4. Basecamp Arvagos

3.8K 141 2
                                        

Jam pelajaran sudah selesai seluruh siswa berlarian keluar kelas. Termasuk dengan Anggatha CS. Mereka berempat saat ini sedang berada di parkiran. Seperti biasanya, hanya sekedar bercanda sebelum pulang ke rumah masing-masing.

"Anggatha!" Suara bariton Silvia membuat Anggatha dan ketiga sahabatnya menoleh. Silvia berjalan menghampiri mereka berempat yang sedang duduk di atas motor.

"Gue gak bawa mobil, gue pulang bareng sama lo ya?"

"Vini? Risa? Lo bisa nebeng sama mereka" ucap Anggatha dengan datar malas berurusan dengan Silvia.

"Mereka udah pulang duluan, boleh ya gue bareng lo?" Anggatha terdiam sejenak menatap Silvia, berharap ada seseorang yang bisa membantunya.

Manik mata Anggatha tertuju pada salah satu siswi yang berjalan bersama temannya. Tanpa ba-bi-bu lagi, Anggatha turun dari motornya dan menghampiri siswi tersebut.

"Zil, Anggatha ngapain nyamperin kita?" Tanya Syifa kepada Zila dengan berbisik yang berdiri di sampingnya. Menatap Anggatha yang berjalan mendekat ke arah mereka.

"Mana gue tau" Zila mengedikkan bahunya.

"Ikut gue sekarang" Anggatha menarik tangan Zila saat sudah berdiri di samping gadis itu.

"Eh, lepasin!"

"Tepati janji lo, ikut gue sekarang!"

"Iya bentar, jangan main narik dong sakit tau nggak"

Syifa menetap Zila aneh, bingung dengan situasi saat ini yang sedang terjadi. Zila menghela nafasnya lalu berkata, "nanti gue jelasin. Lo pulang duluan aja, gue bisa naik taksi"

"Beneran nggak papa?" Syifa melirik Anggatha sekilas dan kembali menatap sahabatnya. Zila mengangguk dengan tersenyum, menyakinkan jika dirinya akan baik baik saja.

"Oke, ya udah gue duluan, kalau ada apa apa langsung hubungi gue" Zila menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan sahabatnya. Syifa berjalan pulang meninggalkan Zila dan Anggtha yang masih berdiri di tempat.

"Udah kan? Ikut gue sekarang" Anggatha kembali menarik tangan mungil Zila.

"Iya sabar, mau kemana sih?"

Anggatha tidak menanggapi pertanyaan Zila. Anggatha terus menarik tangan Zila menghampiri ketiga sahabatnya dan juga Silvia yang berdiri tidak jauh dari mereka.

"Gue nggak bisa antar lo pulang, gue ada janji sama Zila" kata Anggatha yang masih setia menggenggam tangan Zila tepat di depan Silvia. Seketika Adre, Jefri dan Silvia membulatkan matanya terkejut. Tumben sekali ketua Arvagos ini janjian bersama cewek.

"Heyy?" Zila menatap bingung Anggatha yang berdiri di sampingnya. Dirinya tidak memiliki janji untuk pergi bersama Anggatha.

Silvia menatap Zila dengan tatapan tidak suka ketika Anggtha mengucapkan kalimat barusan dan terus menggenggam tangan Zila.

"Ya udah gak papa, gue bisa naik taksi" Silvia mengembangkan senyumnya menatap Anggatha.

Anggatha tidak menghiraukan ucapan Silvia. Dirinya terus menarik tangan Zila berjalan ke arah motornya. Anggatha naik ke atas motor dan menggunakan helm full face miliknya.

"Naik!" Ucap Anggatha ketika melihat tidak ada pergerakan dari gadis yang berdiri di sampingnya.

Zila menatap Anggatha dengan bingung. Kenapa dirinya harus ikut naik motor. Bukannya urusan mereka sudah selesai.

"Tepati janji lo, turuti semua permintaan gue!" Anggatha menatap Zila dengan tajam, bertanda dirinya sedang serius.

"Nggak mau, permintaan macam apa seperti itu?"

ANGGATHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang