//Rencana Pernikahan//

352 20 1
                                        

Bagas yang pagi ini sudah cukup membaik, akhirnya keluar dari kamar untuk makan. Sebenarnya Ia tak ingin turun untuk makan, tapi karena ada paksaan dari sang mama akhirnya mau tak mau Ia harus duduk di meja makan.

"Mau mama ambilin?" Bagas menggelengkan kepala menjawab pertanyaan dari mamanya.

Kakeknya yang sedari tadi menatap cucunya tak nafsu makan, akhirnya angkat bicara.

"Ayo dimakan! Kalau kamu nggak mau makan, kakek akan batalkan pertemuan hari ini bertemu dengan gadis yang kau hamili itu" ucap Adytama spontan membuat Bagas melahap nasinya dengan cepat.

Sang kakek tersenyum simpul melihat cucunya yang lahap sekali dalam menyantap nasi setelah menyebut  gadis yang telah dihamilinya itu.

***

Setelah sarapan pagi, keluarga 'Adytama' memutuskan untuk datang ke rumah gadis yang telah Bagas hamili.

"Seharusnya kita nggak kesini pa, ngapain juga kita kesini. Toh, keluarganya juga nggak menuntut Bagas untuk tanggung jawab" ucap Angga begitu kesal saat diajak ke kediaman rumah Chelsea yang terkesan kecil dan sempit.

Ira yang melihat rumah itu nampak sedikit ragu untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah itu.

"Sudah! Kalian jangan banyak protes! Ini demi kebaikan Bagas" tekan Adytama memperingatkan anak serta menantunya.

Keduanya terdiam mendengar ucapan dari lelaki lansia itu. Dan Bagas, lelaki itu nampak diam tak bergeming mendengar perdebatan kecil diantara orang dewasa itu.

Tok!tok!tok!

"Assalamualaikum!"

"Waalaikumsalam" saat pintu dibuka, begitu terkejutnya ibu paruh baya itu  melihat kedatangan keluarga Bagas yang datang ke rumahnya.

"E-eh, mari masuk!" ibu Chelsea mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumahnya.

Mereka semua lalu masuk ke dalam rumahnya dan duduk di kursi yang telah ada.

"Sebentar saya buatkan minum terlebih da-"

"Tidak usah, kami disini sebentar. Apa suamimu berada di rumah?" tanya lelaki itu tak lain ialah "Adytama"

Pertanyaan itu sontak dijawab ibu Chelsea dengan anggukan kepala.

"Panggilkan!" dengan segera Terre pun akhirnya memanggil suaminya.

Usai dipanggil, akhirnya ayah Chelsea datang menemui keluarga Bagas.

"Ada maksud apa kalian datang kemari?" tanya beliau dengan wajah datar.

"Kami ingin menikahkan Bagas, cucu saya dengan Chelsea anak anda"

"Tidak perlu, Chelsea sudah tidak tinggal disini" perkataan Rahman  barusan, membuat keluarga Bagas terkejut akan hal itu.

"Apa anda telah mengusirnya?" tanya Angga kini angkat bicara.

Dengan cepat Rahman menganggukkan kepala menjawab pertanyaan itu.

Bagas yang mengetahui hal itu kini dirundung rasa cemas pada Chelsea karena telah diusir oleh orang tuanya.

"Kau sudah dengar sendiri kan Bagas? Sebaiknya kita pulang dan kau tak tidak  perlu lagi untuk tanggung jawab" ucap Papanya kini pada sang putra.

Ligatus [ SUDAH TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang