"Jangan sampai dia lari lagi, terlalu manis untuk ditangkap," Carlos tersenyum menyeringai ke arah gadis yang sedang dibawa polisi untuk ditahan.
Di tengah keadaan adiknya yang kritis, Carlos bukannya menjenguk adiknya. Dia justru ikut ke kantor polisi untuk menyelidiki tentang wanita itu. Dia sedikit melihat proses dimana gadis itu diinterogasi oleh tim penyelidik. Dia sedikit menggali informasi tentang gadis itu.
Sementara di rumah sakit, Madilyn sekali lagi harus berjuang untuk hidup. Dia kehilangan cukup banyak darah. Tiffany merawat luka Madilyn dengan baik bersama tim perawat lain. Dia juga menyalurkan darah yang telah didonorkan ke lengan Madilyn.
"Tak bisa ku bayangkan jika dia Carlos," ucap Tiffany kepada rekannya.
"Bukankan dia yang lain?" tanya dokter Price.
"Iya, tentu saja. Bagaimana dengan darahnya?" ucap Tiffany seraya melepaskan sarung tangannya dan menghidupkan kembali lampunya.
"Sedang mengalir, hanya butuh beberapa menit." jawab dokter Price.
Dia mendekat kepada Tiffany, "Dengar, Mclover tak akan membiarkan ini. Pastikan menemukan siapa yang sudah berani melakukan semua ini," perintahnya tegas.
Tiffany mengangguk paham, "Jangan khawatir, Price. Mereka pasti tidak akan membiarkan semuanya terjadi."
Ketika keduanya hendak bersiap untuk keluar namun, tetiba mereka mendapati Madilyn mengalami kejang-kejang yang membuat Tiffany kembali mengenakan sarung tangan baru dibantu oleh para perawat. Dia bersama Price memeriksa apa yang salah kepada Madilyn seraya meredakan gejala kejang-kejangnya.
"Price, sudah kau pastikan darah ini cocok?" Tiffany menatap Price dalam.
"Aku sudah memastikannya-" Dia menghela napas sejenak seraya menatap Madilyn yang berangsur membaik.
"Sepertinya ada ketidakcocokan sedikit dengan darah ini. Dia sudah baik-baik saja, tidak perlu khawatir."
Tiffany terkejut mendengar hal itu, "Apa yang akan kita katakan? Price kau harus cepat cari tau siapa yang melakukan ini. Pasti ada yang sengaja melakukan ini." perintah Tiffany kepada Price.
Sementara, Tiffany kembali bersiap untuk keluar menghadapi kekhawatiran keluarga suaminya terutama ibu mertuanya yang sudah sangat panik dan bersedih ketika mendapati kabar itu. Ketika keluar dari ruangan, dia sudah disambut dengan wajah yang begitu sendu dari kedua mertuanya.
"Tiffany, katakan bagaimana keadaannya?" Helena mendekat kepada Tiffany.
"Dia baik-baik saja dan akan segera kami pindah ke kamar pribadi. Mama gak perlu khawatir."
Setelah mendengar hal itu, Helena segera masuk dan melihat keadaan Madilyn. Sedangkan, Carl masih berdiri dan terdiam di depan pintu melirik Madilyn dan memutar kepalanya tipis ke arah Tiffany dengan raut curiga seolah dia mengetahui bahwa Tiffany menyembunyikan sesuatu.
"Sebenarnya, dia mengalami kejang-kejang sebentar." jelas Tiffany sebelum ayah mertuanya bertanya. Dia tau bukan sesuatu yang akan berakhir baik ketika berurusan dengan mertuanya.
"APA???" Carl melotot terkejut menatap Tiffany dengan tatapan tajam.
"Salah seorang perawat salah mengambil golongan darah dan darahnya ada ketidakcocokan dengan Madilyn. Oleh karena itu, dia mengalami kejang dan masa kritis beberapa waktu yang lalu," jelas Tiffany seraya menunduk.
"Jika sudah menemukan orangnya, bawa saja dia ke polisi. Dia sudah pasti mau membunuh Madilyn," Carl menjauh dan masuk untuk melihat putrinya.
Tiffany hanya mengangguk mendengar perintah ayah mertuanya itu. Sebelum kembali bekerja di kantornya, dia melihat Liam yang baru datang dari arah kiri. Dia merasa sedikit heran bukankah tadi Liam yang membawa Madilyn kesini, mengapa dia tidak berjaga?
KAMU SEDANG MEMBACA
Personal Bodyguard
RomanceMadilyn Mclover bisa mendapatkan segalanya, kehidupannya yang glamour, mewah dan penuh kasih sayang sejak lahir, dia satu-satunya anak perempuan Carl Mclover, seorang penguasaha sukses dengan latar belakang kriminal yang membahayakan keluarganya. D...
