whatever"

"Hey lihat pria itu"

Elli langsung mengarahkan tatapannya ke arah dimana Cassy sepertinya sedang menunjuk sesuatu.

Terlihat disana ada pria menggunakan kemeja kotak-kotak, bertubuh tegap dan sedang minum sendirian di bar.

"Lalu?" Tanya Elli

"Godalah pria itu, kuyakij dia akan langsung membawamu ke ranjang"

"Bagaimana kau bisa tau?"

"Uh whatever, apa kau pura-pura tidak tahu bila kau adalah yang tercantik disini sehingga banyka pria hidung belang melirikmu sedari tadi-kecuali pria itu"

"Thanks"

"You'rer welcome, sekarang pergilah dan semoga berhasil"

"Bitch" Setelah itu Elli pergi menghampiri pria berkemaja kotak-kotak tersebut.

Elli langsung mengambil kursi tepat di sebelah pria tersebut.

"1 Tequila please" Ucapnya kepada bartender.

"Kau suka tequila? menarik"

Elli berdehem. "Yea"

"Kau disini sendirian?"

Ours (Knight #1)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang