Udah baikan

5.9K 369 1
                                        

Sebelum baca, alangkah baiknya kita beri vote ya teman teman

sudah?

oke terimakasih teman, kalian sehat sehat ya

happy reading :)

-

-

-

Vano sakit karena kemaren berenang terlalu lama, sebenernya pulang kerja Vano sudah tidak enak badan, tapi ia tetep kekeuh mau berenang karena Azam yang minta.

Dan sekarang pukul 23.45 Vano kebangun karena badannya panas, ia terus bergerak sampai Lala terusik.

"Hikss....hiksss...hiksss..." Tangis Vano sambil menyelimuti badannya dengan selimut tebal

"Kenapa mas" tanya Lala dengan nada orang bangun tidur

"Hikss...badannya gak enak hikss..gak mau hikss..."

Lala yang bingung langsung memegang kening suaminya ternyata panas banget "Ya ampun kamu demam, bentar bentar aku ambilin obat dulu" Lala langsung nyari bye bye fever untuk suaminya

"Kan sakit kan, ni kuping apa cantelan ha? Aku ngomong gak pernah di denger" kata Lala sambil menjewer kuping suaminya

"Hikss...sakit...hikss... ampun hikss....pusing....hiksss"

"Minum obat yaa, biar turun panas nya" kata Lala mengelus rambutnya suaminya

"Gak mau hikss... maunya susu hiks...hiksss"

"Minum obat, gada susu susuan" ucap Lala tegas membuat Vano berhenti nangis hanya sesegukan saja

"Bentar aku ambil dulu, jangan nangis ntar palanya meledak"

Cup

Setelah mengecup bibir suaminya, Lala pergi ke dapur untuk mencari obat penurun panas.

"Bangun, sini minum dulu" ucap Lala membantu suaminya duduk dan bersender di kepala ranjang

"Hikss....hiksss... hiks"

"Astaghfirullah Vano lama lama pala aku yang meledak denger kamu nangis terus, cepet minum!"

"Hikss...nenen hikss....maunya nenen hiksss"

"Yaudah minum dulu sayang, abis itu boleh nenen yuk cepet" ucap Lala dengan obat yang sudah ada ditangannya mau di masukkan ke dalam mulut Vano

Selesai minum obat Vano tiduran lagi dan cepat cepat membuka kancing baju Lala karena pengen nenen

"Sabar.... suruh minum obat lama, giliran nenen kaya orang kelaperan"

"Sini, dah bobo lagi cepet sembuh bayi besar ku muachhhh" kata Lala sambil mengusap usap rambut suaminya yang sudah memejamkan matanya

***

Hari ini tanggal merah, Azam dari tadi mengajak daddy nya main terus, ia belum tahu kalo daddy nya sakit.

"Daddy ayok mainnnnn" teriak Azam sambil mengetok ngetok pintu dari luar sedangkan Vano ada di kamar

Dor dor dor dor

"Daddy ayok main ayok main ayokkk"

Lala yang baru saja dari dapur menuju kamar, ia melihat anaknya gedor gedor pintu sambil teriak teriak

"Abang ngapain? tanya Lala lembut sambil membawa sepiring nasi dan minum

"Abang mau main sama daddy, tapi gak dibukain mom"

"Daddy nya lagi sakit, yuk mau liat gak?"

"OMG daddy aku sakit, pasti gara gara berenang sama Azam yaa" kata Azam yang tadinya shock jadi sedih

"Enggak kok, yuk masuk tolong bukain pintu bang"

Ceklek

"Daddyyyyyyyyyyyy" teriak Azam langsung naik ke atas kasur dan memeluk daddy nya.

"Daddy bangun daddy bangunnb jangan tinggalin Azam daddd" kata Azam menggoyang goyangkan tubuh daddy nya

"Abang ngomong apa sih" saut Lala

Vano bangun karena keberisikan, ia langsung membalas pelukan anaknya.

"Ih daddy udah bangun"

"Kenapa sayang" tanya Vano

"Daddy sakit gara gara Azam ajak berenang ya, huaa....hiksss
..hiksss...maafin Azam dad...hiksss...hiksss" tangis Azam memeluk daddynya dengan erat dan naik ke atas tubuh Vano, Vano hanya diam sambil menepuk nepuk pantat Azam

"Bukan gara gara berenang kok, daddy kecapean kerja bang" kata Vano menenangkan anaknya agar tidak nangis lagi

"Makan dulu yuk, abang bangun bang daddy mau makan dulu" kata Lala

"Mom abang juga mau makan aaaaa" kata Azam yang sudah membuka mulutnya

Jadi Lala menyuapi anak dan suaminya, Azam sudah tidak ngambek lagi pada daddy nya

***

"LALAAAAAAAAAAAA" teriak Vano dari kamar mandi, Lala yang mendengar teriakkan suaminya langsung ke arah kamar mandi

"Kenapa sayangg, Vano jawab akuu" jawab Lala sambil mengetok ngetok pintu kamar mandi

"Hikssss....hiksss...pusing Lala hiksss..." kata Vano dari dalam kamar mandi, ia tadi kebelet pipis tapi kepalanya pusing banget sekarang ia hanya senderan di rak yang ada dikamar mandi

"Kamu kuat gak keluar, aku masuk yaa"

Ceklek

"Ya ampun Vano" kata Lala dengan khawatir ia langsung menghampiri suaminya dan membetulkan celananya karena dia abis pipis terus membantunya ke kasur

"Hikss....pusingg...gak suka hiksss...."

"Sustt sustt jangan nangis, nanti tambah pusing. Kamu udah cebok belom?" tanya Lala dan dijawab anggukan oleh Vano

"Yaudah jangan nangis, bobo aja bobo ntar aku buatin susu"

***

Sekarang sudah pukul 16.35 Vano sudah agak mendingan badannya sudah sepanas tadi malem dan pusing nya juga sudah berkurang, tapi kalo banyak gerak gerak kepalanya suka pusing

Sekarang Vano dan Azam sedang main di ruangan bermainnya.

"Daddy udah sembuh?" tanya Azam sambil memeluk Vano dan naik kepangkuannya

"Alhamdulillah udah mendingan"

"Daddy daddy harus panggilnya daddy mommy ya gak usah mamah papah" kata Azam memberitahu Vano agar manggilnya daddy mommy saja

"Alah kamu kan manggilnya macem macem" jawab Vano sesekali menciumi pipi anaknya

"Tapi abang maunya daddy sama mommy"

"Iyaa daddy sama mommy" jawab Vano

"Daddy pilih abang, Nevan apa Sasa?" tanya Azam tiba tiba membuat Vano bingung menjawabnya takut jawabannya membuat Azam sedih

"Daddy pilih semuanya, daddy sayang semuanya. Kamu jagoan daddy, Nevan anak yang selalu menjadi penengah kalo kamu sama Sasa lagi berantem, kalo Sasa princessnya daddy"

"Berarti abang jagoan ya dad? Kalo jagoan bisa jagain mommy sama ade ade ya dad"

"Iya sayang, kalo daddy gak ada kan ada kamu yang bisa jagain mommy dan adek adek..."

"Sehat sehat ya nak, jangan sakit sakit" gumam Vano dan memeluknya dengan erat

"Emang daddy gak ada kemana?" tanya Azam dengan polos

"Ya daddy gak kemana mana, kan gak ada yang tau umur kita sampai kapan. Pokoknya abang harus sehat sehat jangan makan sembarangan, jangan kecapean, harus nurut sama mommy ya sayang"

"Oke dad muachhh abang sayang daddy"

VANOLATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang