Kepada para readers yang setia menunggu kelanjutan cerita ini. Sebelumnya aku mau sapa dulu nih, Hallo👋 bagaimana kabar kalian? Semoga kalian juga dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, aminn...
Oke, no debat kita langsung baca aja....
.
.
.
.
.
Chelsea berjalan termenung di koridor rumah sakit. Dia masih memikirkan perkataan mama mertuanya yang saat ini masih terngiang-ngiang di kepala.
Disaat Bagas sedang di periksa oleh dokter. Dari pihak keluarga sendiri disuruh keluar terlebih dahulu dari ruang inap Bagas.
Sementara di luar, mama Bagas duduk berdampingan bersama menantunya tak lain ialah Chelsea.
Chelsea melirik sekilas ke arah mama mertuanya. Raut wajah beliau tak menunjukkan raut wajah yang galak seperti biasa yang beliau tujukan padanya. Kini raut wajah beliau seperti selayaknya raut wajah seorang ibu yang setia menemani anaknya.
Menantu dan mertua itu duduk tanpa saling berbicara satu kata patahpun. Hingga akhirnya, membuat wanita paruh baya itu merasa tak nyaman. Dan Chelsea yang menyadari itu berinisiatif untuk bangkit dan mencari tempat duduk lain.
"Kau mau kemana?"
Chelsea menghentikan pergerakannya dan duduk kembali seperti semula.
"Mama nggak nyaman di dekatku?" pertanyaan balik kini dilontarkan oleh Chelsea.
Mama mertuanya menghela nafas panjang. Bisa-bisanya menantunya itu bertanya balik, sedangkan pertanyaannya tadi tidak dijawab.
"Saya bertanya padamu kenapa kamu malah bertanya balik pada saya?"
Chelsea menundukkan kepala takut."Maaf ma, Chelsea tadi ingin pindah tempat duduk karena, Chelsea merasa mama tidak nyaman ada di dekat Chelsea"
"Memangnya kapan saya bilang tidak nyaman?" seketika pertanyaan itu membuat Chelsea terdiam.
"Kau tadi belum makan, pergi makanlah dulu sana! Saya tidak ingin direpotkan jika nanti kamu kenapa-napa disini"
Meskipun kalimat itu diucapkan dengan nada ketus, tetapi satu hal yang Chelsea ketahui bahwa mama mertuanya ternyata sosok yang sangat peduli.
Chelsea bangkit dari duduknya dan segera berjalan menuju kantin.
"Kau mau kemana?" Pertanyaan itu membuat dia menghentikan langkahnya.
"Mau ke kantin, kan, ma" jawab Chelsea.
"Memangnya kau punya uang?" pertanyaan itu lagi-lagi membuat dirinya diam. Dia bahkan tidak habis pikir bahwa dia akan pergi kantin tanpa membawa uang. Ya, benar. Dia tidak punya uang.
"Ini" mama mertuanya memberikan uang 200ribu padanya. Chelsea terkejut dengan apa yang dilakukan oleh mertuanya.
"Pergilah ke kantin!"
Chelsea tersenyum, seraya berterima-kasih pada mertuanya."Makasih ma"
"Ingat! Sebagai perempuan kamu harus harus bisa membantu suamimu. Setelah Bagas sembuh saya ingin kamu selalu merepotkan Bagas dan menuntut banyak dari dia" ucap mama mertuanya pada dirinya.
Chelsea merasa apa yang dikatakan mama mertuanya itu memang sepatutnya harus Ia lakukan. Dia harus bisa membantu suaminya untuk mencari uang. Sebagai perempuan dia tidak bisa hanya mengandalkan suaminya terus, dia harus cari kerja untuk masa depan anaknya nanti.
"Loh, mbaknya ko diam? Mau pesan makan apa mbak?" tanya pelayan itu pada Chelsea.
Chelsea tersadar dari lamunannya. Sedari tadi dia bahkan tak sadar bahwa dirinya sudah berada di kantin rumah sakit.
"Maaf mbak. Emm, saya mau pesan makan nasi, sayur, sama lauknya ayam, ya. Eh, sekalian minumnya teh anget 1"
"Baik, mbak. Ditunggu nanti pesanannya"
Chelsea tersenyum mengangguk pada sang pelayan dan duduk sembari menunggu pesanannya datang.
Melihat seorang perempuan yang tengah duduk sendiri di kantin itu membuat lelaki tua menghentikan langkahnya dan menghampirinya.
"Chel?"
Perempuan itu menoleh pada orang yang memanggilnya.
