Laura memanggil dokter untuk memeriksa Madilyn yang tekanan darahnya masih turun dan dia sebenarnya masih belum benar-benar sehat. Laura juga menelpon Helena untuk memberitau mengenai keadaan terkini anak perempuannya, "Dia pasti masih sakit hati mengingat tentang Liam. Wajar saja jika dia masih trauma dan sakit hati setiap kali mengingat tentang Liam karena dia sendiri yang menyaksikan kematian pria itu. Gerald memang gila." ucap Helena di telpon yang membuat Laura merasa heran dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa tidak ingin memberitau tentang Citra? Madilyn juga anak kalian dan ingat kalau kalian hanya memiliki 2 anak saja sekarang setelah kematian Calvin dan Elton." protes Laura kepada Madilyn.
"Carlos dan Madilyn adalah kedua anak yang berbeda. Carlos akan melakukan apa saja karena dia adalah pewaris utama keluarga kami dan dia memang dapat dipercaya, dia hanya tak ingin terlibat. Dia hanya fokus kepada harta dan keluarganya. Madilyn, dia sangat rentan dan lemah. Kalau saja dia tau semuanya, apa yang akan terjadi??" ucap Helena di dalam telpon.
"Yang terjadi seharusnya terjadi, Helena. Aku akan melakukan apa yang Carl minta karena kalian memang benar, aku tidak ingin menyakiti Madilyn. Sampai kapan pun jika memang rahasia ini harus dikubur bersama sang pemilik, maka, biarlah itu yang terjadi." ucap Laura mengalah, dia juga tak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga kakaknya. Dia hanya menyarankan apa yang perlu untuk meningkatkan strategi bisnisnya saja.
Helena pamit dan menutup telponnya dengan lega karena Laura menyetujui untuk merahasiakan tentang Citra selamanya. Dan Madilyn memang tidak pernah tau, setelah dia sadar dari pingsannya, dia sempat menanyakan kembali akan tetapi, Laura menjelaskan bahwa Citra adalah anak haram dari kakeknya dengan wanita lain yang berasal dari Medan. Selain itu, kematian juga karena terbunuh entah oleh siapa. Laura tidak menjelaskan detail-nya mengapa.
"Terbunuh oleh siapa?" tanya Madilyn, "Tante gak tau sayang, apa pun yang terjadi hari itu tante gak pernah tau, tante dan tante Sonia tidak pernah ikut campur sama urusan Papa kamu. Lagian, kamu kan sudah dewasa. Pikirkan masa depan kamu, menikah misalnya atau memulai kisah cinta dengan pria lain? kalau kamu mau, tante bisa kenalin kamu sama anak temen tante?" ucap Helena menawarkan kepada Madilyn untuk dikenalkan kepada bule Australia.
"Gak deh, tan. Gak minat. Sepertinya aku tidak mendapatkan jawaban. Kalau begitu aku pulang dulu. Aku disini malah ngrepotin tante." ucap Madilyn menatap ke arah pintu ruangannya.
"Kamu sudah mendapatkan jawabannya, Madilyn. Kamu pulang besok aja, ya? Tante gak mau kalau kamu tiba-tiba pingsan di jalan." Laura mencoba mencegah kepergian Madilyn karena dia mengerti dengan benar bagaimana keadaan Madilyn saat ini.
Madilyn tak mau berlama-lama berada disana karena dia ingin segera menemui Liam oleh karena itu, dia ingin pulang meskipun dia masih merasa tidak sehat. Dia pamitan kepada Oliver dan Laura serta anak perempuan mereka yang terakhir dan belum menikah, Olivia. Madilyn kembali ke bandara tanpa dikenali oleh siapa pun. Dia juga kembali ke rumah dengan aman dan dia segera istirahat setelah itu.
Dia menjalani kehidupannya seperti biasa dan dia mencoba untuk bahagia karena kini Liam sedang menemani dirinya makan malam di kamarnya. Liam memasak sup daging sapi khusus untuk Madilyn dan rasanya lebih enak dari buatan Helena. Madilyn memaksa dirinya untuk tersenyum di hadapan Liam meskipun dia sedang bersedih karena seakan apa yang dia usahakan sia-sia saja.
"Kamu kenapa? kamu baik-baik saja? kamu gak banyak bicara seperti kemaren-kemaren?" ucap Liam yang menyadari keheningan Madilyn yang tidak seperti biasanya, "Seberapa keras pun kamu mencoba untuk menyembunyikan rasa sedihmu, aku tetap akan menyadarinya. Aku bukan hanya mengenal kamu kemaren, come here." Liam mendekat dan duduk di samping Madilyn, dia memeluk Madilyn dengan erat. Membelai pipi dan rambutnya penuh dengan kasih sayang dan pastinya membuat Madilyn menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Personal Bodyguard
RomanceMadilyn Mclover bisa mendapatkan segalanya, kehidupannya yang glamour, mewah dan penuh kasih sayang sejak lahir, dia satu-satunya anak perempuan Carl Mclover, seorang penguasaha sukses dengan latar belakang kriminal yang membahayakan keluarganya. D...
