Hi, Baby. #1

2.5K 232 51
                                        

         Seindah apapun suatu negara yang ingin setiap orang kunjungi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

         Seindah apapun suatu negara yang ingin setiap orang kunjungi. Tempat terbaik adalah negara sendiri. Dan rumah, sebuah tempat yang menyimpan banyak cerita dan menjadi saksi dari setiap kejadian yang tidak terduga. Memberikan berbagai afeksi yang selalu membekas disaat raga sedang menjauh.

Alena menghela napas pelan. Satu tangannya menarik satu koper berukuran sedang miliknya yang dia bawa tiga tahun yang lalu. Tepat di sini, di bandara yang sempat memberikan sebuah jarak diantara dirinya dan orang-orang tersayang.

Alena bersyukur, sekarang dia sudah bisa kembali.

Senyum terukir di bibirnya saat mendapati satu presensi yang menunggu kedatangannya. Pria itu melambaikan tangannya, kemudian melangkah cepat mendekati keberadaan Alena yang juga melangkah. Tatkala jarak keduanya mendekat, Alena lantas menabrakan tubuhnya ke tubuh pria itu.

“Selamat datang!” seru pria itu begitu antusias. Kedua tangannya mengusap naik-turun punggung sempit Alena.

Alena melepaskan rengkuhan itu setelahnya. Senyumnya terukir begitu lebar. “Ah, Jimmy, aku merindukanmu!”

Pria itu, Alister Jimmy, mengembangkan senyum yang membuat kedua netranya menyipit. Jimmy mendapati penampilan Alena semakin dewasa setelah tiga tahun menempuh pendidikan. Gadis itu sudah mulai bermain dengan make up meski masih dengan riasan tipis.

“Maaf, ya, membuatmu repot,” cicit Alena disaat Jimmy meraih koper miliknya untuk dipindahkan ke dalam mobil.

Jimmy melangkah lebih dulu untuk meletakkan barang bawaan Alena ke bagasi mobil. Dia menggeleng, “Tidak sama sekali. Bunda yang memintaku untuk menjemputmu.”

“Selain aku dan Bunda, tidak ada yang tahu kalau kau pulang. Kau juga tidak memberi kabar ke yang lain, 'kan?” tanya Jimmy kemudian.

Mendekati keberadaan Jimmy, Alena menggelengkan kepalanya. Yah, tidak ada satupun yang dia kabari kalau dirinya sudah kembali.

Setelah meletakkan barang bawaan Alena ke bagasi mobil. Kedua pribadi itu lekas menaiki mobil untuk meninggalkan bandara. Di sepanjang perjalanan, keduanya terlibat percakapan, membicarakan mengenai apa saja yang terjadi selama Alena belajar di Australia.

Pun gadis itu mendapati penampilan Jimmy tidak banyak yang berubah. Pria itu masih seperti tiga tahun lalu dan saat terakhir kali mereka bertemu. Dan Alena benar-benar tidak sabar untuk bertemu yang lain.

Kendaraan roda empat milik Jimmy membawa mereka menuju tempat dimana kala itu Alena sempat merengek ingin dibuatkan latte art. Mobil Jimmy berhenti di halaman Kafe miliknya, berlalu mempersilahkan Alena turun lebih dulu.

“Kita ke sini dulu. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan kepadamu,” kata Jimmy. Pria itu berjalan lebih dulu untuk membukakan pintu Kafe dan mempersilahkan Alena masuk.

Alena diminta untuk duduk di salah satu kursi. Sementara Jimmy memasuki dapur untuk membuatkan gadis itu minuman kesukaannya.

Manik kembar Alena menatap ke seluruh penjuru ruangan Kafe, terlihat berbeda. Sepertinya, Jimmy sedikit mengubah dekorasi pada Kafe miliknya. Sesekali Alena melirik ponsel di dalam saku outer yang dia gunakan, tetapi dia tidak mendapatkan apapun.

Dear, Baby.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang