"Sebaiknya kita di kamar mandi sayang" Erang Javier.
Elli mengerutkan bibirnya. "Kenapa tidak disini saja? apa kau ingin kakakmu melihat kita?"
"Salah satunya, aku suka jika Eden melihat ku saat sedang bercinta" Ujar Javier.
Elli mendongkakan kepalanya menatap Javier dengan bingung.
"Apa kalian pernah melakukannya sebelumnya?" Tanya Elli.
"Tidak, hanya dengan kau saja"
"Ohh" Elli mengangguk mengerti.
"Kau tau? dulu aku berpikir bahwa kakaku adalah seorang Aseksual"
"Aseksual?"
Javier mengangguk. "Dia tidak pernah tertarik dengan seks dlu, aku pun bingung bagaimana ia bisa tetatp menjadi perjaka hingga umur 27 tahun. Namun sekarang aku mengerti" Javier menatap Elli lekat-lekat, mengelus lembut pipi yang merah merona itu. "Ada seorang wanita yang hebat dan cantik sedang menunggunya"
"Javier! jangan menggodaku" Ucapnya dengan malu-malu.
Kemudian Javier menarik tubuh Elli, melumat bibirnya pelan dan singkat.
"Sekarang, mari kita lanjut aktivitas kita"
Javier mengecup singkat bibir Elli.
"Shall we begin?"
Elli hanya merespon dengan anggukan persetujuan. Kemudian, Javier menggendong tubub Elli yang terasa pas di kungkuhannya.
"Maaf mengganggu acara mandimu, tapi aku ingin menggunakan tempat ini" Ucap Javier saat memasuki kamar mandi yang luas itu.
Ia lihat Eden yang sedang berendam di sebuah bathup yang memiliki ukuran lumayan. Dengan mata terpejam, Eden hanya bersiul-siul dalam bathupnya, sepertinya pria itu sangat bahagia hari ini.
Javier menyalakan showernya. Ia basuh perlahan tubuh bagian atas Elli, tak lupa memberi sedikit pijatan lembut pada bagian payudara wanita itu.
"Eungh" Desah Elli.
Jari-jari nakal Javier perlahan turun hingga mencapai pada bagian paling sensitif. Di elus dengan perlahan bibir kewanitaan Elli hingga sang empunya bergerak gelisah tak karuan.
"Melakukan foreplay dengan tetesan air menghujami tubub kita, bukankah itu terasa lebih nikmat honey?" Desis Javier.
"Langsung saja Jav....eunghh" Desah Elli.
Eden dan Javier terkekeh mendengarnya. Ketidaksabaran Elli terlihat lucu di mata mereka.
"Kau benar-benar memohon hmm?" Javier mencengkram rahang Elli hingga kepalanya terlonjak kebelakang.
"Say. It."
"Please....Javier...Please fuck me now!"
"As you wish honey" Javier menggenggam kejantanannya, ia kocok sebentar lalu ia masukan ke dalam liang senggama Elli yang sudah sangat basah dengan kasar.
"Awwh....uhhh"
"Do you feel it huh?" Desis Javier.
Javier mulai mencium leher wanita itu dengan tangannya menggeraya memainkan payudara serta klitoris secara bersamaan. Javier memompa dengan tempo yang tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.
"Mmhhphmm....it feels good" Racau Elli.
"Feels good hm?"
"Yess!"
Javier memompanya semakin cepat dan cepat. "You want me to go faster honey?"
"Yes...mmmph"
"Words!" Javier berhenti sejenak, sengaja untuk membuat Elli frustasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ours (Knight #1)
RomanceWARNING!! This is an explicit story. Eden Marvius Knight & Javier Marvius Knight Lalu Eden segera mencengkram rahang Elli dengan kuat hingga bibirnya mengerucut, lalu meludahi wajahnya. "Ini adalah perilaku pantas untuk perselingkuhan seorang gadis...
