Haii semua!!!
Aku balik lagi, xixixi
Maaf banget ya semua aku baru bisa update cerita hari ini😭🙏🏻
Maaf udah buat kalian nunggu aku lama banget
Semoga kalian masih betah ya nunggu kelanjutan cerita ANGGATHA, hehehe
i love you all!!❤️
Ya udah, ga usah berlama-lama lagi, yukkk langsung cusss!!!
Jangan lupa vote dan coment yaaa!!!
*
*
*
Happy Reading!!
Jam tangan yang melingkar di tangan gadis itu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Gadis itu sesekali mengecek ponselnya dengan wajah khawatir.
Sudah hampir setengah jam ia menunggu tetapi seseorang yang ia tunggu tidak kunjung datang juga. Langit juga mulai berubah menjadi gelap diiringi dengan suara gemuruh hujan. Membuat gadis itu semakin khawatir.
“Kemana sih Anggatha kok belum datang? Padalah cafenya kan cuma deket” ucap Zila melihat ke kanan dan ke kiri menanti kedatangan Anggatha.
“Apa gue telfon aja?”
Tanpa berbasa basi lagi Zila menghubungi Anggatha. Tetapi apa? Yang ada anggatha tidak bisa dihubungi. Nomor itu tersambung, tetapi tidak ada jawaban dari seberang sana. Kini rintik hujan mulai berebutan untuk turun ke atas tanah.
“Duh kok hujan sih” ucap Zila menatap langit yang terlihat gelap.
15 menit berlalu Anggatha juga tak kunjung datang. Membuat Zila semakin khawatir dan kebingungan di tempat. Ditambah saat ini sedang hujan, hati Zila sangat was – was takut terjadi sesuatu dengan Anggatha.
“Kemana sih tu bocah, ditelfon nggak diangkat juga” ucap Zila yang terus mencoba menghubungi Anggatha tetapi tidak ada jawaban juga darinya.
Zila kembali menatap langit yng dipenuhi degan rintik hujan. Sesekali dirinya mengusap lengannya yang terasa sedikit dinging.
Tinnn
Suara klakson mengalihkan perhatian Zila. Gadis itu mendongakkan kepalanya menatap ke arah sumber suara. Motor putih berhenti tepat di hadapannya.
“Anggatha belum datang?” Tanyanya kepada Zila. Pemilik motor tersebut adalah Jefri.
“Belum, kemana dia?” Tanya Zila berdiri mendekat ke arah Jefri.
“Dia belum ngabarin lo? Anggatha tadi nganter Bella pulang duluan, katanya HP nya mati jadi gak ada yang bisa jemput”
“Bella?” Gumam Zila dengan wajah penasarannya.
“Lo masih mau nungguin Anggatha? Hujannya udah mulai deras ini” ucap Jefri membuyarkan lamunan Zila.
“Eh, iya, bentar lagi mungkin Anggatha datang” ucap Zila menyakinkan diri.
“Ya udah gue temenin nunggu kalau gitu” ucap Jefri turun dari atas motornya.
“Nggak usah Jef, kalau lo mau pulang duluan aja nggak papa”
“Yaelah santai aja, gue juga gak tega ningalin lo sendirian di sini”
“Makasih” ucap Zila dengan tersneyum yang hanya dibalas anggukan oleh Jefri.
“Rumah Bella jauh ya Jef?” Tanya Zila ragu-ragu mengalihkan keheningan di tempat ersebut.
“Kalau itu gue nggak tau, belum pernah ke rumahnya juga” ucap Jefri yang dibalas dengan anggukan kecil oleh Zila.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGGATHA
Genç KurguAnggatha Malviano, atau biasa dipanggil Anggatha. Merupakan Ketua Arvagos yang disegani oleh semua murid SMA Garuda. Keberanian, rasa solidaritas dan rasa tanggung jawab yang besar. Membuat dirinya dipilih untuk menjadi ketua. Ketua geng motor yang...
