[ END ]
⚡Partnya emang banyak tapi isinya gak terlalu banyak⚡
"Sayang kamu kenapa diem aja,dingin?"
"Muka kamu pucet, ayok uda....." ucapan Lala terhenti saat mendengar tangisan Vano
"Eh eh kenapa kok nangis ayok naik"
"Hikss....Huaaaaa...Vano pen...
"Hadir Lala, Vano disini ☝🏻" jawab Vano dengan antusias, jangan lupakan dua telunjuk yang ia angkat tinggi tinggi sambil melompat kecil
"Sayang, tolong beliin kecap ya uangnya ada di atas laci deket tv"
"Tidak usah Lala, pakai uang Vano saja. Kecap saja Lala?"
"Iya sayang, tolong ya. Jangan lupa pake topi sama jaket karena diluar panas"
"Baik Lala, Vano otw ke alfamini"
"Oke hati hati ya mas"
"Baik Lala, i love you nya mana Lala!"
"I love you bayi, hayo jaketnya mana"
"I love you more Lala, Vano tidak mau pakai jaket, gerah!"
"Yaudah nanti gak usah ngeluh kulitnya kepanasan loh ya, kalo merah merah biarin aja aku gak mau bantuin" peringat Lala, karena Vano kalo kelamaan kena panas kulitnya akan merah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Huum, gak akan kepanasan. Nanti Vano jalannya lewat pinggir pinggir yang adem"
"Yaudah cepet sana beliin, aku mau lanjut masak"
"Dadah Lala"
"Dah sayang"
Lala lanjut masak setelah mengantar Vano sampai pintu utama. Sepertinya Vano gak bawa hp, tadi ia liat suaminya itu hanya membawa tas kecil berbentuk roti yang biasanya ia pakai untuk ke supermarket atau ke warung
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.