BAB 3

12.8K 266 1
                                        

Pov Bramantyo
Tidak terasa sudah sebulan aku mencoba membuka hatiku untuk Arini, selama itu juga aku merasa nyaman di dekatnya dan bahagia. selalu ada perilaku arini yang membuatku penasaran akan dirinya.

Pernah suatu ketika aku dibuat kagum dan bangga menjadi suaminya, sore itu disaat perjalanan pulang kantor aku melihat Arini sedang membersihkan seorang pria yang kuketahui adalah ODGJ, tak ada raut muka jijik diwajahnya saat membersihkan ODGJ tersebut. Dari hari itu aku tau kalau Arini memang memiliki kemanusiaan yang tinggi dan itu membuatku semakin mencintainya. Ya aku mencintainya, mencintai istriku Arini.

"Mas, ayo makan aku lapar" rengekan Arini mengejutkanku dari lamunanku.

"Manja sekali istriku ini yah" ucapku sambil mencium sekilas bibirnya kulihat wajahnya memerah. Manisnya rasanya aku ingin mengurungnya di kamar saja, eh.

Kami turun kebawah dengan bergandengan tangan menuju meja makan.

"Tolong kondisikan yah, disini masih ada anak kecil" ujar Rina, sepupuku. Rina adalah anak dari adik mama dan memang dia sering berkunjung.

"Rina, kapan kau datang. Kenapa tidak bilang kalau mau datang" Arini kaget karena Rina tiba-tiba datang berkunjung tanpa pemberitahuan. Mereka berpelukan ala wanita.

"Aku sudah menelfon kemarin, mas Bram pasti tidak kasih tau kakak ipar ish. Mentang-mentang sekarang sedang jatuh cinta, mas Bram melupakanku. Bahkan aku menunggu 2 jam dibandara kukira mas Bram akan menjemput ku" ucap Rina dengan kesal.

Arini menatap tajam Bram tetapi memangnya Bram manusia cuek yah dia hanya acuh saja mendengar penjelasan sepupunya itu. Kedua orang tua Bram terkekeh mendengar keluhan dari keponakannya itu.

"Pasti mas sengaja kan?" Tanya Rina

"Kau sangat menganggu" jawaban Bram seketika membuat Rina sangat kesal. Sedangkan Arini dan orang tua Bram sudah tertawa terbahak-bahak melihat percakapan tom & Jerry dari keluarga Wijaya.

"Sudah-sudah ayo makan" putus ayah dengan mengulum senyum.

Rina dan Mas Bram memang tidak bisa disatukan, mereka seperti tom & Jerry selalu bertengkar walaupun begitu mereka saling menyayangi.
Rina menatap Bram dengan tatapan permusuhan Liat saja aku tidak akan membiarkanmu bersenang-senang dengan kakak ipar sambil tersenyum misterius.

Setelah selesai makan malam kami semua berkumpul di ruang tamu, sejak tadi Rina mendominasi Arini membuat Bram jengkel dengan sepupunya itu.

"Kakak, bagaimana kalau kita tidur bersama saja malam ini? Kita bisa menghabiskan waktu untuk bercerita ala wanita dan menonton" ucap Rina dengan semangat.

Bram yang mendengarnya terkejut
"Hei hei apa-apaan itu, kakak iparmu akan tidur bersamaku" ucap Bram dengan tegas

"Tidak mau" Rina dengan tegas menolak. Mereka berdua bertatapan dengan api yang membara di bola mata mereka.

Rina dan Bram memang selalu bertengkar untuk memperebutkan Arini, maka dari itu Bram tidak suka kalau Rina datang.

Aku akan tetap tidur dengan kak Arini tanpa persetujuanmu.

Aku tidak akan membiarkannya. Ucap dalam hati Bram.

"Sudah, kalian tidak boleh bertengkar"Arini menghela napas, "baiklah aku akan tidur denganmu rina". Keputusan Arini membuat Bram tambah kesal.

"Tidak bisa begitu sayang" protes Bram pada Arini. Rina tersenyum smirk menatapnya. Orang tua Bram hanya terkekeh melihat 2 saudara yang sedang memperebutkan menantunya.

AriniTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang