3'5

4.6K 274 12
                                    

"Lo masih perhatian ya."

᠃ ⚘᠂ ⚘ ˚ ⚘ ᠂ ⚘ ᠃

"Ck. Gara - gara lo nih, kita ditinggal" omel Becca.

"Kok gue? Lo lah cari masalah mulu" Kafeel tak terima.

Srekk

Becca hendak membalas perkataan Kafeel mendadak mendengar suara aneh tersebut.

Srekk

Dirinya sedikit takut. "Kaf, lo denger suara?"

Kafeel acuh. "Suara apaan?"

Srekk Srekk

Telinga Kafeel menangkap sesuatu.
"Suara itu?"

Becca mengangguk dan sedikit mepet ke arahnya. "Lo nggak mau ngecek ? "

Kafeel menahan tawanya ketika melihat Becca sedikit ketakutan. Pasalnya hanya ada mereka berdua di dalam kelas.

"Oke. Lo tunggu sini" ucapnya santai yang langsung dicegah Becca.

"Eh! Jangan tinggalin gue"

Kafeel tertawa. "Dasar penakut."

"Heh! Nggak ya!" Becca mendengus kesal.

"Lo nggak berubah ternyata"

"Lo pikir gue siluman apa?! Pake berubah segala"

Lagi - lagi Kafeel tertawa dan mengacak rambutnya sedikit kasar.
"Emang. Siluman Galak" jahilnya sambil lari menjauh dari Becca.

"Sialan! Sini lo" balas Becca balik mengejar mantannya itu.

Kafeel hanya menjulurkan lidahnya dan kembali berlari sejauh mungkin.

Ketika dirinya melewati lapangan basket sekolah.

Duk!

Tanpa sadar, tali sepatunya terlepas dan membuat dirinya terjatuh ke aspal.

"Ashh" lirihnya seraya melihat lututnya sedikit berdarah.

Becca meniup lukanya. "Shh, perih anjir!"

Dirinya menghela napas pelan dan menalikan tali sepatunya serta beranjak berdiri kembali.

Sesampainya di parkiran motor, ia melihat Kafeel sedang asyik bertengger dengan menghisap vapenya. "Heh! Malah enak - enakan ngerokok lo!"

"Lutut lo kenapa?" tanya Kafeel ketika melihat dirinya berjalan tak semestinya.

"Gara - gara lo nih. Lo harus tanggung jawab" jawab Becca ketus.

Kafeel menghela napas. "Gue lagi yang salah. Perasaan gue nggak ngapa - ngapain lo"

"Ya lo pake acara lari segala"

Kafeel turun dari motor dan berjongkok di depannya.

"Eh! Lo mau ngapain?!" teriak Becca sambil menutupi roknya.

"Gue mau lihat lutut lo, Sini" balas Kafeel dengan melihat lututnya.

Kafeel menghela napas kasar. "Dasar ceroboh! Ayo ke uks!" ucapnya sambil menarik tangan Becca.

Drrtt Drrtt

Ponsel Kafeel bergetar di saku celananya. "Ck. Siapa sih!" kesalnya.

Becca terdiam. "Angkat aja dulu, siapa tahu penting,"

Kafeel mengambil ponselnya dan tertera nama Gabriel Sinting di layarnya. Ia langsung menggeser tombol hijau ke kanan.

ARSHAVINA [ SELESAI ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang