Kedua pasangan itu dibawa masuk oleh tim medis ke ruang gawat darurat. Vin yang mengikuti mereka sampai ke rumah sakit segera menelpon Carl dan Helena untuk memberitau bahwa anak mereka telah ditembak oleh seseorang. Vin juga sudah melaporkan kasus ini ke polisi sehingga penyelidikan sudah di mulai.
Madilyn sempat menyadarkan diri ketika lukanya dirawat dan dia berteriak menangis mencari dimana Liam kini dirawat karena dia sangat khawatir dengan Liam. Dokter yang tak bisa fokus dalam merawat Madilyn karena Madilyn tidak bisa bersikap tenang, dia pun terpaksa menyuntikkan obat tidur ke tubuh Madilyn.
Di luar ruangan gawat darurat, Carl dan Helena masih menunggu bagaimana keadaan anaknya saat ini. Helena yang sangat khawatir pun masih meneteskan air matanya di pelukan suaminya, dia sangat khawatir dengan keadaan Madilyn.
"Nona Madilyn saat ini baik-baik saja. Kami sudah mengeluarkan pelurunya dan dia sedang beristirahat. Biarkan dia istirahat dan makan makanan yang bergizi supaya lukanya cepat sembuh dan tekanan darahnya naik. Dia mengalami sedikit penurunan tekanan darah malam ini." jelas dokter Richard.
"Oh ya, dia akan dipindahkan malam ini karena kondisinya sudah membaik. Dokter Tiffany yang akan menangani nona Madilyn besok karena seperti yang sudah anda ketahui bahwa Dokter Tiffany adalah dokter pribadi putri anda." tambah dokter Richard.
"Baiklah dokter, terima kasih." Carl sedikit lega mendengar hal itu dan dia ingin tau siapa yang berani melakukan hal ini kepada putrinya.
Helena yang terdiam kini dia mengalihkan tatapannya kepada suaminya dengan tatapan curiga. Helena sudah tau tabiat suaminya selama ini dan dia pikir itu adalah hal wajar jika suaminya yang melakukan semua ini karena dia masih belum merestui Madilyn dengan Liam.
"Carl, apa yang sudah kamu lakukan?" Helena mendekat dan menuduh suaminya secara spontan tanpa bukti apa pun. "Tidak ada, Helena. Jika kamu berpikir aku yang melakukan semua ini, maka, Vin tidak akan ada disini." jawab Carl dengan santainya.
"Alah, jangan kamu pikir aku bodoh, bisa saja kamu mengarang semua ini. Bisa saja Vin menjadi heroik karena dia adalah tangan kanan kamu. Kamu sudah merencanakan ini semua dari awal." teriak Helena di hadapan para perawat yang membawa anaknya keluar dari ruangan gawat darurat menuju ruangan VVIP.
"Pelankan suara kamu, Helena, ini rumah sakit." bisik Carl ke telinga istrinya, "Aku tidak peduli, Carl. Jika terjadi sesuatu dengan Madilyn aku tidak akan pernah memaafkan kamu." ucap Helena yang sudah terbawa emosi karena kecurigaannya yang belum tentu benar.
"Kamu pikir aku ingin jika anak kita terluka seperti itu, huh? Dimana nurani kamu, Helena? Bagaimana bisa kamu menuduh aku seperti itu?" Carl mencoba menjelaskan bahwa dia tidak bersalah akan tetapi, Helena tidak menggubris hal itu. Dia terus berjalan dan menuju ke ruangan dimana putrinya akan dirawat.
Atas perintah Carl, Vin mengikuti Helena dan akan berjaga di luar ruangan Madilyn.
Sedangkan, Liam masih dirawat oleh seorang dokter. Lukanya begitu dalam dan Liam benar-benar sangat sekarat kali ini. Dia membutuhkan donor darah dengan cepat karena dia mulai kehilangan banyak darah. Masih ada stock di dalam rumah sakit untungnya dan sang dokter berhasil menstabilkan kondisi Liam akan tetapi, tubuh Liam sepertinya lambat merespon.
Sang dokter pun mulai memasang peralatan-peralatan untuk membantu Liam mengembalikan kepulihan tubuhnya setelah diserang di dua titip di dekat dadanya. Untung saja tidak tepat mengenai jantungnya akan tetapi, peluru itu mengenai dada atas dan perutnya. Sang dokter juga tidak mengerti harus mengabari siapa karena sepertinya tidak ada yang menunggu Liam di luar ruangan gawat darurat.
Liam masih dirawat intensif dan belum bisa dipindahkan sampai kondisinya mulai stabil. Meskipun masih belum sadarkan diri akan tetapi, Liam masih hidup dan selamat dari serangan itu. Dokter juga sudah bekerja keras untuk merawat Liam sebaik-baiknya. Namun, kondisi Liam masih kritis saat ini dan mungkin saja harapan hidupnya semakin merendah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Personal Bodyguard
RomanceMadilyn Mclover bisa mendapatkan segalanya, kehidupannya yang glamour, mewah dan penuh kasih sayang sejak lahir, dia satu-satunya anak perempuan Carl Mclover, seorang penguasaha sukses dengan latar belakang kriminal yang membahayakan keluarganya. D...
