Dengan samar, aku mendengar suara yang sama seperti yang kudengar tadi siang. Suara asing yang memanggil namaku dari kejauhan, seolah berbisik tepat di dekat telingaku.
Aku terbangun dari tidurku dan melihat seisi kamarku yang begitu gelap, hanya diterangi oleh sinar bulan yang menembus jendela kamar. Bayangan-bayangan di dinding tampak bergerak pelan mengikuti hembusan angin malam yang dingin. Bahkan setelah aku benar-benar tersadar, suara itu masih terus memanggil namaku dengan menyebalkan.
"Siapa?! Bisakah kau berhenti memanggil namaku seperti itu? Itu sangat mengganggu!"
Tiba-tiba, angin kencang berhembus masuk ke dalam kamarku hingga tirai jendela berkibar liar. Muncullah kepulan asap hitam pekat tepat di depanku. Aku segera merasakan kehadiran paman berjubah hitam itu. Asap tersebut perlahan membentuk sosok seorang manusia, dan kulihat bahwa dia adalah paman yang telah memberikanku batu ruby ini.
"Bagaimana, gadis kecil? Sudah mendapatkannya?"
"Sudah. Selanjutnya bagaimana?"
"Sepertinya kau benar-benar tidak sabar, ya? Namun sebelum itu, mari kita buat sebuah perjanjian terlebih dahulu."
Aku terkejut mendengar ucapannya.
Perjanjian?
Perjanjian apa?
"Aku akan mengambil separuh dari jiwamu sebagai jaminan, karena batu ruby itu tidaklah gratis."
"Apa?! Jiwaku? Tidak mau!"
"Apa kau yakin? Setelah menerima sihir itu, aku bahkan bisa membuat perubahan pada ayahmu beserta kediaman ini! Kau pasti sudah lelah dengan semua pukulan yang dilayangkan kepadamu, bukan? Lagipula, kehilangan setengah jiwa tidak akan membuatmu mati."
Pria itu mengucapkan kata-kata yang begitu tepat mengenai permasalahanku. Aku terdiam sambil memegang erat batu itu di dadaku.
"Sepertinya kau tidak percaya. Lagipula, gadis kecil sepertimu memiliki tekad yang terlalu lemah. Jika kau memang begitu suka hidup dalam kekerasan, maka jalanilah kehidupan itu sampai akhir."
Aku terus berpikir dan berpikir.
Apa aku harus menyerahkan separuh jiwaku, dan sebagai imbalannya hidupku akan berubah?
Aku membayangkan sejenak bagaimana jika ayahku berubah menjadi lebih menyayangiku, mengakuiku sebagai anaknya, serta sihir milik Ailyn yang dapat memperkuat sihir milikku sendiri.
Bila aku mendapatkan itu semua, aku tidak akan pernah direndahkan lagi!
"Baiklah, aku menerima tawaranmu. Kuharap itu setimpal dengan apa yang akan kau ambil dariku."
Pria itu tertawa pelan.
Dia kemudian mengambil batu ruby itu lalu memecahkannya di hadapanku.
היכנס לפער הזה
(Masukilah celah itu....)
העולם חוזר אליך
(Dunia akan kembali padamu....)
יהיה זה שד או אלוהים, שום דבר לא יכול לשנות את זה
(Baik iblis maupun dewa, tidak ada yang dapat mengubahnya....)
Dengan cepat, cahaya emas menyelimuti diriku. Rasanya begitu menyakitkan ketika sedikit demi sedikit sihir milik Ailyn mulai menyatu dengan sihir milikku. Tubuhku merasakan lonjakan energi yang tidak terkendali, seakan setiap urat nadiku dipenuhi oleh kekuatan yang asing dan liar.
KAMU SEDANG MEMBACA
When an Antagonist becomes Heroine
Fantasi[Complete Fantasy Story #1] Mulanya, Cha Yurim hanya diberi pesan oleh Seo Yeonhwa, sahabatnya. Untuk menjaga buku novel antik kesayangannya. Namun siapa sangka, kalau buku itu akan merubah takdir dan hidupnya. ─── Yurim bukan penggemar karya fantas...
