Chapter 43: Revealed Secret

54 1 0
                                        

"Madilyn, Papa akan menceritakan semuanya, Papa janji asal kamu jangan pergi. Papa akan mengalah dan memberikan kamu restu untuk menikah dengan Liam. Tapi, kamu harus tinggal di sebelah rumah ini." Madilyn baru saja akan mengangkat kopernya dan pergi akan tetapi, melihat ayahnya memelas dan meminta dirinya untuk mendengarkan penjelasannya, dia tak punya pilihan selain mendengarkan penjelasan tersebut.

Lagipula, Madilyn sendiri tidak mungkin bisa hidup tanpa kemewahan meskipun dia bisa akan tetapi, dia sebenarnya juga tak ingin. Jika bukan karena terpaksa dia tidak akan keluar dari rumah, namun, lebih bagus karena ayahnya kini mau menahan dirinya untuk tetap tinggal. Madilyn tidak tertarik mendengar rahasia itu dan dia tidak peduli jika ayahnya menceritakan semua kejahatan itu karena dia tidak akan membuktikkan hal itu di pengadilan. 

"Gerald dan Papa memang bersahabat, dia tidak pernah sekalipun mencelakai kamu atau keluarga kita. Memang benar kami pernah berseteru tentang tanah yang ada di Medan itu dan dia menculik kamu waktu itu karena dia ingin Papa mati bersama dia..." jelas Carl.

"Kapan kalian akan menikah?" melihat keheningan istri dan putrinya, Carl mengganti topik pembahasan karena dia memang akan merestui anaknya meskipun itu sulit baginya. 

"Oh, soon Pa, kami akan pilih wedding organizer dulu dan lain-lain karena semua itu membutuhkan persiapan yang lama." jawab Madilyn yang tersenyum membayangkan hari pernikahannya dengan Liam, "Take your time, Papa cuma mau kamu bahagia karena cuma kamu sama Carlos yang masih hidup. Kapan Liam akan melamar? Dia tidak mungkin menikahi kamu tanpa melamar kamu terlebih dahulu, kan?" Carl mengangkat alisnya. 

"Iya, secepatnya. Papa tidak perlu khawatir soal itu. Minggu depan aku ingin liburan di Swedia. Karena sedang musim panas dan juga lebih aman berada disana siapa tau disini kami masih mendapatkan ancaman." Madilyn menatap ayahnya dan tersenyum menyeringai, ucapannya terdengar menyindir Carl akan tetapi, Carl tidak peduli dengan hal itu. Dia harus melanjutkan apa yang menjadi rencananya. 

Madilyn beranjak dari sofa dan pergi ke kantor untuk bekerja. Dia juga menyuruh Cassie untuk mengembalikan koper ke kamarnya. Dia merasa lega karena akhirnya ayahnya mau melakukan apa yang selama ini dia harapkan. Selama ini Madilyn selalu berpikir bahwa dia akan mengganti Liam dengan pria lain yang sangat sulit untuk dia lakukan. Dia masih bersedih karena kehilangan calon bayinya akan tetapi, dia tak mau menyalahkan Liam meskipun Liam adalah penyebab dari semua kejadian itu. Dia sadar betul masih mencintai Liam kala itu.

Dan kepergian Liam tanpa sebuah alasan dan tanpa suatu kepastian akan hadirnya kembali adalah sesuatu yang tak pernah Madilyn harapkan dalam kisah cintanya. Dia mengharapkan semua berjalan mulus seolah melintasi jalanan sepi di tengah hutan belantara. Dia bisa menikmati semuanya meskipun harus memulai dari awal lagi. Dia tak siap menjadi ibu juga sebetulnya karena itu dia merelakan kepergian calon bayinya. Dia tak mengharapkan hal itu dari hubungannya dengan Liam. 

Mimpinya seolah menjadi nyata. Dia selalu berpikir ayahnya akan tetap bersikukuh dengan keputusannya meskipun Madilyn pergi dari kehidupan Carl akan tetapi, menurut Carl anaknya tetap lebih berharga meskipun keinginan Madilyn adalah sesuatu yang sangat sulit untuk Carl penuhi. Dia mengalah dengan masa lalunya demi Madilyn, dia mencintai istrinya kembali semua itu dia lakukan demi anak-anaknya terutama anak perempuannya yang sudah dia nanti sejak lama. Dia tak pernah menyesali kepergian Citra apalagi setelah kelahiran Madilyn. 

Carl tak ingin membalas dendam karena dia selalu berpikir hukum tidak adil namun, dia lupa satu hal bahwa siapa pun penjahat itu Tuhan akan tetap melihat dan akan menghukum mereka di akhirat nanti. Dia ingin menyudahi semua ini dan melanjutkan hidupnya dan melakukan satu hal yang belum sempat dia lakukan. 

Minggu ini, tepat sebelum kepergian Madilyn ke Swedia, Carl mengadakan brunch di halaman belakangnya. Carlos, Tiffany dan kedua anaknya juga hadir, Tiffany kini sedang hamil anak ketiganya. Kehidupan keluarga Mclover tampak bahagia kini apalagi ditambah dengan kehadiran Liam yang akan melamar Madilyn malam ini. 

Personal BodyguardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang