tw // fight, implied violence, verbal bullying.
.
.
.
Two Side
by varadea
.
.
.
chapter forty six
reveal the truth
.
.
.
.
.
.
.
.
"... Daehwi?"
Jeongin menatap ketua klub jurnalistik itu dengan tatapan tak percaya. Sementara sang empu yang dipanggil membuang muka, mengeratkan kepalan tangan.
"Aku kira kau benar-benar berteman dengan Chenle?" Jeongin mendekat ke arah lelaki itu. "Ada apa denganmu?"
Daehwi melangkahkan kaki, berniat meninggalkan Jeongin sebelum tangannya mendapat tarikan paksa. Akhirnya, mau tak mau lelaki itu menoleh.
"Apa?"
"Kau bilang apa?" Jeongin bertanya tak habis pikir. "Kau tidak tahu seribut apa suasana sekolah saat ini karena berita di mading sekolah?"
"Aku sudah sangat-sangat paham bahwa anggota klub jurnalistik memiliki informasi luas, terutama rumor siswa. Tetapi apa menurutmu pantas menyebar luaskannya melalui mading sekolah?"
"Memangnya kenapa?" Daehwi mencoba melepaskan diri. "Bukankah masalah tersebar luas itu sudah memiliki waktu tersendiri untuk terjadi? Itu di luar tanggunganku, bahkan sebelum dijadikan berita dalam mading sudah banyak siswa lain yang tahu melalui grub sekolah. Aku juga mendapatkan videonya melalui orang lain."
Jeongin makin mengeratkan tarikannya, menatap lelaki itu dengan kesal, "Tetapi kenapa malah melanjutkan persebaran sampai ke mading sekolah?!" Nada bicaranya meninggi. "Klub yang kita duduki tidak diizinkan melakukan itu! Bahkan foto yang kau cantumkan di sana sangat tidak layak disebar, bodoooh!"
"Ada apa sebenarnya denganmu?! Kau adalah seorang ketua, Lee Daehwi! Seorang ketua!"
"Lalu kenapa?! Itu bukan urusanku, minggir!"
"Heh?! Tentu saja urusanmu!" Jeongin melotot. "Kau telah menyebarluaskannya pada banyak orang!"
"Bukan aku yang mulai!"
"Pahami poin bicaraku, jelekkk!"
"Kau yang jelek! Seharusnya kau salahkan orang yang memberikan informasi ini! Bukan aku!"
Jeongin makin melotot, ia sampai lupa tujuannya datang ke mari. "Nah, sekarang jelaskan secara rinci padaku mengenai itu!"
"Apa-apaan?!"
"Siapa orangnya? Beritahu aku!"
"Tidak mau, cari saja sendiri!"
"Heh?!"
Daehwi menggeram kesal, "Kau ini membaca beritanya dengan benar tidak, sih? Di sana sudah tercantum jelas nama orang yang memberikan informasinya, dasar Jeongin bodoh!"
"HAH?! Aku tidak sempat melihatnya! Cepat katakan saja, apa susahnya sih?!"
Selagi dua orang itu melanjutkan adu argumennya, tidak lama pintu ruangan klub terbuka. Berkat suara yang terdengar jelas, keduanya menoleh. Di sana, mereka menemukan Jisung yang tengah menutup kembali pintu kemudian berjalan mendekat.
"Jisung?"
"Siapa?" tanyanya.
"Huh?"
"Aku bicara dengan ketua klubmu, Jeongin."
KAMU SEDANG MEMBACA
two side | chensung
Fanfictionchenle and jisung. different person but have a same situation. warn-! slow groove, some sensitive and triggering content as background and plot such as: bullying, toxic parents, violence, suicide thought and attempting to do it. ────────────────────...
