Madilyn sengaja memesan sate kambing agar tekanan darahnya naik dan dia bisa keluar dari tempat itu karena dia sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan Gerald kepadanya. Dia juga bersemangat dan mengatakan kepada Liam untuk menjemputnya pagi ini karena bagaimana pun juga dia harus keluar dari tempat ini untuk mendengar ucapan terakhir seorang Gerald Anderson, musuh bebuyutan ayahnya yang selalu ingin dan tertarik untuk membunuhnya.
"Gimana, boleh balik kan?" pinta Madilyn memelas kepada Tiffany yang sedang memeriksa tekanan darahnya. "Boleh, jangan lupa check-up minggu depan karena luka kamu masih perlu dirawat." Tiffany memesan kepada Madilyn yang suka lupa untuk pergi ke dokter karena dia merasa baik-baik saja.
"OK, sama siapa kontrolnya nanti?" Madilyn mengangkat alisnya penasaran, "Dokter Sandy, karena aku mungkin gak ke rumah sakit." jelas Tiffany, Madilyn hanya tersenyum menyeringai dan dia tidak bertanya lebih karena tak mau mengganggu urusan pribadi Tiffany.
Karlina sudah membereskan semua barang pribadinya dan Liam juga sudah menunggunya di depan pintu tepat setelah Tiffany keluar dari ruangan Madilyn. Madilyn masih belum berbicara kepada ayahnya mengenai Liam karena Carl sedang berlibur di Paris bersama dengan ibunya untuk merayakan tahun baru 2022. Madilyn sama sekali tak tertarik berlibur di Paris lagipula orang tuanya tidak mengajak dia jadi, untuk apa dia menyusul dan menganggu liburan mereka.
Madilyn dan Liam pergi bersama ke tempat dimana Gerald akan di eksekusi dan Madilyn akan menemui Gerald jika dia diberi kesempatan tentu saja. Mereka berjalan ke ruangan khusus yang tersembunyi dan tertutup karena tidak semua orang dapat masuk ke dalam sana tanpa izin tertentu.
"Kamu yakin mau bertemu dengan dia? aku khawatir kalau dia akan menyakiti kamu karena ini kesempatan terakhirnya." ucap Liam yang merasa khawatir kepada Madilyn. Madilyn tersenyum tipis kepada Liam, "Kalau aku gak yakin aku gak akan disini." ucapnya menjelaskan bahwa dia yakin untuk bertemu dengan Gerald, orang yang mungkin saja malam itu melukainya karena Madilyn sama sekali tidak melihat wajahnya seperti apa.
Madilyn duduk di depan Gerald yang berada dalam pengawasan yang ketat oleh para polisi. Gerald menatap Madilyn begitupun Madilyn yang menatap Gerald seolah pernah saling mengenal dan semakin dalam Madilyn mencoba untuk mengenali semakin dia menemukan tatapan mata Gerald bukanlah pria yang menusuknya malam itu.
"Madilyn, kamu sama sekali tidak mengerti siapa yang sebenarnya ingin membunuh kamu. Tentu bukan aku, aku sudah mengorbankan segalanya untuk ayah kamu. Berhati-hatilah dengan orang yang saat ini kamu bawa." jelas Gerald yang membuat Madilyn menyipitkan matanya karena tidak mengerti.
"Apa maksudnya?" tanya Madilyn yang masih tak paham dengan ucapan Gerald, "Liam itu berbahaya untuk kamu." ucap Gerald sebelum polisi membawanya untuk di eksekusi. "Percayalah Madilyn! bukan aku yang menusuk kamu malam itu, melainkan pria itu lah orangnya!!" Gerald berteriak jarinya menunjuk ke arah Liam. Madilyn hanya terpaku melongo karena tidak paham siapakah tokoh antagonis dalam kisah hidupnya.
Dia tersungkur di atas kursi tak berdaya tak mengerti siapa yang harus dia percaya. Apakah ini semua hanya permainan Gerald? jika iya, apa alasannya dan mengapa? bukankah dia akan segera menjemput ajalnya di tempat eksekusi? Madilyn mencoba berpikir dan mencari alasan yang membuatnya semakin takut untuk menemui jawabannya.
"Madilyn, kamu baik-baik aja, kan?" Liam yang melihat kekasihnya terpaku dan terdiam pun segera mendekat dan bertanya tentang keadaan Madilyn. "Aku baik, sebaiknya kita pulang sekarang." ucap Madilyn.
Dia mencoba menutupi kesedihan dan kebingungannya di hadapan Liam karena dia tak ingin mengetahui lebih banyak tentang pria yang dia cintai saat ini. Dia tak siap jika harus mematahkan hatinya sekarang. Madilyn mencium Liam di dalam mobil dengan mesra untuk menghilangkan rasa kekhawatirannya, Liam pun membalas ciuman itu dan membuat lidahnya menjelajah ke dalam sejenak dan menikmati nikmat yang singkat pula.
KAMU SEDANG MEMBACA
Personal Bodyguard
RomanceMadilyn Mclover bisa mendapatkan segalanya, kehidupannya yang glamour, mewah dan penuh kasih sayang sejak lahir, dia satu-satunya anak perempuan Carl Mclover, seorang penguasaha sukses dengan latar belakang kriminal yang membahayakan keluarganya. D...
