"nih kotak obat, obatin sendiri luka lo. Gw magerr" ujar Aletta memberikan kotak obat pada rafka
"udah berapa bulan?" tanya rafka tiba tiba setelah menerima kotak obat dari Aletta
"berapa bulan apanya? Lo ngomong jangan setengah setengah napa? Lo itu bukan cowok wattpad yang cool gitu" Aletta duduk di samping rafka dan menghidupkan Tv
"kandungan lo" jawab rafka yang membuat atensi Aletta teralihkan
'ni orang kenapa sih? Dia pikir gw beneran hamil? Ya kagak lah, itu kan cuma alasan doang. Tapi gw iya in aja deh, siapa suruh goblok jadi orang' batin Aletta
"udah 3 bulan" jawab Aletta asal
"tapi kita nikah belum 1 bulan" ujar rafka
"lo pikir ini anak lo?" tanya Aletta
Rafka diam sesaat dengan ekspresi datar dan pikiran yang tidak bisa ditebak
"gw akan besarin anak lo dan anggap dia anak kandung gw" ujar rafka tiba tiba dengan tatapan yang manyakinkan
"anak kandung sendiri dibunuh, anak orang mau dirawat. Munafik" guman Aletta yang untungnya tidak terdengar oleh rafka
"bagus deh kalau lo mau rawat anak gw, sekarang beliin gw seblak. Gw ngidam"
💫💫💫
Ruangan gelap yang dipenuhi dengan debu dan cahaya yang minim disertai dengan suara tangisan wanita membuat orang yang berada disana merinding
Langkah kakinya mendekat menuju sebuah kursi tua yang diduduki seorang wanita di ruangan yang seperti gudang tersebut
"kamu kenapa nangis?" tanya Aletta
"sakit hiks hiks hiks" jawab wanita tersebut
Aletta memegang bahu wanita tersebut
"sakit kenapa? Mau aku bantu?" tawar Aletta pada wanita yang wajahnya tertutup rambut tersebut
"kamu mau bantu aku?" tanya wanita tersebut
"iya, aku bakal bantu kamu. Kamu jangan nangis lagi" ujar Aletta menyakinkan
"hukum pembunuh saya" permintaan wanita tadi spontan membuat langkah Aletta mundur hingga badannya terbentur dinding dan terjatuh
"pembunuh saya harus dihukum hihihihihi" tawa wanita tadi menggema sepenuh ruangan. Perlahan dia berdiri dan mendekat ke arah Aletta
"pergi lo, bukan gw yang bunuh lo!!!" teriak Aletta ketakutan
"saya dibakar hidup hidup" suara wanita tadi melemah "saya setiap hari selalu dibully" lanjut wanita tadi
Seketika Aletta merasa dingin seolah olah sedang badai salju
"apa salah jika saya bisa sekolah disini karna beasiswa?" tanya wanita tadi "saya hanya ingin bahagia" ujarnya lagi
Bibir Aletta pucat karena takut ditambah rasa dingin yang semakin lama semakin bertambah
"kenapa saya selalu di bully dan dibunuh dengan sadis seperti itu?!" tanya wanita tersebut sedikit berteriak
Rasa dingin yang dirasakan Aletta perlahan mulai menghilang
"saya disiksa tanpa ampun!! Bahkan kalian membakar saya hidup hidup!!" wanita tadi berteriak dan melihatkan wajahnya dengan banyak luka bakar yang membuat siapa saja yang melihatnya langsung pinsan
KAMU SEDANG MEMBACA
Rafka Untuk Aletta (Tamat)
Teen Fictioncerita ini dilindungi undang undang follow dulu sebelum membaca :) ... Rafka aprilio Seorang ketua OSIS yang dingin dan tak tersentuh. Sosok yang tegas dengan rahang keras dan alis mata yang tebal. Seseorang yang masih terjebak dengan masa lalunya...
