Sesuai perkataan ku, hari ini aku up doble nih
Kalian jangan lupa vote dan coment yaa!!
Masa udah dapat part dobel gak mau vote dan coment hm?
Hehe, agak maksa gengs >_<
Jangan lupa vote dan coment!!!
*
*
*
Happy Reading!!!
Seorang anak tidak membutuhkan harta yang melimpah, tetapi kasih sayang yang cukup dan yang benar-benar tulus.
- Anggatha Malviano
Keluarga Ardi saat ini sedang melaksanakan makan malam. Suasana sangat tenang menghiasi ruangan tersebut. Hanya detingan sendok yang terdengar.
"Pa dapat surat dari sekolah" ucap Anggatha setelah selesai makan dan memberikan amplop berwarna putih kepada Ardi.
"Surat apa?" Ardi mengambil amplop tersebut dan mulai membukanya.
"Pa Nathan ijin mau keluar" pamit Nathan mengalihkan perhatian Ardi.
"Iya, keluar saja sepuas kamu sebelum kamu kembali lagi ke Jerman"
"Ya udah kalau gitu Nathan mau berangkat sekarang, takutnya nanti kemalaman"
"Nathan pergi dulu pa ma" Nathan mencium punggung tangan Ardi dan Nita berganti lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
"Gatha juga mau keluar" Anggatha bangkit dari duduknya berniat untuk pergi.
"Nggak, kamu nggak boleh pergi" ucap Ardi dengan tegas menghentikan pergerakan Anggatha.
"Kenapa? Bang Nathan juga keluar?"
"Masih tanya kenapa? Lihat ini! Kamu sudah bolos selama lima hari! Kamu kemana saja setiap hari?" Ardi Menunjukkan kertas yang diberikan Anggatha tadi.
"Apa peduli papa sama apa yang Gatha lakukan? Biasanya papa juga nggak peduli kan" Anggatha tersenyum miring. Ardi menatap Anggatha tajam dan berjalan mendekat ke arahnya.
Plakk
Ardi menampar Anggatha membuat sang empu menoleh. Lagi dan lagi Anggatha merasakan perihnya tamparan papanya. Anggatha memegang pipinya dan tersenyum miring menatap Ardi.
"Sudah berapa kali papa bilang sama kamu! Jaga sikap Anggatha!" Anggatha hanya menatap Ardi datar. Mengepalkan tangannya memendam emosinya.
"Iya, SMA Garuda memang milik papa, tapi bukan berarti kamu bebas seenaknya keluar masuk sekolah!"
"Sudah tahu kalau sekolah milik keluarga, seharusnya kamu jaga sikap! Bawa nama baik keluarga bukan buat onar yang nggak bermanfaat itu!"
"Gatha tau itu memang itu nggak bermanfaat, tapi dengan begitu Gatha bisa merasakan perhatian yang nggak pernah Gatha rasakan di rumah ini! Ralat, bukan rumah tapi neraka" ucap Anggatha diakhiri dengan kekehannya.
"Kurang perhatian apa lagi kamu di rumah ini? Setiap hari papa udah kasih uang kamu sepuluh juta, masih kurang lagi?"
"Cih, uang?" Anggatha tersenyum miring lalu berkata, "Gatha nggak butuh uang papa!" Uacap Anggatha penuh penekanan dan menatap tajam Ardi.
"Terus apa mau kamu kalau bukan uang?"
"Papa memang udah nggak sayang sama Gatha! Lebih baik Gatha mati aja pa! Gatha udah nggak berguna lagi buat hidup"
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGGATHA
Novela JuvenilAnggatha Malviano, atau biasa dipanggil Anggatha. Merupakan Ketua Arvagos yang disegani oleh semua murid SMA Garuda. Keberanian, rasa solidaritas dan rasa tanggung jawab yang besar. Membuat dirinya dipilih untuk menjadi ketua. Ketua geng motor yang...
