//Murid baru//

253 13 1
                                        

Bagas mengira bahwa masih ada waktu untuknya bisa masuk ke dalam kelas. Tapi ternyata perkiraannya itu salah, dia terpaksa harus di hukum di depan tiang bendera karena keterlambatannya masuk sekolah.

"Sampai kapan hukuman ini selesai, benar-benar menyebalkan!" gerutu seorang cewek yang bernasib sama dengannya.

Sedari tadi Bagas hanya memperhatikan cewek itu dengan tatapan kesalnya karena sedari tadi cewek itu tidak berhenti bicara.

"Ngapain lo lihat-lihat gua? Naksir?" semprot cewek itu ketika dirinya sadar karena tengah diperhatikan.

Bagas tak meladeni ucapan gadis itu dan tetap menjalankan hukumannya itu hingga selesai.

"Makanya, lain kali jangan telat lagi" ucap Pak Bondan akhirnya lalu mempersilahkan kedua siswanya itu masuk ke dalam kelas.

Keduanya nampak bernafas lega dan berjalan mengambil tas mereka masing-masing.

Rafli dan Gilang menatap heran Bagas yang saat ini tengah berjalan menuju ke arahnya. "Itu tadi siapa gas?"

"Siapa?" balas Bagas dengan pertanyaan balik.

"Itu cewek yang tadi dihukum sama lo"

"Nggak tau" balasnya singkat,padat dan jelas.

"Cewek itu murid baru di kelas sebelah" ucap Gilang kini angkat bicara.

Bagas dan Rafli menatap Gilang dengan alis menyatu. "Darimana lo tau?"

"Jelaslah gua tau, orang kemarin dia juga telat sama kaya gua" ucap Gilang yang masih setia fokus memainkan gamenya di ponsel.

"Btw, namanya siapa?" tanya Rafli sembari menepuk keras pundak Gilang hingga hal itu seketika membuatnya terkejut dan menyebabkannya dia kalah memainkan game yang telah dimainkannya.

Gilang menepuk keras keningnya. Dia menoleh ke arah Rafli dengan tatapan tajam. "Bisa nggak sih lo nanyanya nanti saja. Jadi kalah kan nih gua main game"

"Tinggal jawab aja apa susahnya sih?" tanya Rafli berdiri dari duduknya menyusul Gilang yang berjalan ke arah tempat duduknya.

Gilang menatap Rafli kecut, "Kenapa sih lo kepo banget? Lo naksir?"

Rafli terkekeh, dia melipat tangan di dada sembari bersender santai menyentuh dinding. "Kalau iya kenapa?"

Gilang memutar bola matanya malas, dia beranjak dari duduknya, lalu pergi keluar kelas.

Bagas yang tadinya tak memperhatikan kedua temannya yang sedang berbicara itu, tiba-tiba pandangannya kini teralihkan ketika menatap Gilang yang keluar kelas.
"Kenapa dia?"

Rafli mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.

***

Rupanya tujuan Gilang saat ini ialah pergi menuju ke taman. Di taman dia duduk di bangku taman itu seorang diri.

Pikirannya saat ini tengah melayang jauh. Sebenarnya dia diam-diam suka terhadap cewek yang diketahui itu adalah murid baru yang Ia temui kemarin. Namun, hal tak inginkan kini malah terjadi. Rupanya sahabatnya juga suka terhadap cewek yang sama.

Flashback

Gadis berkuncir kuda itu rupanya mengikuti aksinya memanjat pagar.

"Lo ngapain ngikutin gua?" tanyanya heran saat gadis itu tiba-tiba telah berada di sampingnya.

"Ya, gua ikut manjatlah"

Ligatus [ SUDAH TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang