39. Terimakasih

1.3K 54 0
                                        

Selamat malam semuanya!!!

Masih pada nungguin kelanjutan cerita ANGGATHA nggak ni?

Sesuai dengan perkataan ku tadi, aku bakal up doble

Nggak usah berlama-lama yuk langsung baca😉

Jangan lupa vote dan coment ya!!!

Aku tunggu ketikan manis dari kalian❤️

*
*
*

Happy Reading!!

Satu hal yang tidak pernah orang lain tau. Dia selalu tersenyum, meski dunianya sedang tidak baik-baik saja.

- Rezila Priscanara

Di balik tawanya, ia sedang menyembunyikan beribu-ribu luka.

- Rama Aldinata


Kelas XII IPA 2 saat ini sedang melaksanakan ulangan harian Bahasa Indonesia. Kelas terlihat sangat sunyi karena semua fokus dengan pekerjaan masing-masing. Sedangkan Bu Riska terus mondar-mandir di depan papan mengawasi muridnya.

"Ssstt, Sat nomer lima belas apa?" Tanya Syifa berbisik kepada Satria yang duduk tidak jauh darinya.

"Belum" jawab Satria singkat tanpa menoleh ke arah Syifa.

"Ck, jangan bohong lo Sat! Cepetan Sat apa jawabannya?"

"Gue belum Syifa cantik" ucap Satria menatap Syifa dengan tersenyum.

"Jangan bohong lo Sat! Awas aja lo nanti istirahat!" ancam Syifa yang tidak dihiraukan oleh Satria. Laki-laki itu lebih memilih untuk melanjutkan aktivitasnya, mengerjakan soal ulangan yang sangat sulit itu.

"Syifa! Satria! Jangan contekan! Kerjakan sendiri-sendiri!" Ucap Bu Riska menatap tajam ke arah Syifa dan Satria.

"Saya nggak nyontek bu, suer" ucap Satria membela dirinya dengan mengangkat kedua jarinya.

"Diam, jangan berisik! Kembali kerjakan soal kamu, sebentar lagi dikumpulkan" ucap Bu Riska melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.

"Iya bu" ucap Satria pasrah dan kembali menatap kertas yang berada di atas mejanya.

"Hahaha, mampus lo!" ucap Syifa dengan tertawa pelan mengejek Satria.

"Ck, gara-gara lo tau nggak"

"Makanya jadi orang jangan pelit, kena imbasnya kan"

"Nyenyenye" ucap Satria menatap malas Syifa.

Kelas kembali sunyi dan tenang, semua kembali fokus dengan pekerjaan masing-masing. Karena waktu sudah hampir berakhir dan ada beberapa jawaban yang belum mereka isi.

Kring... Kring... Kring...

Bel istirahat berdering dengan nyaring. Membuat semua siswa kelas XII IPA 2 kalang kabut menyelesaikan pekerjaan mereka. Dengan cepat mereka mengisi jawaban yang belum mereka jawab sebelum kertas tersebut ditarik kembali oleh Bu Riska.

"Oke, semuanya waktu sudah habis, silahkan dikumpulkan" ucap Bu Riska mengintruksikan semua siswa kelas XII IPA 2 untuk segera mengumpulkan jawaban mereka. Satu per satu mulai mengumpulkan jawaban mereka hingga terkumpul semua.

ANGGATHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang