Chapter 17: Involved

116 4 0
                                        

"Papa, apa yang telah Papa lakukan, ha? Kenapa Papa tega membunuh Farrel?? Kenapa Pa?" Madilyn berteriak dengan tangisan diiringi dengan ayahnya yang menuju ke dalam mobil polisi. 

"Madilyn, tenangkan diri kamu. Mama yakin papa tidak bersalah. Mereka pasti memfitnah Papa kamu karena Papa punya banyak musuh, kamu harus tenang ya. Ayo sekarang kita istirahat." ucap Helena mencoba menenangkan putrinya dan mengajak Madilyn untuk duduk. 

"Cassie, ambilkan air putih, cepat." perintah Helena kepada Cassie. 

Helena meminta Madilyn untuk tenang dan minum air putih terlebih dulu agar dia merasa tenang, "Kenapa Papa melakukan itu, Ma?" tanya Madilyn sekali lagi. 

Madilyn memang sejak awal sudah mencurigai ayahnya. Dia mempercayai semua itu meskipun dia tak memiliki bukti yang kuat untuk membuktikkan keterlibatan ayahnya dalam pembunuhan Farrel. 

"Itu bukan Papa kamu, Madilyn. Itu hanya fitnah. Kamu percaya sama Mama. Kenapa dia akan membunuh Farrel? Apa yang kamu pikirkan? Mama juga tidak merestui pernikahan kalian. Bukan cuma Papa. Jangan berpikir yang aneh-aneh kamu." Helena memang tak mau jika nama suaminya buruk di depan Madilyn meskipun dibalik masa lalunya yang gelap. Helena tetap ingin nama suaminya terjaga dan nama keluarganya tidak tercemar. 

"Aku dengar Papa di kantor polisi sekarang?" ucap Carlos yang baru datang, dia terlihat khawatir tentang ayahnya, 

"Iya, dia pasti sedang di interogasi sekarang. Kamu hubungi pengacara kita dan pastikan ayah kamu keluar. Dengar, Carlos katakan seperlunya saja." Carlos yang mengerti dengan ucapan ibunya pun hanya menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari rumah orang tuanya. 

Helena masih mengelus lengan Madilyn lembut. Dia mencoba menenangkan putri satu-satunya itu. Madilyn bukan semakin tenang dia justru menangis sejadi-jadinya. Dia mengingat malam dimana dia menemukan Farrel mati terkapar penuh dengan darah dan ternyata ayahnya yang terlibat dalam pembunuhan itu. Madilyn sangat sedih, dia tidak menyangka bahwa dugaanya selama ini memang benar. 

"Madilyn, mau kemana kamu?" ucap Helena yang melihat Madilyn beranjak dari sofa, 

"Jangan coba-coba untuk keluar, Gerald bisa berada dimana saja untuk membunuh kamu." Helena memberikan peringatan namun, Madilyn tidak mendengarkan.

"Apakah Papa benar-benar terlibat?" Madilyn bertanya kepada salah satu pengawalnya yang dia bayar untuk mengetahui masa lalu kelam ayahnya. 

"Kami masih belum tahu, setau kami Gerald mengatakan bahwa dia diperintah dengan bayaran yang sangat tinggi jika mereka berhasil membunuh Farrel dengan rekayasa. Gerald menceritakan banyak hal ketika dia diinterogasi." jelas pria itu. 

"Apa saja pengakuan Gerald itu?" 

"Dia mengatakan dia sudah lelah dan akan menerima hukuman mati atas pembunuhan yang dia perbuat. Dia diketahui telah membunuh Lina kemudian Farrel. Kedua anak Tommy Sharvia, dia habisi karena perintah ayah kamu," jelas pria itu yang diketahui bernama Harris.

"Artinya Gerald bukan musuh Papa?" Madilyn mengangkat alisnya sebelah, 

"Soal itu kami masih menyelidikinya, Nona. Gerald akan dihukum mati karena pembunuhan berencana sebab dia telah mengakui semuanya serta mengatakan bahwa ayah kamu terlibat dan telah membayar dia." jelas Harris lebih lanjut. 

"Papa akan dihukum sama beratnya dengan Gerald jika terbukti dia terlibat?" Madilyn bertanya lagi.

"Iya, menurut peraturannya memang seperti itu karena mereka mengatakan bentuk keterlibatan Tuan Carl dengan Gerald adalah sama-sama orang yang dapat dipertanggung jawabkan atas perbuatan mereka." jelas Harris lagi.

Personal BodyguardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang