Arin membawakan sup untuk Madilyn yang sedang duduk menikmati rintikan hujan dari jendelanya. Madilyn tak selera memakan itu, dia mengira sup itu rasanya biasa saja tidak seperti masakan ibunya. Dia tak berminat mencicipinya bahkan menyuruh Arin untuk memakan masakannya sendiri. Elton yang melihat itu pun mencegah Arin untuk membawanya kembali, namun, dia sendiri yang akan memakannya.
"Kenapa dia ada disini?" ucap Madilyn menatap Elton dengan emosi.
"Siapa?"
"Liam, seperti itu kan namanya?"
"Sudah kamu hafalkan ya sekarang," balas Elton yang menikmati sup. Dia duduk di samping Madilyn memperhatikan pemandangan yang luar biasa.
Liam selalu memeriksa keadaan Madilyn yang harus selalu baik-baik saja dan tidak boleh terluka sedikitpun. Dia harus memperhatikan Madilyn dan bukan hidupnya sendiri yang masih tampak berantakan, hatinya yang belum tertata dan sangat membutuhkan seorang perempuan yang menata hatinya yang sudah hancur berantakan. Sayangnya, Liam tak menemukan itu, meskipun dia bisa, dia lebih memilih untuk bekerja di bandingkan mencari cinta yang tidak ada kepastian.
Dia juga berpikir belum tentu keluar hidup-hidup dari pekerjaan ini, menjadi pengawal Madilyn Mclover adalah hal yang berbahaya. Dia tetap menjalankannya dengan keteguhan hati dan sepertinya hatinya memang sudah mati. Dia sangat jarang bicara dan menatap semua orang termasuk Madilyn dengan tatapannya yang dingin dan merahasiakan sesuatu.
Elton kembali ke dapur untuk menemui Arin. Sedangkan, Madilyn masih duduk santai di depan jendelanya dan melihat Liam yang masuk ke kamarnya pelan-pelan. Liam mendekat kepada Madilyn tanpa izinnya. Dia dengan tegas dan berdiri di hadapan Madilyn, menyerahkan beberapa dokumen dari kantor, tanpa penjelasan dia meletakkan dokumen itu di hadapan Madilyn begitu saja.
"Ini dari kantor, katanya harus nona tanda-tangani." ucap Liam datar. Dia sama sekali tak merubah mimik wajah dinginnya.
Madilyn menatap pria itu, "Baik, bisa kan kamu cuma mengantar dokumen lalu keluar, setelah ini selesai, kamu ambil, bawa ke kantor dan jangan kembali lagi kesini." perintah Madilyn yang tidak digubris oleh Liam.
"Tugas saya adalah menjaga nona," ucap Liam dengan tegas.
"Iya, tentu saja. Saya yang gak mau kamu, ngerti? Lagian kamu ini payah, kemaren masih ada yang menyusup."
"Karena itu saya harus ada disini, supaya nona tetap aman," balasnya lagi.
Kali ini kedua bola matanya menatap Madilyn. Kduanya saling bertatapan dengan kedinginan hati yang berbeda-beda sebabnya.
"Bagaimana kalau kamu mati karena menyelamatkan aku?" Madilyn berdiri dan menghadap tepat di depan Liam.
"Itu sudah menjadi tugas saya, Nona tidak perlu khawatir tentang hidup saya," ucap Liam
"Kamu juga tidak perlu khawatir tentang hidupku. Dengar Liam, aku tidak menginginkan kehadiran kamu disini, kamu selalu mengikuti aku seolah kamu menginginkan sesuatu." ucap Madilyn dengan tegas.
"Mungkin takdir yang menginginkan kita harus berperan seperti ini, kamu ataupun aku sama sekali tidak bisa menolaknya." Liam duduk di kursi depan pintu yang sudah dia sendiri sediakan untuk menjaga Madilyn.
Madilyn kesal melihat pemandangan yang berada di dekat pintunya. Sekeras apapun dia mengusir Liam, dia tak akan bisa membuat lelaki dengan keteguhan dan ketegasan seperti Liam pergi begitu saja mematuhi perintahnya, baru saja sehari merasakan kenikmatan dan ketentraman hidup sendiri tanpa ada gangguan dari siapapun. Liam selalu saja mengikutinya dimanapun dia berada.
Madilyn meminta untuk tidur di kamar Elton, akan tetapi setelah mendengarkan desahan keras dari kedua sejoli itu. Dia mengurungkan niatnya untuk tidur di kamar Elton, makan malam belum di siapkan, namun Madilyn sepertinya tidak bisa tidur dengan tenang jika diawasi Liam. Meskipun dia tak akan melihat Liam karena kamarnya yang gelap. Dia sedikit khawatir Liam akan berbuat hal senonoh kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Personal Bodyguard
CintaMadilyn Mclover bisa mendapatkan segalanya, kehidupannya yang glamour, mewah dan penuh kasih sayang sejak lahir, dia satu-satunya anak perempuan Carl Mclover, seorang penguasaha sukses dengan latar belakang kriminal yang membahayakan keluarganya. D...
