Saat bram masuk ke dalam kamar, dia tidak melihat keberadaan istrinya. Dia menoleh ke arah kamar mandi mendengar suara gemiricik air itu artinya istrinya berada di sana. bram memutuskan duduk di atas kasur sambil memainkan Handphone nya.
ceklek
Arini terkejut melihat suaminya yang sudah duduk di atas kasur mereka, lalu berjalan ke meja rias. Arini melirik suaminya yang asyik bermain Handphone.
"Habis bertemu selingkuhan yah?". Arini yang mendengar itu menghentikan kegiatannya
"Maksud mas?"
"Izinnya ke supermarket gak taunya habis jalan berdua dengan selingkuhannya, ck dasar " ucap bram sambil menatap tajam arini.
"Aku memang ke supermarket mas tapi di tengah jalan bertemu bryan dan aku gak selingkuh"
Bram berdiri menghampiri arini yang sudah berdiri di depan ranjang mereka. "Oh dan aku harus percaya gitu? memangnya kalau orang selingkuh pintar banget cari alasannya. oh aku tau kalian mungkin habis bercinta kan"
plakk
Arini menampar pipi suaminya itu, dia kecewa suaminya masih terus menuduhnya selingkuh. Dia menghela nafas mencoba untuk mengatur emosinya mengingat dirinya sedang mengandung.
Sedangkan bram menatap nyalang arini karena telah menampar dirinya, lalu mencengkram erat dagu arini sampai membuat wanita itu meringis kesakitan.
"Berani sekali kau menamparku hah"
"Mas lepas ini sakit" jawab arini dengan mata berkaca-kaca bahkan air matanya sudah turun begitu deras.
Bram melempar tubuh arini ke ranjang mereka " Cih dasar jalang".
Setelah mengatakan itu bram keluar meninggalkan istrinya sendiri. Sedangkan arini menegang mendengar kalimat terakhir suaminya, dia tak menyangka suaminya akan berbuat sekasar itu bahkan mengatainya Jalang.
Arini sungguh sakit hati dengan sikap dan perkataan suaminya. padahal suaminya tidak tau alasan yang sebenarnya dia pulang bersama bryan karena apa, malah asyik menuduhnya berselingkuh.
"Maafin papa kamu sayang dia hanya lagi emosi sesaat doang kok"
Arini mengelus perutnya dengan lembut mencoba tegar dengan situasi rumah tangganya.
Sedangkan bram di luar menyesali perbuataanya pada arini, dia merasa bersalah sudah mengatai istrinya itu jalang.
"Ck sialan"
***
Keesokan harinya arini tengah bersiap untuk ke rumah sakit, suaminya sudah pergi sejak tadi tanpa berpamitan padanya. Sesampainya di rumah sakit dia menunggu namanya di panggil.
"Ibu arini"
"iya saya sus"
"silahkan masuk bu"
Arini masuk dan duduk di hadapan dokter wanita yang akan memeriksanya.
"Dok saya mau periksa apakah saya hamil atau tidak, beberapa hari yang lalu saya tes pakai tespek dan hasilnya garis dua"
"Ok baiklah ibu arini silahkan berbaring di sini"
Arini menurut dan lihatlah di monitor itu ada berupa titik yang dokter bilang itu adalah janinnya, arini sungguh bahagia ternyata firasatnya tidak salah.
"Kandungan ibu sehat, Alhamdulillah yah bu. Kehamilan ibu ini memasuki 6 minggu masih sangat rentan keguguran jadi ibu harus berhati-hati yah. nanti saya resepkan vitamin untuk ibu"
"terima kasih dok"
Didalam mobil arini melihat kertas USG nya dengan mata berkaca-kaca, dia harap dengan kehadiran janin di rahimnya mas bram kembali seperti semula.
"Itu USG kan non? loh non hamil yah?" tanya sang supir yang melihat nona nya tersenyum memegang sebuah kertas USG.
"Gak seru bapak duluan yang tahu, hahaha. alhamdulillah saya hamil pak baru masuk 6 minggu. bapak jangan bilang ke siapa-siapa dulu yah"
"Siap atuh non, selamat yah akhirnya rumah bakal rame suara tangisan bayi yah"
"Bapak bisa aja".
Sesampainya arini di rumah tiba-tiba dia merasa ingin makan gado-gado, mungkin ini ngidamnya.
"Oh kebetulan ada marko aku suruh saja dia pergi beli. Marko ke sini"
Marko yang di panggil pun datang menghampiri nonanya. " Ada apa nona?"
"Ehehe tolong beliin gado-gado dong, nih uangnya"
"Tumben" ucap marko heran.
"Ingin aja, cepetan ih"
Marko segera pergi sebelum nona nya ini melaporkannya pada kakaknya karena terlalu lambat melayani wanita itu.
***
Saat ini arini tengah mengelus perutnya karena merasa kenyang sehabis menyantap gado-gado yang dia inginkan.
"Ahh kenyang"
"Gimana gak kenyang 2 porsi di habiskan di tambah kerupuk satu toples besar" ujar lirih marko yang masih bisa di dengar arini.
"Aku dengar yah". Marko cengengesan menatap arini yang saat ini menatap tajam pada dirinya.
"Lagian aku tuh lapar jadi harus kenyang dong kalau makan, kalau gak kenyang nanti cari makan lagi"
Marko mengiyakan ucapan arini tapi dia tidak mengira porsi makan nona nya saat ini akan segitu seperti bukan nona nya saja.
💮💮💮💮
KAMU SEDANG MEMBACA
Arini
RomansaArini Kusumo terpaksa menerima perjodohan yang dibuat oleh orang tuanya, dia berfikir dengan menerima perjodohan itu tidak hanya membahagiakan orang tuanya saja tapi dirinya juga karena tanpa disadari Arini mulai mencintai laki-laki yang akan dijodo...
