.
.
.
Two Side
by varadea
.
.
.
.
chapter thirty six
step to change
.
.
.
.
.
.
.
Jisung menaruh sepatunya di atas rak. Membalas sahutan sang ibu dari ruang makan sebelum melangkah menghampiri ruangan tersebut. Di sana, ia menemukan wanita itu tersenyum hangat dengan dua orang sialan yang ikut menampilan senyum. Rupanya sepasang ayah dan anak biadab ini sudah kembali. Walaupun Jisung yakin pria bajingan itu tidak akan tinggal lama, tetapi Hyungseol tidak bisa dipastikan.
Roda kehidupan memang luar biasa.
Suasana hati dan situasi kehidupan seseorang bisa berputar dengan cepat dan mudah layaknya membalik telapak tangan. Namun, itulah namanya hidup. Kalau tahu akan begini, Jisung tentu akan memilih langsung pergi menuju arena.
"Bagaimana kabarmu, Jisung?" Dokter Park membuka suara di tengah kegiatan makan mereka. "Sekolahmu baik-baik saja, bukan?"
"Hm." Jisung meliriknya sekilas sembari meneguk air mineral dalam gelas. Membalas pertanyaan itu dengan seadanya. Namun, begitu menyadari sang ibu menatapnya melalui ekor pandang, ia membuka mulut kembali. "Baik."
"Syukurlah, kalau begitu sekarang makan yang banyak. Pasti lelah bukan karena baru sampai?"
"Ya, terima kasih."
Sang ibu terkekeh pelan, raut wajahnya begitu lega walaupun terlihat sedikit tidak enak, "Jisung akhir-akhir ini tetap rajin dengan sekolahnya seperti biasa. Hyungseol juga pasti semakin sibuk dengan kegiatan kelas akhirnya."
Wanita itu membantu Dokter Park menambah lauk ke atas piringnya. "Kau juga, sering-seringlah mengistirahatkan diri seperti ini. Tidak masalah mengurangi kesibukan, tetapi diri sendiri adalah prioritas utama."
Ck, tentu saja sibuk. Sibuk berbuat bajingan.
Jisung menjadi penasaran, apa Hyungseol tidak pernah bertanya mengapa ayah sialannya ini jarang menapakkan kaki ke dalam rumah?
Berbeda dengan Jisung yang merasa masa bodoh karena itu tentu saja sangat tidak penting untuk hidupnya. Malah bagus. Namun, pria itu adalah ayah kandung Hyungseol, tentu saja berbeda sudut pandang. Mungkinkah manusia biadab itu menganggap ayahnya memang sesibuk itu dengan pekerjaan?
"Ibu." Hyungseol tersenyum menatapnya. "Aku juga ingin Ibu menambahkan lauk ke atas piringku. Ah, menambah porsi saja deh."
"Astaga ..." Ibu terkekeh, tangannya terulur mengelus surai orang biadab itu dengan sayang. Wanita itu ikut menatapnya, masih dengan senyum yang dapat menghangatkan hati. "Jisung, ayo kau juga tambah. Lelah 'kan tadi sehabis pulang?"
"Nanti saja."
"Jangan begitu. Tambah, ya."
Belum sempat mengeluarkan tolakan lagi, Ibu sudah menambahkan porsi baru ke atas piringnya. Jisung menghela napas pelan, padahal ia ingin segera mengundurkan diri menuju kamar.
"Nah, begini bagus." Hyungseol terlihat begitu senang. "Masakan Ibu selalu menjadi juara!"
Dokter Park tertawa, "Dia begitu karena merindukanmu. Padahal pelayan rumah di sana bilang, Hyungseol tidak banyak makan kecuali hari di mana ia bersiap untuk pulang ke sini."
KAMU SEDANG MEMBACA
two side | chensung
Fanfictionchenle and jisung. different person but have a same situation. warn-! slow groove, some sensitive and triggering content as background and plot such as: bullying, toxic parents, violence, suicide thought and attempting to do it. ────────────────────...
