Hai semuanya!!!!
Jangan lupa vote dan coment yaa!!
Aku tunggu coment dari kalian yang selalu menambah mood aku buat nulis!!!
*
*
*
Happy Reading!!
Setelah pulang dari sekolah Zila langsung merebahkan dirinya di atas kasur. Menatap langit-langit kamarnya. Tanpa disadari, senyumnya mengembang di bibir.
"Anggatha" ucap Zila lirih dengan tersenyum.
"Nyebelin sih, tapi...."
"Gue bingung sama sikap lo Tha" ucap Zila menatap datar langit-langit kamar diakhiri kekehannya.
"Lo kadang baik sama gue, tapi kadang lo juga nyebelin" Zila menghela nafasnya kasar.
"Nggak! Nggak! Lo nggak boleh baper sama Anggatha!" Ucap Zila melambaikan tangan di depan wajah.
"Gue harus bisa buat tameng, pokoknya gue nggak boleh baper sama dia!"
"Bagaimanapun sikap dia, gue nggak boleh dan nggak bakal baper"
"Ingat! Lo bukan siapa-siapa dia! Dan dia juga bukan siapa-siapa lo!"
Drrrtt drrrtt drrrtt
Suara ponsel mengalihkan perhatian Zila. Gadis itu bangkit dari tidurnya dan berjalan mengambil ponselnya yang berada di dalam tas. Melihat siapa yang menelfonnya.
"Kak Devan? Ada apa nelfon gue?" Ucap Zila mengernyitkan dahinya ketika melihat nama Devan yang tertera di layar ponselnya. Zila menggeser tombol hijau dan mendekat ponselnya ke telinga.
"Halo?" Terdengar suara Devan di seberang sana.
"Halo kak, ada apa?"
"Kamu sibuk nggak?"
"Nggak, baru aja pulang sekolah. Ada apa ya kak?"
"Oke, kalau gitu gue jemput tiga puluh menit lagi, sekarang lo siap-siap"
"Mau kemana?"
"Udah siap-siap aja, kita jalan-jalan"
"Oke, ya udah aku tutup dulu ya kak aku mau siap-siap dulu"
"Iya, jangan lupa dandan yang cantik Zil" ucap Devan di seberang sana diakhiri dengan kekehannya.
"Siap bos" ucap Zila yang juga ikut terkekeh.
Tutt
Zila memutuskan sambungan tersebut dan meletakkan ponselnya di atas nakas. Sekarang gadis itu akan mandi dan bersiap-siap. Zila sangat senang karena diajak jalan-jalan oleh Devan.
••••••
Di tempat lain, saat ini Anggatha baru saja sampai di basecamp. Laki-laki itu baru saja pulang dari makam bundanya dan langsung menuju basecamp.
Anggatha turun dari motor dan melepas helm full face yang ia kenakan. Berjalan dengan gontai masuk ke dalam basecamp. Terlihat anak Arvagos sudah siap di tempat, termasuk dengan ketiga sahabatnya. Karena hari ini mereka bersiap-siap untuk acara besok.
"Assalamu'alaikum" ucap Anggatha mengalihkan perhatian semua anak Arvagos yang ada di dalam.
"Wa'alaikumsalam"
"Kenapa lo lemes banget?" Tanya Jefri kepada Anggatha yang duduk di sampingnya.
"Gue hampir nabrak mobil orang" ucap Anggatha menyenderkan kepalanya di kursi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGGATHA
Fiksi RemajaAnggatha Malviano, atau biasa dipanggil Anggatha. Merupakan Ketua Arvagos yang disegani oleh semua murid SMA Garuda. Keberanian, rasa solidaritas dan rasa tanggung jawab yang besar. Membuat dirinya dipilih untuk menjadi ketua. Ketua geng motor yang...
