"Titipkan salamku pada anak-anak"
"Of course.... Take care ok?"
"Ya, kakak tidak perlu khawatir"
"Aku akan ada meeting sebentar lagi, aku tutup telefonnya"
Elli tidak membalas, lalu beberapa detik kemudian telfon terputus. Wanita itu menghela napasnya kasar dan memilih merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.
Ia meraba jenjang lehernya, mengelusnya dengan lembut. Sialan memang, seluruh tubuhnya remuk rasanya, lehernya yang mulus itu kini penuh dengan bekas kemerahan yang diciptakan dua bajingan itu.
Wanita itu memejamkan matanya kasar. Sejenak ia berpikir, kapan ini akan berakhir?. Trauma yang ia alami masih tak kunjung hilang.
Tiap hari ia selalu berusaha menutupi kenyataan bahwa tubuhnya bergetar, berdesir, atau ketakutan tiap mereka menyentuhnya. Namun sialnya, dia harus tetap melakukan ini demi seluruh rencananya bersama Eldian berjalan lancar.
Berusaha menjadi pelacur tidaklah buruk jika kedepannya akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Seringai terlukis di wajahnya yang cantik jelita.
"Halo Javier" Sapanya pada ponsel yang ia genggam.
"Ada apa sayang? tidak biasanya kau menelfonku saat bekerja, kau merindukanku?"
"Apa aku dilarang untuk merindukanmu?"
"Tentu tidak, lalu kenapa kau menelfonku hm?"
"Umm.. " Suara Javier yang berat melalui ponsel membuatnya berdesir. "Aku sendiri dirumah ini, aku bosan"
"Bukankah kau tadi mengatakan ingin pergi?"
"Tidak jadi"
Terdengar kekehan kecil dari suara ponselnya.
"Aku akan pulang dalam 1 jam, barusan aku memiliki pertemuan pada Eldian Kairi, dia penguasa hebat, aku sedikit kagum padanya"
Jantung Elli berdetak tak karuan. Shit, kenapa sangat kebetulan?
"Sedikit?" Tanya Elli penasaran.
"Hm, hanya seseorang yang berusaha menantang Knight tapi tidak tau apa-apa tentang Knight"
Tidak. Setelah jantungnya berdetak tak karuan, Elli rasa sekarang akan meledak rasanya.
"Apa maksudmu?" Tanya Elli dengan tegang.
Javier terkekeh kecil sebagai respon.
"Kau akan paham nanti. Aku akan segera tutup telfon ini, ada beberapa dokumen yang perlu ku urus"
"Ummm.... Baiklah, jangan terlalu lelah Jav"
"Noted. Aku mencintaimu Elli"
"Ummm... ya... Cool" Elli menjawab dengan sangat gugup hingga kata-kata yang dilontarkan terbata-bata.
Elli menutup telfonnya. Seluruh tubuhnya berdesir aneh tak karuan. Apa yang terjadi?
Seakan dirinya seperti masuk kedalam permainan yang Javier serta Eden buat. Tentang Eldian, Elli berharap tidak akan ada halangan mengingat ia akan dihantui rasa bersalah apabila rencananya gagal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ours (Knight #1)
RomanceWARNING!! This is an explicit story. Eden Marvius Knight & Javier Marvius Knight Lalu Eden segera mencengkram rahang Elli dengan kuat hingga bibirnya mengerucut, lalu meludahi wajahnya. "Ini adalah perilaku pantas untuk perselingkuhan seorang gadis...
