cw // drunk, mentioning suicide and suicide thought.
.
.
.
Two Side
by varasunshine
.
.
.
.
chapter thirty
now, how to do?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Jeongin~" Nada suaranya terdengar riang. "Hari ini aku tidak akan ke ikut kantin lagi, ya? Aku menunggu di kelas saja. Kau tidak apa-apa 'kan?"
Mendengar ucapan itu rasanya Jeongin ingin membenturkan kepala ke tembok. Sekolah apanya, sekarang saja langit terlihat begitu gelap di luar sana. Jam dinding bahkan sudah menunjukan pukul delapan malam.
"Wajahku terlihat pucat lagi seperti waktu itu, ya?" Chenle tertawa pelan dengan mata terpejam. "Tidak perlu khawatir. Aku tidak sakit, aku baik-baik saja. Oh, apa kau masih marah soal obat yang aku buang waktu itu?" Tangannya ikut membentuk gestur seolah ia memang sedang baik-baik saja.
"Chenle, huhu. Sudah ya, ayo istirahat."
Hyunjin yang sedari tadi memperhatikan dua orang itu tidak bisa untuk tidak berhenti mengusap pelipisnya. Dering bel tiba-tiba terdengar dari pintu masuk, seseorang datang. Hyunjin secara inisiatif berjalan ke sana untuk membuka.
Ia membiarkan Jeongin tetap berada di tempatnya.
"Jeongin~" Chenle kembali berujar riang. "Menurutmu, apa kau akan tetap menempeliku atau menjauh setelah mengetahuinya?"
"Chenle, huhu. Istirahat, kau pasti lelah sekarang."
Seolah tidak mengerti ujaran tersebut, Chenle kembali mengatakan sesuatu yang tidak Jeongin mengerti. Dihadapkan dengan situasi baru seperti ini membuat Jeongin menjadi bingung dan khawatir. Namun, Hyunjin mengatakan semua akan baik-baik saja setelah Chenle bangun di pagi hari. Maka dari itu sedari tadi Jeongin terus membujuknya untuk menutup mata. Walaupun sampai sekarang itu masih sulit, Chenle bahkan tidak mau berbaring di kasur.
"Apa yang terjadi dengannya?"
Mendengar suara lain, Jeongin otomatis berbalik ke arah sumber suara. Rautnya berubah bingung begitu menemukan seseorang yang kini mendekat dengan raut khawatir.
"Jisung? Apa yang kau lakukan di sini?"
Maniknya seketika beralih menatap Hyunjin yang terus berdiri di dekat pintu, "Kak Hyunjin, katanya mau menelepon Kakaknya. Kenapa malah Jisung yang datang?"
Jisung tidak mempedulikan pertanyaan itu, fokusnya berada pada Chenle yang sedari tadi terus meracau dengan mata terpejam.
Apa lelaki itu sakit lagi?
Namun, kenapa harus menyandarkan kepalanya dengan bantuan lengan pada nakas ketika ia sendiri sedang duduk di atas kasur? Menunduk, Jisung menyejajarkan dirinya dengan siswa teladan itu. Tangannya hendak menyentuh dahi, tetapi pergerakannya malah terhenti karena ia menyadari sesuatu.
Bau alkohol.
"Bangsat, dia minum?! Siapa yang memaksanya?!"
Jeongin yang sedang bicara dengan Hyunjin seketika menoleh kaget mendengar seruan itu.
"Tidak tahu. Huwee."
Mendengar jawaban yang tidak membantu, Jisung mengacak surainya kasar. "Lalu bagaimana bisa dia berakhir di apartemenmu?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
two side | chensung
Fanfictionchenle and jisung. different person but have a same situation. warn-! slow groove, some sensitive and triggering content as background and plot such as: bullying, toxic parents, violence, suicide thought and attempting to do it. ────────────────────...
