cw // kissing.
.
.
.
Two Side
by varasunshine
.
.
.
chapter twenty five
should i call it mistake?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dua hari telah berlalu, kini Chenle kembali mengikuti aktivitas bersama sekolah setelah mendapat persetujuan dari guru pembimbing. Sebenarnya ia sudah sembuh sehari sebelum itu, tetapi guru pembimbing tidak memperbolehkannya ikut dengan alasan masih memerlukan istirahat.
Bukan pilihan yang buruk. Itu artinya ia memiliki waktu untuk sendiri.
Tetapi kenyataannya ketika ia sedang membuka ponsel, tiba-tiba Jisung datang dengan surat izin yang diajukan guru pembimbing.
Baiklah, itu yang Chenle ketahui. Sebenarnya Jisung hanya beralasan membawa nama guru pembimbing walaupun kenyataannya ia sendiri yang meminta izin.
Tanpa perintah, itu resmi dari keinginannya sendiri yang tidak memiliki alasan jelas. Satu hal yang pasti, ia khawatir Chenle akan kembali bertingkah seperti kemarin malam meskipun keadaannya sudah membaik.
Lagi pula, Chenle juga tidak berpikir kehadiran Jisung akan mengganggu. Justru berkat kutu buku itu, ia mengetahui sesuatu sekarang.
Tentang Guanlin yang ternyata kembali mengganggunya lagi. Baiklah, ia yang mendengarnya juga merasa malas.
Awalnya Chenle mengira kejadian itu resmi tindakan seseorang yang tidak sengaja menabrak Jeongin hingga mereka akhirnya terjatuh.
Ah, memikirkannya membuat Chenle makin merasa bingung sekarang. Apa benar ia tidak pernah membuat kesalahan pada Guanlin? Seingatnya mereka tidak pernah terlibat banyak obrolan meskipun sering bertemu.
Ayahnya dan Ayah Guanlin merupakan kerabat dekat. Keluarga mereka terkadang melakukan pertemuan untuk makan malam bersama.
Selebihnya, Chenle dan Guanlin merupakan teman sekelas dan satu kegiatan klub. Mereka juga selalu bertemu dalam perkumpulan khusus yang dihadiri oleh penerus perusahaan. Selain itu, tidak ada yang lain.
Mereka bahkan tidak dapat dikatakan dekat. Lalu apa yang membuat lelaki itu mengganggunya berulang kali?
"Chenle, kau mau memesan minuman juga? Tetapi yang ini dingin dan kau baru saja sembuh." Jeongin menunjuk ke arah salah satu gambar minuman di daftar menu.
Saat ini kegiatan study tour tidak lagi berada dalam pengawasan guru pembimbing. Hari sudah malam, mereka telah selesai melewati serangkaian kegiatan yang sekolahnya susun. Mulai dari mengunjungi tempat pembuatan roti, mengunjungi taman penuh bunga-bunga langka, serta tempat bersejarah lain yang cukup unik.
Menutup hari dengan baik, kini mereka mengunjungi sebuah festival di tengah kota. Di mana banyak pedagang serta orang-orang yang menampilkan penampilan menarik.
Guru pembimbing memberikan waktu bebas pada mereka dengan catatan kembali pukul sepuluh malam. Kegiatan mereka hari ini memang lebih larut dibandingkan sebelumnya. Namun, jika lebih dari waktu yang telah ditentukan mereka tidak kunjung kembali, sekolah benar-benar akan meninggalkannya.
"Tidak apa. Aku tidak akan sakit hanya karena meminum minuman dingin."
"Huh, kau ini ... aku khawatir tahu. Paman, aku pesan minuman ini dua ya," Jeongin mengangkat dua jarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
two side | chensung
Fanfictionchenle and jisung. different person but have a same situation. warn-! slow groove, some sensitive and triggering content as background and plot such as: bullying, toxic parents, violence, suicide thought and attempting to do it. ────────────────────...