"Eh, kakek" jawab Chelsea berdiri dari duduknya dan mencium punggung tangan kakek Bagas.
"Mau makan?"
"Iya, kek"
"Kakek juga mau makan?" lelaki tua itu menggelengkan kepala.
"Kakek kesini bukan untuk makan, kebetulan tadi kakek lewat sini terus lihat kamu disini ya, kakek samperin"
Oh, ya. Kebetulan kakek ada disini Chelsea kepikiran untuk menanyakan pekerjaan pada beliau.
"Emm, maaf sebelumnya kek. Tapi apakah boleh Chelsea bertanya pada kakek?"
Lelaki tua itu mengangkat alisnya sebelah. "Mau tanya apa?"
"Soal pekerjaan kek" jawab Chelsea dengan nada yang sangat hati-hati.
Mimik wajah kakek berubah. Sepertinya kakeknya ini akan tahu alasan dibalik dia menanyakan pekerjaan.
"Untuk apa kamu menanyakan pekerjaan? Kamu mau bekerja? Kakek nggak akan izinin kamu bekerja" ucap kakeknya dengan nada tegas.
Chelsea akan menduga hal ini akan terjadi. Dan ya, seperti dugaan dia sebelumnya, bahwa kakeknya akan melarang keras dia bekerja.
"Kek, Bagas kan lagi sakit. Trus siapa yang akan beliin susu hamil aku dan kebutuhan lainnya jika aku tidak bekerja?"
"Kakek yang akan mencukupi kebutuhan kamu selama Bagas sakit. Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu"
"Tapi kek-"
"Chelsea dengarkan kakek! Kamu itu sedang hamil, kakek nggak ingin kamu kenapa-napa bila seandainya kamu bekerja"
"Kek, aku itu kuat walau aku sedang hamil sekalipun. Lagipula aku dan Bagas itu kita sudah berkeluarga. Aku tidak ingin menjadi seorang perempuan yang hanya mengandalkan gaji seorang suami. Aku juga ingin bisa membantu Bagas. Demi masa depan kita, masa depan anak-anak kita" ucap Chelsea yang kini telah bersimpuh di kaki milik kakeknya.
"Chel?"
Chelsea mendongakkan wajahnya menatap kakeknya.
"Bangunlah nak, jangan bersimpuh seperti ini"
Chelsea menggeleng pelan dan tetap bersikeras bersimpuh di kaki beliau agar beliau mau mengizinkannya bekerja. "Chelsea akan tetap seperti ini sampai kakek mau mengizinkan Chelsea bekerja"
Kakeknya diam melihat cucunya itu memohon sembari berlinang air mata. Dalam hatinya, dia tidak tega melihat cucunya itu bersedih.
Kakeknya menghela nafas panjang sembari menutup matanya sekejap.
"Baiklah, chel. Kakek akan mengizinkanmu bekerja" kalimat itu diucapkannya dengan rasa berat hati.
Chelsea yang mendengar itu seketika bangun dan mengusap air matanya. "Kakek serius?"
"Jangan buat kakek menarik ucapan kakek kembali"
Chelsea tersenyum kepada kakek. "Terima kasih kek, Chelsea senang sekali"
"Tapi ingatlah chel, selama kamu bekerja kamu harus bisa jaga kandungan kamu dan kamu juga harus berjanji pada kakek untuk selalu kuat"
"Iya kek, Chelsea berjanji" ucap Chelsea dengan rasa bahagianya.
"Nanti akan kakek carikan pekerjaan yang ringan untukmu" ucap kakek pada cucunya itu.
Seperti mendapat hadiah yang berlipat ganda. Chelsea sangat senang sudah dapat izin dari kakeknya dan kini kakeknya juga yang mencarikan pekerjaan untuknya.
.
.
.
Aku mau mengucapkan terima kasih pada para pembaca, baik pembaca setia maupun pembaca ghaib wkwk✌
Intinya aku berterima kasih banget. Karena berkat kalian juga aku bisa terus update cerita ini. Oke, selalu aku ingetin terus untuk jangan lupa memberi vote dan commentnya. See u 😄
KAMU SEDANG MEMBACA
Ligatus [ SUDAH TERBIT ]
RandomSinopsis Seperti apa rasanya dibenci oleh seorang Ibu? Di permainkan oleh keadaan, dan berusaha bangkit dari sebuah keterpurukan? Menyakitkan bukan? Itulah yang kini dirasakan oleh seorang pemuda bernama Bagas. Pemuda yang hidup tumbuh dalam tekanan...
![Ligatus [ SUDAH TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/227070593-64-k984649.jpg)