Pagi ini, Adit memang memutuskan untuk tidak berangkat bekerja. Dikarenakan dia ingin menemui Bagas sekalian meminta maaf padanya karena kemarin dia telah bersikap kasar pada adiknya itu.
"Kenapa jasnya tidak dipakai?" pertanyaan dari istrinya itu menyambutnya saat dirinya tengah berjalan menuruni tangga.
Seusai pulang dari acara tadi malam, Adit dan Anissa sepakat saling memaafkan dan sepakat untuk membuat mama agar mau memaafkan dan tidak memiliki rasa dendam lagi pada Bagas.
"Hari ini aku mau ketemu sama Bagas" ujarnya pada sang istri.
Anissa mendekatkan diri pada Adit, dia mengusap pelan pundak suaminya. "Aku yakin kita bisa membuat mama mau menerima Bagas kembali"
Adit tersenyum kepada sang istri, dia mengecup lembut kening istrinya. "Yaudah, kalau gitu aku pergi dulu ya"
Anissa menganggukkan kepala dan melambaikan tangannya pada Adit yang berlalu pergi.
***
Adit menatap sendu pintu apartemen itu. Saat tangannya hendak memegang ganggang pintu itu.
"Terkunci" batinnya dalam hati.
"Maaf, Bapak mau ngapain, ya?" pertanyaan itu membuat Adit menoleh ke arah cleaning servis yang kebetulan lewat.
"Emm, orang yang menempati apartemen ini kemana ya?" tanya Adit kepada seorang cleaning servis itu.
Cleaning servis itu coba mengingat-ingat seorang yang menempati apartemen itu. "Oh, yang itu. Maaf, pak. Malam tadi sudah pindah dari apartemen ini"
Adit terdiam, sejenak dia berpikir. "Pindah kemana ya, mas. Kalau boleh saya tahu?"
"Wah, kalau itu saya kurang tahu pak. Maaf!"
"Pindah kemana Bagas ini?" batinnya berpikir keras.
"Terima kasih ya, mas, atas infonya"
"Ya, pak sama-sama"
Adit berlalu pergi meninggalkan apartemen itu dan menuju ke parkiran. "Gua telpon aja deh, coba"
Tut...Tut...Tut..
Adit berdecak sebal. "Nggak diangkat lagi"
Dia coba menelpon papanya. Saat nada itu terhubung.
"Ya, dit. Ada apa?" suara itu masuk ke telinganya.
"Pa, aku sudah ke apartemen. Tapi kok nggak ada Bagas. Kata cleaning servis dia udah pindah, pindah kemana? Kok, papa nggak kasih tau aku?" pertanyaan beruntun itu dia tanyakan hingga seorang yang tengah diajak bicaranya ini terdiam.
Merasa tidak ada jawaban, Adit memutar bola matanya, jengah.
"Pa? Kok, papa diam, sih?" sebal Adit.
"Papa juga nggak tahu dit, papa justru baru tahu saat kamu bilang ini" ucap jujur papanya, beliau cukup syok saat Adit bilang bahwa Bagas tidak ada di apartemennya.
"Yaudah, pa, makasih. Adit mau cari dia dulu" ucap Adit lalu mematikan sambungan teleponya itu.
Mobil Adit kali ini berbelok ke arah markas yang sering Bagas dan teman-temannya itu jadikan tempat kumpul.
"Eh, raf. Gua ada tebak-tebakan lho!" Gilang yang dilanda keboringan itu mulai beraksi.
"Apaan, tuh?"
"Ntar, lo jawab ye?"
Rafli memutar bola matanya, dia sudah mencium aroma kebangsatan dari temannya satu ini.
"Apaan?"
"Ini kan ada tiga ruangan"
"Iya, terus?"
"Yang pertama ruangan harta"
"Terus, terus?"
"Yang kedua ruangan duit, duitnya miliyaran"
"Terus yang terakhir?"
"Yang terakhir ruangan berkas-berkas penting"
"Iye, lalu?" sumpah, Rafli bosan mendengar Gilang yang banyak bacot.
"Nah, pas kebakaran. Wusssh! Ketiga ruangan itu kan kebakaran, nih. Ruangan manakah yang pertama kali ambulan padamkan?"
"Ruangan ketigalah, bambang. Gitu aja masih lo tanyain"
"HAHAHAHA,,,, Bego! Mana ada ambulan bisa padamin api goblok!" Gilang tertawa terpingkal-pingkal saat mendengar jawaban Rafli atas pertanyaan yang dia ajukan.
"Anjirrrr!!" umpat Rafli menonyor kepala Gilang. Bisa-bisanya dia dikibulin sama manusia stress kaya Gilang ini.
Saat suara tawa Gilang menggelegar di ruangan itu tanpa sadar seorang tengah berdiri diambang pintu sembari mengetuk pintu itu.
Gilang menghentikan tawanya dan menatap ke arah pintu begitu juga Rafli yang ikut menoleh ke arah pintu.
"Eh, bang!" sapa Rafli berdiri dan menghampiri Adit yang tersenyum ke arah dua teman Bagas itu.
"Ada gerangan apa nih, bang Adit kesini?" kini giliran Gilang yang bertanya.
"Itu, tujuan abang kesini mau cari Bagas. Kalian berdua tau nggak Bagas dimana?" tanya Adit kepada dua teman Bagas.
Keduanya saling pandang dan sikut-sikutan. "Gimane?" bisik Rafli di telinga Gilang.
"Gimane apenye?" sahut Gilang berbalik tanya.
Rafli menghela nafas panjang. Dia membalikkan tubuh Gilang membelakangi Adit "Kita harus jawab apa, lang?"
Gilang memengang dagunya sembari terlihat serius berpikir.
"Ck, lama. Otak lo emang nggak pernah bisa diharapin lagi kalau di situasi kek gini" ucap Rafli sebal.
"Nah, itu lo tahu"
Rafli semakin berdecak sebal pada Gilang. Bisa-bisanya di situasi kaya gini, Gilang masih bisa ngomong sesantai itu.
Rafli mendekat ke arah Adit. "Sorry, nih, bang sebelumnya. Kita emang kurang tahu Bagas itu sekarang ada dimana. Tapi yang jelas kita tahu tempat kerja Bagas yang baru"
Mendengar itu, Adit menyunggingkan senyumnya. Setidaknya ada harapan untuknya bisa bertemu dengan adiknya.
"Dimana?" tanyanya antusias.
"Di servis mobil utama"
"Makasih, gua cabut dulu!" ucap Adit usai menepuk pelan pundak Rafli.
"Keluarga yang aneh" guman Gilang saat mobil Adit telah berlalu pergi meninggalkan tempat markas tersebut.
Rafli menaikkan sebelah alisnya menatap Gilang. "Maksudnya?"
"Iya, seharusnya kalau dia pengen cari Bagas kan tinggal telepon" tutur Gilang menjelaskan.
"Lo kaya nggak tahu Bagas aja. Kita yang sahabatnya aja telepon suka di reject apalagi itu abangnya" timpal Rafli sembari menghela nafas panjang.
Mendengar kata "reject" membuat otak Gilang kembali traveling lagi. "Kek, lagu bukan raf? Yang nyanyi Jenita Janet lo kenal kagak?"
Rafli memutar bola matanya malas meladeni ucapan Gilang. "Ga, ga kenal!"
"Ah, kurang gaul lo raf, gini nih, kek gini lagunya Di-reject, di-reject, di-reject, di-reject" ucapnya sembari bersenandung.
"Lo nyanyi sekali lagu gua lempar muka lo pakai sepatu ini!" ancam Rafli seketika membuat Gilang mengantupkan mulutnya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Ligatus [ SUDAH TERBIT ]
DiversosSinopsis Seperti apa rasanya dibenci oleh seorang Ibu? Di permainkan oleh keadaan, dan berusaha bangkit dari sebuah keterpurukan? Menyakitkan bukan? Itulah yang kini dirasakan oleh seorang pemuda bernama Bagas. Pemuda yang hidup tumbuh dalam tekanan...
![Ligatus [ SUDAH TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/227070593-64-k984649.jpg)