[Complete Fantasy Story #1]
Mulanya, Cha Yurim hanya diberi pesan oleh Seo Yeonhwa, sahabatnya. Untuk menjaga buku novel antik kesayangannya. Namun siapa sangka, kalau buku itu akan merubah takdir dan hidupnya.
───
Yurim bukan penggemar karya fantas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mari kita mulai ritualnya!"
Frederick memerintahkan pengawalnya untuk membawa masuk Elyssa. Elyssa sudah dalam kondisi sadar, hanya saja tubuhnya tak dapat digerakkan sendiri. Kutukan yang menyelimutinya telah membatasi pergerakannya.
Elyssa diperintahkan untuk duduk diatas singgasana, tepat di depan formasi sihir itu diciptakan. Elyssa akan menjadi perantara ritual pemanggilan naga iblis, karena di dalam dirinya terdapat sihir suci milik Ailyn.
Duke Alroux sempat menolak namun Frederick meyakinkannya kalau Elyssa akan baik-baik saja. Saat Frederick mulai merapalkan mantra pemanggilan, Irene merasakan terdapat aura Cerrus dalam diri Frederick.
"Kau... Jangan-jangan kau telah dirasuki oleh Cerrus!" seru Irene.
Sontak Frederick menatap Irene dengan tajam.
"Orang yang akan mati, tidak pantas untuk bertanya apapun."
Etorri niregana, oi dragoi ohorezkoa! (Datanglah padaku, hei naga yang terhormat!)
AurkeztenDizut... (Kupersembahkan padamu...)
Zazpi Gizakiah! (Tujuh orang manusia!)
Saat Frederick hendak membacakan mantra terakhir, tepat sebelum mantra ritual pemanggilan itu selesai diucapkan. Ailyn datang menyerang lalu menghancurkan formasi sihir ritual terlarang itu dengan kekuatan sucinya.
Frederick dengan cepat menghindari serangan itu lalu melompat kesamping singgasana.
"Dewi! Maksudku, Ailyn!"
Ailyn dengan cepat melepaskan rantai sihir yang mengikat keluarga dan teman-temannya.
"Maafkan aku, apa kalian baik-baik saja?" tanya Ailyn dengan khawatir.
Grand Duke dan Grand Duchess kagum dengan putri kecilnya. Dulu mereka yang melindungi Ailyn, kini Ailyn yang melindungi mereka berdua.
"Kami baik-baik saja, bagaimana dengan Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri?" tanya Grand Duke.
"Mereka berhasil terselamatkan, ayah. Sekarang yang terpenting adalah keselamatan kalian terlebih dahulu!" jawab Ailyn.
Saat dirinya berhasil melepaskan rantai sihir yang mengikat kedua orang tuanya, Ailyn menoleh kearah Irene lalu melemparkan sebotol potion healing padanya. Irene menerima potion healing itu dengan baik, lalu meminumnya. Seketika, seluruh sihirnya kembali dan terisi penuh seperti semula, dengan cepat Irene membantu mengembalikan sihir para sandera lainnya dengan ramuan yang diberikan Ailyn.