[Complete Fantasy Story #1]
Mulanya, Cha Yurim hanya diberi pesan oleh Seo Yeonhwa, sahabatnya. Untuk menjaga buku novel antik kesayangannya. Namun siapa sangka, kalau buku itu akan merubah takdir dan hidupnya.
───
Yurim bukan penggemar karya fantas...
Ada sebuah novel terkenal karangan penulis anonim yang hingga saat ini tidak diketahui siapa penulisnya, cerita itu menuai banyak perhatian dari berbagai kalangan pencinta novel fiksi. Saking terkenalnya novel itu, sebelum diterbitkan, karya itu diterbitkan menjadi buku secara ilegal oleh para fans yang ingin membukukannya. Saat ini banyak sekali yang ingin membeli novel fantasi kerajaan yang telah beredar diseluruh penjuru Korea. Cerita novel itu sebenarnya memiliki alur yang cukup klise, dengan genre yang sudah sangat umum, namun semua orang sangat menyukai cerita karangan anonim tersebut.
Sahabat dekatku, Yeonhwa, mendapatkan salinan buku novel itu saat membeli beberapa buku di sebuah toko antik. Buku itu memiliki rupa cover yang sangat unik dengan warna font emas pada judulnya. Pada awalnya, aku tidak begitu tertarik saat pertama kali melihat buku tersebut, namun suatu hari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yurim, aku titip buku ini padamu untuk beberapa waktu ya!"
"Ahhhhh, kenapa harus aku?! Kenapa tidak kau bawa saja sekalian?!"
Gadis cantik dengan tinggi yang sangat jauh berbeda dariku ini pun tertawa, lalu tersenyum kecil. Ia berjalan mendekat kearahku, lalu berusaha menepuk pundakku dengan tubuhnya yang kecil dan pendek.
"Ada beberapa alasan mengapa aku menitipkan buku ini padamu, lagipula buku ini adalah harta karunku! Jika aku membawa buku ini, aku takut akan hilang! Ini buku yang populer tau!"
Aku hanya bisa menggeleng, dan tersenyum saat melihat wajah sahabatku yang memelas. Kulirik sedikit buku tersebut sembari menghela nafas.
Harta karun? Apanya yang harta karun...
Hanya buku fantasi konyol.
Merasa kalah saat memandangi ekspresi sahabatnya, gadis bertubuh jangkung yang memiliki nama lengkap "Cha Yurim" ini pun menerima permintaan sahabatnya, Seo Yeonhwa untuk menjaga buku novel miliknya.
Tak lama dari anggukan setuju dariku, Yeonhwa segera berlari meninggalkanku, dan masuk kedalam mobilnya. Tanpa beban sedikitpun di hatinya, dia melambaikan tangannya padaku saat berlari, dan pergi begitu saja, meninggalkan buku novelnya itu padaku.
Dasar cebol menyebalkan... Untung aku menyayangimu!
Saat mobil Yeonhwa telah hilang dari pandanganku, aku bergegas masuk kedalam apartemenku dan berbaring diatas ranjang. Saat ini aku cukup bosan sehingga rasanya aku ingin merasakan rasanya tidak bernyawa.
Baru kusadari bahwa kamarku terasa begitu hening. Itu karena sebagai mahasiswa aktif, super rajin dan teladan. Aku telah menyelesaikan tugas kuliahku lebih cepat dari siapapun, yang kini justru menjadi bumerang bagiku. Juga karena sifatku yang sangat membenci tugas menumpuk, aku pun dikenal sebagai.
"Yurim si Dewi Rajin."
Karena aku adalah mahasiswa super aktif, tentu saja aku membenci yang namanya rasa bosan karena tidak melakukan apapun, terlebih saat musim panas ini. Semua orang memilih untuk berlibur ke pulau Jeju bersama teman-temannya, namun aku tidak bisa pergi kemanapun karena sejujurnya aku sedang tidak enak badan.