Sekali lagi hari demi hari berlalu lalang begitu saja. Tidak seperti biasanya, hari-hari yang Elli lewati tidak lagi membosankan dan menggairahkan, melainkan diisi dengan rasa menggebu-gebu dan semangat.
Siang ini adalah waktunya.
"Hey, bisa kalian tolong ambilkan aku gelas serta sebotol wine terbaik yang kalian punya" Elli bersandar di sofa ruang tengah seperti biasa dengan kaki diatas meja. "Lakukan sekarang"
"Baik nyonya" Dengan gugup para pelayan tersebut segera mengangkat kaki dari ruangan tersebut.
"Aku penasaran apa yang mereka lakukan" Ucapnya sambil terkikik.
Elli membuka segera ponselnya lalu memantau segala pergerakan yang dilakukan kedua pria tersebut. Sepertinya mereka akan lembur hari ini.
Ekspresi wajah penuh kemenangan mulai muncul pada dirinya. Elli mendesah lega, setelah penantian yang panjang dan inilah akhirnya.
Dia tak sabar membuat Knight bertekuk lutut dihadapannya.
Meski dengan perlahan mereka sudah berhasil menjatuhkan perusahaan sebesar Knight Group, perasaan yang ganjal kerap kali muncul. Dan di satu sisi, ia merasa ini sedikit berlebihan jika untuk membalaskan dendam karena kasus penyiksaan serta pemerkosaan.
Bukankah sebaiknya ia melaporkan kepada pihak yang berwajib?
Tak lama Elli segera membuyarkan lamunannya, ia merasa mulai tak yakin pada dirinya, dan itu akan berakibat buruk. Disaat yang bersamaan, suara mobil muncul berasal dari perkarangan Mansionnya.
Elli tersenyum. Lalu tak lama, pintu mulai terbuka.
"What's good my little sister" Eldian datang dengan senyum serta nada penuh kemenangan.
"Perfect, bukankah kita team yang hebat?"
Eldian terkekeh. "Aku tak akan menangkalnya"
"Seperti yang kau lihat, pemilik mansion ini sedang sangat sibuk hari ini, dan kau sepertinya tidak datang dalam waktu yang tepat brother"
Eldian memiringkan kepalanya lalu berjalan menuju sofa. "Benarkah? tapi yang kulihat pemilik rumah ini tidak terlihat sibuk"
Elli tersenyum simpul. "Aku sedang ingin bersantai sekaligus menikmati kemenangan ini dengan meminum sebotol wine"
"Aku setuju, tapi berhati-hatilah kepada monster gila itu, bisa saja mereka memperlakukan hal yang buruk kepadamu"
Ekspresi di wajah Elli melembut, dia sangat kagum kepada kakanya yang sangat peduli dan sadar kepada hal sekecil apapun. Dia tidak menggunakan kata 'memperkosa' karena tau adiknya masih trauma dan dalam tahap penyembuhan.
Dulu saat dengar kata atau melihat sesuatu yang berhubungan dengan kejadian yang menimpanya, dirinya akan kambuh dan menjadi orang gila yang akan mengacak-acak apapun disekitarnya. Seperti dia yang melihat tali atau mendengar kata tali, setelah itu dia akan mengamuk dan merusak sekitarnya, dan saat itulah Eldian dengan sigap menanganinya dan membawanya ke terapis terbaik.
Dan sekarang dirinya sudah sangat membaik bahkan hampir sembuh, apalagi saat dia memiliki anak yang sangat ia sayangi.
"Jadi ada apa kau kesini?"
"Apa aku ditolak?"
Keduanya terkekeh. "Tumben kau datang lebih cepat" Lalu seorang pelayan pria datang mengantarkan wine dan gelas yang tadi ia pesan. "Dan aku sudah lama tak mendengar kabar Ben dan istrimu"
Eldian membuka botol wine tersebut. "Istriku sangat baik, dan beruntungnya janin yang ia miliki sangat kuat jadi aku tetap bisa melakukan seks dengan baik"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ours (Knight #1)
RomanceWARNING!! This is an explicit story. Eden Marvius Knight & Javier Marvius Knight Lalu Eden segera mencengkram rahang Elli dengan kuat hingga bibirnya mengerucut, lalu meludahi wajahnya. "Ini adalah perilaku pantas untuk perselingkuhan seorang gadis...
