[Complete Fantasy Story #1]
Mulanya, Cha Yurim hanya diberi pesan oleh Seo Yeonhwa, sahabatnya. Untuk menjaga buku novel antik kesayangannya. Namun siapa sangka, kalau buku itu akan merubah takdir dan hidupnya.
───
Yurim bukan penggemar karya fantas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nona, Anda baru saja mendapat surat dari mereka."
Setelah Elyssa pergi meninggalkan Kediaman Erchau, aku langsung kembali ke kamarku untuk beristirahat.
Meski begitu, aku tetap memantau laporan dari para mata-mata yang kukirim untuk mencari seseorang.
"Terima kasih, Rivette. Sekarang pergilah beristirahat."
Kubuka surat yang baru saja kuterima. Surat itu berisi informasi dari para informan yang kukirim untuk mencari targetku berikutnya, Damian Houver. Tokoh utama pria ketiga setelah Frederick dan Philippe, seorang pedagang kaya raya sekaligus andal dari negeri gurun, Sorus.
Pada novel, Damian Houver dinarasikan seperti sosok yang mudah ditangani. Padahal, dialah tokoh yang paling sulit dikelabui. Sebagai seorang pedagang, otaknya jauh lebih cerdas dibandingkan keempat tokoh utama lainnya. Insting dagangnya sangat tajam sehingga dia selalu memperhitungkan segala sesuatu sebelum bertindak.
"Hmm... Tapi menurut laporan ini, saat ini dia sedang berada di Fraudia?"
Hobinya adalah berkelana ke berbagai negeri kaya untuk mempelajari sistem bisnis dan ekonomi mereka. Karena itulah Damian bertemu dan jatuh cinta pada Elyssa ketika sedang berdagang di Fraudia.
Saat itu, Elyssa hendak diangkat menjadi putri mahkota oleh Frederick. Beberapa minggu sebelum penobatan, dia berjalan-jalan di pusat perbelanjaan ibu kota. Ketika sedang melihat-lihat kain sutra di toko milik Damian, tanpa sengaja dia menarik perhatian pria itu.
Bukan karena kecantikannya, melainkan karena Elyssa memuji gaun rancangan Damian. Gaun itu dibuat dari kain satin mahal, tetapi karena modelnya sangat berbeda dengan gaya berpakaian di dunia ini, gaun tersebut tidak pernah laku meski terus dipajang di tokonya.
Dalam novel, Elyssa terus-menerus melihat gaun itu tergantung hingga mulai berdebu. Perlahan dia tertarik dan berniat membelinya. Namun Damian menolak menjualnya karena menganggap gaun itu sebagai produk gagal.
Tanpa diduga, Elyssa tetap bersikeras ingin membelinya. Sikap itulah yang menarik perhatian Damian. Menurutnya, Elyssa adalah orang yang tidak menilai sesuatu hanya berdasarkan pendapat orang lain.
Sejak saat itu, Elyssa terus-menerus datang ke toko kain milik Damian. Dia menjadi orang pertama yang mengatakan bahwa gaun buatannya memiliki nilai. Hubungan mereka pun semakin dekat hingga akhirnya menjadi teman baik.
Suatu hari, Elyssa datang mengenakan gaun rancangan Damian. Gaun itu tampak begitu cantik dan memukau saat dikenakan olehnya hingga menarik perhatian banyak orang. Terlebih lagi, Elyssa adalah calon putri mahkota Kekaisaran Fraudia. Apa pun yang dikenakannya pasti akan menjadi tren dan inspirasi bagi masyarakat.
Damian tidak pernah menyangka akan ada hari ketika seseorang mengenakan gaun ciptaannya. Benar saja, tidak lama kemudian tokonya dipenuhi pelanggan dan gaun itu menjadi tren di Fraudia. Bisnisnya pun berkembang pesat hingga identitas aslinya sebagai Damian Houver, pebisnis kaya dan cerdas dari Sorus, akhirnya terbongkar.