[Complete Fantasy Story #1]
Mulanya, Cha Yurim hanya diberi pesan oleh Seo Yeonhwa, sahabatnya. Untuk menjaga buku novel antik kesayangannya. Namun siapa sangka, kalau buku itu akan merubah takdir dan hidupnya.
───
Yurim bukan penggemar karya fantas...
Lima tahun akhirnya telah berlalu dengan baik. Kekaisaran sedang dalam sukacita menyambut calon pewaris yang baru. Ya, Charlotte mendapatkan posisi barunya sebagai Putri Mahkota. Namanya akan tertulis dalam sejarah sebagai Kaisar wanita pertama di Fraudia, dan semua orang telah melupakan kejadian kelam di masa lalu dengan membuka lembaran hidup yang baru.
"Apa kau tahu? Setelah bertarung habis-habisan mempertahankan tokonya, Isaac memutuskan untuk kembali ke kediaman Marquess Trauve!" ucap Charlotte sembari tertawa.
Lexy memutuskan untuk kembali ke keluarganya karena keluarga Trauve sudah di ambang kehancuran, dan dia pun mengambil alih kepemimpinan keluarga itu sebagai Marquess.
"Jadi, dia memutuskan untuk memakai nama Isaac kembali? Dia sungguh sangat menyayangi ibunya, hingga rela menggunakan nama itu kembali," balasku tersenyum.
Sementara aku, aku menghabiskan waktuku menjadi seorang guru bela diri untuk bangsawan wanita yang ingin melindungi diri sendiri. Killian masih terus menjadi pengawal bayanganku meski aku sudah mengatakan padanya bahwa dia telah bebas, namun tetap saja, dia begitu keras kepala ingin terus berada di sisiku.
"Ah, iya. Bagaimana hubunganmu dengan Felix Calder setelah ini?"
"A-Apa?! Hubungan apa!"
Satu lagi, akhir-akhir ini aku mencium gelagat aneh dari Charlotte dan Felix. Sejujurnya, aku sudah merasa kalau hubungan mereka sangat aneh sejak tiga tahun yang lalu, saat tangan kanan Frederick yang bernama Arthur Vallois terus-menerus menekan Charlotte untuk membebaskannya.
Saat Arthur menggila dan terus mendesak Charlotte, Felixlah yang melindungi Charlotte dari kegilaan Arthur saat ia tahu Frederick dan seluruh pengikutnya akan dihukum berat. Jujur saja, bila aku mendapatkan kabar baik dari mereka, aku akan sangat bersyukur.
"Anda sudah harus pergi lagi? Kenapa tidak lebih lama saja menemaniku di sini!" seru Charlotte.
Aku tersenyum melihat Charlotte yang tampak kewalahan sendiri karena pekerjaannya semakin lama semakin menumpuk. Berita tentang dirinya yang akan menjadi seorang Kaisar menuai banyak respons positif dari rakyat Kekaisaran. Tak hanya itu, perwakilan dari negara-negara lain mulai berdatangan hanya untuk mengucapkan selamat.
"Tidak bisa, hari ini aku hendak berkunjung ke sana. Kalau Anda bosan, minta saja Felix untuk berkunjung!" balasku sembari melarikan diri dari ruangan Charlotte.
"A-Apanya yang Felix?! Astaga!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siang ini, aku memutuskan untuk berkunjung ke makam Irene. Hari ini adalah hari ulang tahunnya, dan aku sudah menyiapkan bunga khusus yang kupetik sendiri dari kebun baruku.
Meski Countess Zenia masih marah padaku, tapi dia tetap membiarkanku datang berkunjung ke makam putrinya.
"Ah, Lady... Apa Anda ingin mengunjungi Irene? Silakan masuk."