[Complete Fantasy Story #1]
Mulanya, Cha Yurim hanya diberi pesan oleh Seo Yeonhwa, sahabatnya. Untuk menjaga buku novel antik kesayangannya. Namun siapa sangka, kalau buku itu akan merubah takdir dan hidupnya.
───
Yurim bukan penggemar karya fantas...
*Timeline chapter ini adalah saat Yurim sudah melakukan transmigrasi jiwa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
IRENEZENIA POV
Aku menyapanya, sahabatku. Kami akhirnya bertemu meskipun dia tidak kenal siapa aku. Aku senang karena dapat melihat senyumannya tersebut, usahaku untuk membawanya kembali berbuah hasil.
Karena dia kembali dengan jiwa yang baru, kepribadiannya pun berbeda. Yurim, dirinya versi Korea, adalah gadis yang kuat dan cerdas. Benar-benar mencerminkan dirinya sebagai Serenity.
"Huh! Apa kau tidak tahu yang namanya pencitraan? Dia hanya berpura-pura!"
Suara melengking dan menyebalkan terdengar oleh kedua telingaku, dan itu adalah suara Yuria. Wanita menyebalkan dari keluarga yang turut andil dalam kasus penghukuman keluarga Erchau. Wanita yang licik ini, aku tidak dapat berbuat apapun padanya. Karena bila aku bertindak padanya, rencanaku akan sia-sia.
Bukan karena aku dan Cedric tidak memiliki kemampuan untuk melawan. Namun identitas kami sangat rahasia, terlebih kami harus waspada dari kecurigaan Frederick. Aku ingin Ailyn sendiri yang membalaskan dendamnya, bukan aku yang melakukannya. Oleh karena itu, sebisa mungkin aku dan Cedric harus bisa menahan emosi kami.
"Apa mata emasku mengatakan hal seperti itu padamu? Lady Monique?"
H-Hah?? Ailyn?
Saat Yuria terus memprovokasinya, Ailyn sama sekali tak gentar dan terus membalasnya.
"Jika kau masih memikirkan status dan keluargamu, kau harus memperhatikan bagaimana mulutmu berucap."
Aku sadar bahwa sifatnya sebagai Cha Yurim terbawa meskipun dirinya telah bertransmigrasi jiwa. Karena mau bagaimanapun, Ailyn telah bereinkarnasi menjadi Yurim. Dan aku, bertemu dengannya kembali sebagai Irene bukan Yeonhwa.
Aku seketika teringat saat hari dimana aku memberikan buku novel yang kuciptakan itu. Novel The Great Princess adalah sarana yang ku buat untuk mengantar kembali reinkarnasi Ailyn menuju ke kehidupannya yang lalu. Dengan nyawaku sebagai pengorbanannya, aku menatap Ailyn dengan kagum dan bangga. Entah sebagai Yeonhwa maupun Irene, dia selalu membuatku bangga.
LADY ELYSSA DE ORCHY ALROUX TELAH TIBA!!!
Datang... Wanita licik itu sudah datang.
Aku sengaja menulis Elyssa sebagai tokoh utama dalam novel yang kutulis, aku melakukan itu dengan harapan saat Yurim membacanya, dia menyadari kebusukan yang tersembunyi dari Elyssa. Dan ternyata, dia menyadarinya dengan baik.
Aku selalu merasa, meskipun dirinya telah bereinkarnasi. Perasaan dendam itu akan terus melekat dalam jiwanya.
Aku terus memantau keadaan, dan menatap kearah Ailyn. Elyssa datang menghampiri kearah kami bersama Yuria. Itu membuatku muak saat melihat dua rubah seperti mereka berkumpul.