45 - Burn A Side of The Character

1K 144 7
                                        


isinya agak panjang

cw // hate speech, mention of kiss, drunk and tempter.
.
.

.

Two Side

by varadea

.

.
.

chapter forty five

burn a side of The character

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Esok hari.

Chenle mengawali paginya dengan cukup tenang. Permasalahan kemarin terkait rumor penukaran peringkat olimpiade tidak sampai ke telinga sang ayah. Atau mungkin bisa saja sebenarnya sampai. Hanya saja, pria itu berpendapat sama dengan apa yang guru pembimbing utarakan hingga berakhir tertelan dalam mulut, jiwa dan kepala.

Dengan kata lain, rumor kemarin tidak akan menjadi permasalahan baru untuknya. Jelas saja, Chenle merasa bersyukur atas itu.

"Lihat, itu Chenle!"

"Shht! Heh, suaramu terlalu keras!"

Chenle refleks menoleh, ia mendengar namanya terucap. Di belakang, lelaki itu menemukan dua orang siswi dari kelas sebelah. Raut muka keduanya tampak kaget, salah satu dari mereka segera membuang muka.

"Maaf, apa kalian memanggilku?"

"Tidak-tidak. Kau salah dengar." Siswi yang baru saja membuang muka itu segera membuat kontak mata lagi. "Temanku ini terkadang selalu salah mengucapkan nama."

Saat Chenle hendak membalas, siswi itu telah berujar lebih dulu, "Kami harus kembali ke kelas sekarang."

"Ah, silahkan." Chenle membuat senyum tipis. "Maaf jika hanya sebatas salah paham."

"Tidak, apa. Kami permisi." Setelahnya siswi itu membawa temannya yang sedari tadi terdiam. Obsidian hitam Chenle masih memperhatikan dua orang itu, sekarang temannya tampak mencoba untuk berhenti dan melepas tangannya. Wajah siswi itu tampak terlihat tak suka.

"Kau kenapa?!"

"Kau yang kenapa! Tidakkah kau sadar suaramu terdengar keras?! Jangan bicara dulu, ayo kembali ke kelas!"

"Heh, kau sedang takut? Memangnya kau sendiri tidak gatal, apa? Kau tidak lihat mukanya? Tenang dan sangat ramah. Bukankah dia sedang bermuka tebal? Jangan-jangan bertingkah seolah tidak tahu."

"Shht!" Siswi itu menoleh lagi, sangat terkejut saat kontak mata di antara mereka terjalin kembali. "Sudah aku bilang diam! Dia masih melihat ke arah kita, ayo pergi cepat!"

Selepasnya, kedua siswi itu berjalan lebih cepat hingga jauh dari sudut pandang. Chenle mengerutkan dahi, ia jelas merasa ada yang tidak beres begitu mendengar obrolan tadi.

Ada yang tidak beres, dua orang itu pasti memiliki maksud tersendiri yang jelas berkaitan dengannya.

Bermuka tebal, bertingkah seolah tidak tahu. Sial, apa-apaan maksudnya itu, jangan-jangan terkait rumor kemarin? Tetapi, sebelumnya Chenle tidak pernah menemui situasi tadi. Rumor kemarin tidak memberi impak negatif padanya. Bahkan murid lain beberapa kali mendukungnya dan memberinya kalimat positif secara terang-terangan. Mereka berujar langsung bahwa rumor yang terkait dengannya sangat tidak jelas.

two side | chensungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang