Adit menatap dari jauh Bagas yang sedang bekerja. Bajunya kotor terkena oli, wajahnya kusut bercampur keringat menambah kesan prihatin bagi siapapun yang melihatnya.
Adit melirik ke arah jam arlojinya. Waktu menunjukkan pukul 17.00 itu artinya bengkel akan segera tutup. Dia masih setia memantau adiknya itu, hingga tiba saat Bagas keluar dari tempat Ia bekerja. Ia segera membuntuti Bagas kemana akan pergi.
Mobil Adit terhenti di toko perlengkapan bayi. Dia melihat Bagas masuk ke dalam toko itu. Adit yang merasa penasaran akan barang apa yang dibeli oleh adiknya itu memutuskan keluar dari mobil dan mengikuti langkah Bagas masuk ke dalam toko tersebut.
Cukup, simple. Bagas hanya membeli beberapa baju bayi serta mainan untuk sang buah hati. Setelah membayar semua barang yang dibeli, Bagas yang saat itu akan keluar dari toko perlengkapan bayi tersebut dikejutkan oleh kakaknya yang tiba-tiba ada di depannya.
Bruk!
Niat ingin menghentikan langkah Bagas. Adit justru tidak sengaja menabrak adiknya itu hingga barang yang dibawa Bagas terjatuh.
Bagas yang melihat mainan yang dibelinya itu rusak dengan cepat Ia pun mengambil mainan tersebut dengan air mata yang mengegenang di pelupuk mata.
"Bagas s-sorry g-gua nggak sengaja" Adit merasa bersalah karena mainan yang dibeli Bagas itu telah hancur berkeping-keping.
Adit sangat yakin bahwa mainan itu dibeli Bagas untuk anaknya.
"Gas?" Bagas masih diam dan tak merespon apa yang kakaknya itu katakan.
"Gua akan ganti" ucap Adit yang membuat Bagas menoleh ke arah kakaknya.
"Berapa? Sebutin aja harganya, akan gua ganti" kini dia mengeluarkan dompetnya dan menghitung beberapa lembar demi lembar uang ratusan ribu itu.
Saat Adit akan memberikan uang itu, Bagas menolak pelan uang itu"Abang pikir uang dapat nyelesain segalanya?"
Adit sedikit terkejut mendengar hal itu. Kata-kata yang kemarin dia lontarkan, kini dilontarkan kembali oleh adiknya. Merasa tertampar? Iya. Dia seharusnya tidak berkata demikian.
"Maafin gua, gas. Gua nyesel" ucapnya berkata lirih sambil tertunduk.
Bagas menatap Adit begitu dalam, ada segurat rasa marah dibenaknya karena kakaknya itu telah membuat mainan yang dibelinya telah hancur berkeping-keping. Meskipun harga mainan itu tidak seberapa, tapi dia membeli mainan itu dari uang kerja kerasnya sendiri. Karena rencananya dia akan memberikan mainan itu pada anaknya. Tapi kini tinggallah sisa keping-keping mainan yang tidak bisa dibenahi lagi.
Dreet!!! Dreet!!! Dreet!!!
Suara ponsel disakunya bergetar. Saat Bagas mulai mengangkat teleponnya. Suara cempreng langsung mendominasi gendang telinganya.
"Lo dimana, nyet? Bini lo ngelahirin! Lo ke rumah sakit sekarang!"
"N-ngelahirin? K-ko bisa? Bu-"
Bagas terkejut, pasalnya Chelsea bilang dia akan melahirkan kurang lebih satu minggu nanti. Tapi kenapa ini tiba-tiba mau lahiran. Bagas panik, wajahnya menunjukkan aura kecemasan.
"Nggak usah banyak bacot lo, cepetan sini kerumah sakit Harapan Bunda sekarang!"
Bagas yang gelagapan akhirnya menjawab "I-iya kak Shilla"
"Kenapa? Ada apa?" tanya Adit melihat wajah adiknya itu yang dilanda kepanikan.
Bagas menatap kakaknya sekilas. "Istri gua melahirkan"
Sama halnya dengan Bagas yang panik, Adit memberikan tumpangan pada Bagas dan bersyukur Bagas tidak menolaknya. Karena yang dipikirkannya kali ini hanya Chelsea, Chelsea dan Chelsea.
Setelah keduanya sampai di rumah sakit, Bagas sedikit mengatur nafasnya.
"Chelsea?" tanyanya yang membuat mertuanya itu menatap tajam ke arah dirinya.
"Untuk apa kamu kesini?" semprot Ibu mertuanya kini mendekat ke arah dirinya.
"Bu, sudah! Aku yang menyuruhnya datang kesini! Karena aku tahu, di dalam sana Chelsea butuh Bagas disampingnya" ucap Shilla menghentikan aksi Ibunya yang marah-marah.
"Chelsea,,,,hikss" Ibunya terus saja menangis sembari memanggil nama Chelsea.
Ketika pintu ruangan persalinan itu terbuka, semua mendekat ke arah dokter yang keluar dari ruangan itu dan berdiri di ambang pintu.
"Bagaimana dengan putri saya dok?" dokter itu tak menjawab justru beliau mengedarkan pandangannya pada satu persatu keluarga dari pasien.
"Apakah disini ada suami dari pasien?" tanya beliau membuat Bagas lebih mendekat ke arah dokter tersebut.
"Saya, dok" jawabnya.
"Baiklah, istri anda membutuhkan anda saat ini! Anda bisa temani dia melahirkan"
Bagas menganggukan kepala dan segera masuk ke dalam ruangan.
Chelsea melihat Bagas sembari mengeluh rasa sakit yang tiada tara.
"S-sakittt" itulah kalimat yang keluar dari mulut Chelsea hingga membuat Bagas menitikkan air mata.
"Ssstttt, kamu sabar ya, kamu pasti kuat sayang, demi anak kita" ucapnya menenangkan sembari mengecup lembut kening istrinya.
Chelsea tidak menjawab, dia terus saja meremas tangan Bagas dan berbagi rasa sakit yang tengah Ia rasakan. Bahkan bagi Bagas rasa sakit itu tidak seberapa atas perjuangan Chelsea dalam melahirkan anak mereka kini.
"Bu Chelsea sudah siap, ya?"Chelsea menganggukkan kepala.
"Kalau saya suruh mengenjan, ibu mengejan ya!" lagi-lagi Chelsea mengangguk sembari merintih kesakitan.
"Satu, dua, tiga. Ayo ngejan bu!"
"Mmmm..."
"Ayo, lagi bu!"
"Akkkhhhh"
Bagas yang melihat itu tak henti-hentinya meneteskan air mata. Dia tidak sanggup melihat wanitanya berjuang kesakitan seperti ini.
"Maafin aku chel, ayo berjuang sedikit lagi untuk anak kita" ucapnya sembari mengusap wajah Chelsea yang penuh keringat.
Chelsea terus mengejan sembari menangis.
"Ayo kurang sedikit lagi!"
"Akkhhhhhhh"
Oeek, oeek, oeek...
Dan perjuangan yang tidak sia-sia. Bayi itu berhasil dikeluarkan. Chelsea yang mendengarkan tangisan itu meneteskan air mata. Begitu juga dengan Bagas, dia meneteskan air mata saat melihat anaknya kini telah lahir di dunia.
"Selamat pak, bu. Bayinya laki-laki. Akan kami bersihkan dulu"
Bagas melihat ke arah Chelsea yang masih lemas. "Terima kasih, I love you"
berhubung Chelsea masih lemas, dia hanya menganggukan kepala pada Bagas.
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ligatus [ SUDAH TERBIT ]
DiversosSinopsis Seperti apa rasanya dibenci oleh seorang Ibu? Di permainkan oleh keadaan, dan berusaha bangkit dari sebuah keterpurukan? Menyakitkan bukan? Itulah yang kini dirasakan oleh seorang pemuda bernama Bagas. Pemuda yang hidup tumbuh dalam tekanan...
![Ligatus [ SUDAH TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/227070593-64-k984649.jpg)